Cewek Ice Cube

Cewek Ice Cube
King and Queen Racer


__ADS_3

Kedatangan dan perkataan Erik saat mendekati Al setelah balapan membuat Al terkejut dengan kenyataan ternyata sang pujaan hati adalah rival atau lawannya dalam balapan dan mereka menjadi pemenang bersama.


Al menyadari jika cowok yang selama ini selalu menempati tempat yang spesial di hati nya itu sengaja mengalah demi mereka bisa menang bersama membuat rasa kagum di hati Al untuk Zain semakin menapaki puncak tertinggi di hati nya. Hal itu membuat Al tersenyum dengan sangat manis nya, namun hanya Al dan aku yang tau karna Al tidak pernah melepas helm nya bahkan setelah balapan berakhir pun.


Saat Zain melepas helm nya dia berjalan menghampiri Al dan berdiri di depannya dengan senyuman indah tersungging di bibirnya yang semakin membuat mata Al dimanjakan dengan pemandangan indah yang hanya tertuju pada nya itu.


"Gimana My Jade,seru atau masih kurang dan penasaran untuk balapan lagi?" tanya Zain dengan memainkan kedua alisnya menggoda Al.


"Kak Zain.." pekik Al karna terkejut namun sangat senang dan bangga.


"Buka aja helm nya My Jade,kakak jamin selain Pangeran kodok tampan ini hanya Ndi lah yang bisa mendekat ke tempat ini" ucap Zain.


Al pun membuka helm nya dan moment tersebut bagaikan gerakan slow motion yang ada di iklan-iklan atau juga di adegan film. Adegan film yang saat pemeran utama pria jatuh hati pada pemeran utama wanita.


Tetapi disini yang terjadi justru Zain dan Al terlalu asyik dengan moment keduanya, sementara Erik yang melihat jika pembalap Jade A yang mengalahkannya ternyata seorang wanita cantik. Erik langsung terpesona dan jatuh hati, karna terlalu terpesona dengan kecantikan Al juga kemampuan balap nya, Erik pun ga sadar dengan ucapan Zain yang menyebutnya pangeran kodok tampan. Biasanya jika mendengar Zain bilang kaya gitu auto ngamuk tuh Erik. Pesona Al bagi Erik udah diatas ambang batas level tinggi sehingga dengan tidak sadar Erik mendekati Al tanpa memperhatikan atau malah mengabaikan keberadaan Zain yang tepat ada di depan Al.


"Wahai bidadari ku, pangeran mu ini sudah bersumpah jika yang mengalahkannya dalam balapan adalah seorang perempuan apalagi secantik ini, dipastikan orang tersebut akan menjadi permaisuri di hati dan rumahku" ucap Erik dengan tetap memandang Al tanpa berkedip menatap keindahan di depannya.


"Woi pangeran kodok, jaga tuh mata dari calon istri gue" ucap Zain sambil menggeplak kepala dang mengusap wajah Erik agar gak memandangi Al terus.Karna kekesalannya dengan Erik membuat Zain yang sangat tidak suka menggunakan bahasa lo gue justru menggunakannya.


Walau kedua nya berteman cukup dekat namun Zain tidak rela calon istri nya dipandang seperti itu oleh laki-laki lain. Jiwa posesifnya sangat lah tinggi, senggol bacok boss hehehe.


Al yang melihat kedua nya segera memalingkan wajahnya menahan agar tidak tertawa melihat wajah Erik yang digeplak kepalanya sama zain, juga keposesifan Zain yang membuatnya kembali merona. Al ga akan memperlihatkan hal itu kepada siapa pun kecuali Zain.

__ADS_1


Karna geplakan di keoala nya membuat Erik tersadar dengan panggilan pangeran kodok dari Zain dan juga ucapan Zain kalo cewek cantik di depannya ini adalah calon istri Zain membuat Erik benar-benar merasa seakan ada petir di siang bolong eh malem ga bolong deh hihihi.


"Apa lo bilang, gue pangeran kodok? Lo tuh coolkas berjalan atau es balok kutub utara. Lagian sejak kapan lo punya pacar atau calon istri, ngadi-ngadi ngaku-ngaku nih pasti?" tanya Erik sambil ngedumel panjang lebar ga pake kali tinggi.


"ok, maaf tapi sumpah aku ga akan rela atau terima kalo ada cowok yang memandangi calon istri yang kujaga selama ini walau itu temenku sendiri. Jadi tolong Rik buang jauh-jauh perasaan mu itu sebelum berkembang" ucap Zain walau masih bicara baik-baik namun mengeluarkan aura intimidasi atau penekanan di ucapan nya.


Mendengar nada khas ancaman serius Zain juga aura yang dikeluarkannya membuat nyali Erik mulai ciut karna dia tahu gimana temennya itu kalo udah seperti itu berarti beneran serius.


"Beneran nih gadis cantik apa yang dibilang sama si coolkas berjalan ini?" tanya Erik yang ingin memastikan secara langsung kebenaran yang Zain bicarakan barusan.


Saat Al akan menjawab pertanyaan Erik dari arah belakang kedua cowok itu ada seseorang yang justru lebih dulu menjawab petanyaan Erik.


" Yang Zain bilang itu semua nya bener kaya nya Rik, karna aku tau info akurat dari sepupu nih coolkas berjalan jika mereka berdua sudah mengenal dan bersama sejak kedua nya masih abg beringus, hanya mereka sempat terpisah" ucap cowok tersebut yang ternyata Dandi si Knight Racer.


" Baru 2 hari lalu ga sengaja berpapasan dengan sepupunya Al saat nih berdua pergi dari kampus boncengan dengan motor keren ini nih"jawab Dandi sambil meneliti dan ingin menyentuh motor Al.


"Don't touch him"ucap Al ketus sambil menepis tangan Dandi saat akan menyentuh motor Al.


" Syoookkkoorrriiinnn"ledek Erik.


"Pelit amat neng, abang kan cuma mau liat dan megang dikit" gerutu Dandi.


"Gak ada yang boleh nyentuh Black Survivor" jawab Al dengan nada dingin dan ketus.

__ADS_1


"Lah, tadi kata Ndi Zain boncengin kamu pake motor ini berarti boleh donk cuma megang doank?" tanya Erik yang kebingungan.


"Berarti cuma orang yang spesial aja yang boleh pegang Rik, nasib kita gini amat ya?" jawab Dandi sambil mengangkat tangan nya tanda nyerah dan pasrah.


Erik hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar nada ketus dan dingin cewek di depannya yang sangat mirip dengan temannya itu. Sementar Zain hanya tersenyum melihat ketiganya.


"Udah suratan nasib kita Rik, punya temen coolkas berjalan yang berpasangan dengan ice cube. Buang jauh-jauh tuh ke laut terdalam atau sekalian ke palung Mariana oerasaan dan sumpahmu sebelum berkembang. Ga akan sanggup kamu dengan hawa dinginnya Rik" ucap Dandi kembali sambil menghembuskan nafas berat.


"Bisa ya ada pasangan yang setipe dinginnya mana punya hobi dan kemampuan yang sama juga di balapan? Tuhan benar-benar hebat dalam menentukan pasangan" jawab Erik sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Inilah couple of the year King and Queen Racer kita Rik" ucap Dandi menimpali ucapan Erik.


Zain yang masih mau berduaan dengan sang pujaan hati juga masih ada yang perlu mereka bahas, kemudian menyuruh Dandi mengurus disini sementara dia pergi bersama Al.


"Ndi, tolong urus disini ya, soal hadiah kamu koordinasi sama cowok berjaket coklat sebelah sana, dia perantara Jade A. Besok kita ketemu di kampus"perintah Zain ke Dandi sambil berlalu bersiap pergi dari situ bersama Al.


" Aye aye captain" jawab Dandi.


Ngantuk banget nih kurang tidur, udah ga jelas nulis pun.


Jangan lupa like komen, video dan gift nya ya gaeeeess


Lop you all, thanks...

__ADS_1


Maaf kalo masih banyak typo


__ADS_2