Cewek Ice Cube

Cewek Ice Cube
Kicep ga tuch


__ADS_3

"Tunggu..." teriak Erina.


Teriakan itu membuat Zain dan Al yang akan bersiap menaiki motor untuk berangkat ke kampus menundanya dan berbalik ke arah pemilik teriakan tersebut.


Rada pun yang kebetulan mendengar teriakan Erina beranjak keluar untuk melihat apa yang terjadi, mungkin bisa membuat Erina menjadi sepenuhnya membenci keponakan nya, Rada pun tersenyum sembari berjalan keluar untuk melihat ada apa disana.


"Kamu siapa, kenapa ga ijin dulu membawa keponakanku. Seperti orang liar yang tidak memiliki adab sopan santun saja? "tanya Erina dengan kata-kata yang cukup pedas dan suara yang lantang.


Al mendengar sang tante berbicara seperti itu langsung melotot dan hendak berbicara membela Zain. Namun dengan sigap Zain memegang tangan Al dan menghentikan Al untuk berbicara. Hal itu Zain lakukan karna melihat Al yang sedari tadi menekuk wajahnya sekarang terlihat mulai emosi.


"Maaf tante, saya tidak bermaksud tidak sopan atau tidak punya adab, hanya setau saya om emir tidak ada dirumah jadi saya tidak meminta ijin. Saya tidak tau kalo disini ada tante nya Al" ucap Zain dengan nada tenang dan agak formal.


Zain yang sudah terbiasa menghadapi berbagai tipikal orang karna sudah sering bersama sang ayah diajak dalam berbagai pertemuan, bisa mengantisipasi dengan cepat bagaimana menghadapi orang terutama yang sedang emosi.


"Huh seenaknya panggil-panggil om Emir. Emang kamu kenal dengan kakak saya, anak seperti kamu yang hanya bermodal seperti ini mana mungkin kenal dengan Emir Sanjaya" ucap tante Erina yang memandang rendah Zain mentang-mentang Zain menjemput Al menggunakan motor.


"Maaf tante, saya memang mengenal om Emir bahkan sejak saya masih remaja tanggung. Saya ini keponakan om Rizal Putra Atmaja yang berarti sepupu sahabat nya Al" jawab Zain dengan tetap tenang menghadapi penghinaan tante Erina.


Deg deg deg suara jantung yang berdetak cepat secara bersamaan antara dua wanita yang sudah mulai berumur yaitu Erina dan Rada yang mulai mendekati ketiganya mendengar ucapan pemuda yang bersama anak tirinya membuat mereka berdua terkejut. Mereka berdua terkejut mendengar pemuda itu menyebutkan jika dia keponakan dari Rizal Putra Atmaja seorang pengusaha yang cukup dikenal yang kekuasaan dan kekayaannya melebihi kakak atau suami keduanya.


"Hebat juga nih anak bisa menggaet pemuda tampan dan tajir seperti ini. Andai aku lebih muda akan aku rebut pemuda ini dan akan aku ajarkan cara bersenang-senang" pemikiran Rada yang kemudian memandang mes*m terhadap Zain.

__ADS_1


Zain yang terlihat begitu tampan dan gagah dengan kulit putih,tinggi badan mencapai 180 cm dengan berat badan yang cukup tidak kurus tidak juga berisi namun ideal.


Rada melihat Zain dengan pandangan yang sulit diartikan bahkan air liur nya pun hampir menetes dan dalam hatinya timbul gejolak darah muda dalam fisik maksa alias sudah memasuki usia tua.


Melihat pandangan kedua wanita berumur di depannya ayal membuat Zain pun berdecih namun tidak kentara juga tak disadari kedua wanita ini. Zain tau kalo kedua wanita ini akan menjadi kaget dan kaku seperti ini saat dia memperkenalkan diri sebagai keponakan om nya itu. Namun Zain gak mau bikin Al terlambat kuliah jadi Zain menyuruh Al bersiap untuk berangkat dia pun ber basa-basi pamitan kepada Erina sambil menaiki motornya.


"Maaf tante, saya ga mau Al sampai terlambat jadi saya permisi. Jika om Emir ada di rumah saya akan datang berkunjung dan mengobrol dengannya" ucap Zain yang kemudian melajukan motornya tanpa menunggu jawaban dari tante nya Al tersebut.


Kedua wanita itu masih termenung, Erina yang mematung karna tidak menyangka jika pemuda yang dia remehkan tadi adalah keponakan dari laki-laki yang sejak dia remaja dia kagumi bahkan cintai dalam diam.Sementara Rada yang termenung memikirkan hal mes*m saat melihat dari dekat ternyata pemuda yang kemarin tidak dia lihat dengan jelas ternyata lebih tampan dan gagah berkali lipat jika dilihat dari dekat.


Erina saat kuliah dulu pernah satu kampus dengan om nya Zain atau papa nya Devi yaitu Rizal Putra Atmaja, namun beda jurusan. Rizal dan Erina itu seperti Zain dan Al sekarang yang satu udah mau lulus kuliah yang satu lagi baru masuk semester 3 atau tahun kedua kuliahnya.Erina sangat mengagumi Rizal sekaligus jatuh hati kepada seniornya itu namun hanya dia simpan dalam hati saja tanpa berani mengungkapkannya.


Dalam perjalanan menuju kampus, mood Al yang pagi ini sangat buruk karna kejadian tadi sama tante juga ibu tiri nya membuat nya benar-benar terdiam.Mengetahui Al yang sedang merasakan kekesalan yang pasti nya membuat suasana hati nya menjadi buruk, Zain mencoba untuk membuat Al kembali bisa bersemangat lagi.


"My Jade,masih kesal dengan yang tadi?tanya Zain sambil memegang tangan sang pujaan hati yang melingkar di pinggangnya.


" Aku sangat kesal kak, bisa-bisa nya tante merendahkan kakak seperti itu. Aku gak suka melihat atau mendengar seseorang merendahkan orang lain apapun keadaaan dan posisinya" gerutu Al.


"Seseorang yang merasa jika dia lebih segalanya dari orang lain memang suka sombong seperti itu, sayang"ucap Zain dengan suara tetap tenang dan lembut.


Panggilan di ujung perkataan Zain membuat Al menjadi berdebar juga merona. Dia sedikit berdehem untuk menetralkan kesaltingannya akan panggilan sang pemilik hati ciiiee ciiieee.

__ADS_1


"Tapi kan kak, aku gak terima lah kakak diperlakukan seperti itu sama tante.Tante gak pantas dan ga berhak untuk menghina kakak kaya gitu, huuuhh" omel Al dengan kekesalan yang mulai meningkat kembali.


Zain pun mendengar pembelaan Al yang berapi-api merasa senang dan bangga membuatnya malah gak ingin membawa Al ke kampus. Jika ga teringat Al harus kuliah rasanya Zain ingin mengajak Al ke tempat yang indah yang bisa membuat sang pujaan hati bisa bahagia dan tersenyum lagi. Apa mau sekalian aja dibawa ke KUA biar cepet sah dan bisa bebas kemana pun nih babang Zain? Ga usah jauh-jauh setelah dari KUA bisa ke surga dunia loh, hehehe piiisss othor hanya saran aja ya ✌️.


"Cieee ciiiee yang belain calon suami semangat banget ya neng? Terharu dan heppi deh abang sampe nyeeeesss di dalem hati adeeeeemmm banget" canda Zain sambil terkekeh.


Mendengar godaan Zain makin memerah lah muka Al. Antara malu dan suka dengan perkataan Zain membuat Al gemash dan mencubit pinggang Zain yang sedang dilingkari oleh kedua tangannya atas perintah Zain.


"Apaan sih kak ah, gitu deh" geritu Al dengan suara pelan karna malu.


"Tapi suka khan?" goda Zain kembali.


Godaan tersebut membuat Al kembali mencubit pinggang Zain, kemudian kedua nya tertawa bersamaan.


Ice Cube dan Coolkas berjalan yang berasal dari kutub utara itu bisa bercanda dengan hangat juga manis saat mereka berdua saja. Berbeda dengan saat mereka berkumpul dengan teman-temannya,kedua nya mode ice&irit ngomong mode on kembali.


Done lagi sampai sini ya gaaaiiiss nanti kita lanjut lagi ya...


Seperti biasa jangan lupa ritual like komen, bintang 5 dan gift nya ya.


Love u all

__ADS_1


__ADS_2