
Obrolan Ai dan Dandi masih berlanjut, mereka saling memberi info hingga mengambil kesimpulan apa yang terjadi.
"Jadi maksudmu mereka mungkin udah saling kenal dari kecil?" tanya Dandi terkejut.
"Kemungkinan begitu sih perkiraanku. Sebentar aku pastikan dulu deh" jawab Ai.
Kemudian Ai mengambil hp nya di tas dan menelpon seseorang.
"Dev, kamu dimana, ada yang mau aku pastiin nih, kalo bisa kutunggu dikantin ya?tanya Ai sama Devi setelah yang di telpon mengangkat telpon tersebut.
Yang lebih aneh tuh Ai ga mendengarkan jawaban Devi dulu tapi langsung menutup telponnya.
Dandi terkejut sampe mulutnya menganga melihat cara Ai menelpon temannya itu.
"Nih, cewek unik bin aneh deh kok ada ya yang kaya gini bahkan temennya belum bilang apa-apa main tutup aja" monolog Dandi dalam hati nya aja sih.
Tak berapa lama datang cewek cantik dan modis menghampiri mereka sambil menggerutu.
"Dasar sahabat minim akhlak, belum aku jawab udah main matiin aja telponnya" gerutu cewek tersebut yang ternyata adalah Devi yang kebetulan juga memang akan ke kantin.
"Aku udah tau kalo kamu mau ke kantin makanya aku cuma menyuruh kesini aja"jawab gerutuan Ai sambil mengangkat bahu nya cuek menyeruput minuman yang tadi dibelikan Dandi.
"Issssshhh dasar cewek cuek, terkadang jutek&peramal kamu, tau aja"ucap Devi yang masih menggerutu sambil mendudukkan pantatnya di kursi di depan Ai tanpa menyadari keberadaan Dandi.
Karna sedikit kesal sama Ai, Devi sedikit membanting tasnya ke kursi sebelahnya dimana Dandi berada membuat Dandi agak kesakitan karna dilempar tas tepat di aset masa depannya.
Beruntung tidak terlalu keras dan telak namun tetap berasa sakit membuat Dandi mengaduh.
__ADS_1
"Aduuuhh, woooii liat-liat napa kalo lempar tas. Emang orang segede ini ga keliatan apa ya?Perasaan ga ada yang normal ya nih 2 temen" ucap Dandi sambil melempar tas Devi di meja dan memegangi aset masa depannya yang sedikit cenat-cenut.
"Astaga naga kadal buntung beruntung yang kecemplung. Maaf kak, ku kira ga ada orang disitu, ini karna cewek cenayang ini yang nyebelin jadi aku esmosi deh" ucapan absurd Devi yang panik, kaget juga merasa kasian.
Devi bahkan mau membantu Dandi dengan hampir memegang aset masa depan Dandi tersebut karna refleks. Sementara Ai yang disalahkan hanya memutar mata malas juga mengendikkan bahu tanda ga terlalu peduli.
"Wooooiii, ga usah mau pegang pula ya emang ini milik orang banyak yang bisa disentuh seenak nya" omel Dandi.
"Maaf lagi lupa kak, kan refleks kalo ada yang sakit atau kepentok apa kan pasti di elus atau di usap untuk ngilangin sakitnya" ucap Devi sambil tertawa nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya yang cantik dan senyumnya yang merasa tidak enak dengan kesalahannya tapi tetap manis dan cantik.
Dandi yang tadi nya kesakitan melihat seorang cewek cantik dengan senyum manis juga permintaan maaf yang tulus udah pasti tidak akan memperpanjang masalah ini. Namun otak cerdasnya tetap bekerja dengan super cepat jika masalah tebar pesona. Dandi langsung berpikir untuk memanfaatkan kecelakaan kecil ini untuk mendekati kedua cewek yang menurutnya sangat menarik dan berbeda dari kebanyakan cewek.
Bukan karna Dandi playboy loh, tapi Dandi akan menyeleksi mana yang paling cocok diantara kedua nya juga mana yang pas di hatinya karna kedua nya begitu menarik.
"Yaa udah ga usah di perpanjang, ada hal lain yang harus kita bahas sekarang yang lebih penting. Tapi kalo kondisi ku ada apa-apa kamu harus bertanggung jawab ya" ucap Dandi sambil menaik-turunkan alisnya.
Ucapan itu membuat Dandi tertawa ngakak, juga membuat Ai menepuk keningnya sambil geleng-geleng kepala.
" Udah lah ga usah dilanjutkan kak, nanti ga beres-beres sama dia tuh" potong Ai supaya pembicaraan mereka ga melebar kemana-mana.
"Dev, aku mau tanya nih apa kamu ada ketemu Al sama seorang cowok?" tanya Ai.
"Mau tau, apa mau tau banget?"canda Devi sambil terkekeh.
" Mau ku cubit atau mau kutinggal di jalanan yang sepi dan gelap?"ancam Ai karna candaan Devi itu.
" Slow my sistas, jangan esmosi gitu donk nanti cepet tua loh. Emang aku ketemu dan liat mereka, emang nya kenapa? "ucap Devi yang malah bertanya lagi.
__ADS_1
" Kamu kenal cowok itu, Al kan ga akan pernah mau pergi sana cowok manapun apalagi ada orang lain yang memakai atau menyentuh si Black, kok bisa ya? "tanya Ai panjang lebar tidak seperti biasa nya.
" Banyak amir pertanyaannya bu, satu-satu napa?ucap Devi sambil cengengesan menggoda sahabatnya.Kemudian Devi meneruskan penjelasannya supaya sahabatnya itu gak marah.
"Gini ya Ai ku yang cantik, baik namun terkadang jutek. Cowok itu bang Zain sepupuku, soal kenapa Al mau deket sama dia juga ngijinin dia kendarai si Black kamu udah tau ceritanya kan waktu Al ceritain setelah kepergian bang Zain. Cuma bang Zain aja yang bisa cairin tuh si ice cube, begitu pula sebaliknya cuma Al yang bisa bikin beruang kutub utara itu jinak dan manis kaya kucing"penjelasan panjang Devi yang di barengi tawa yang meledak. Mengingat kejadian tadi membuat Devi tertawa karna itu moment langka yang bisa dilihat dari kedua es itu baik sahabat juga sepupunya.
Dandi yang sedari tadi hanya mendengarkan, mulai berpikir jika tebakannya sangat tepat. Lalu Dandi bertanya kepada Devi mengorek informasi lengkap tentang temannya yang misterius itu.
"Hai, maaf tadi belum mengenalkan diri dengan baik. Namaku Dandi Perdana kakak angkatan kalian, tapi sebentar lagi lulus. Jadi kamu tuh sepupunya Zain ya, kok Zain ga pernah bilang punya sepupu cantik ya?" ucap Dandi setengah menggoda.
"Iya kak tau kok, kakak salah satu dari three most wanted guys sama kak Erik dan abang ku.Namaku Devi Yolanda, soal nama belakang ga usah pengen tau, udah jelas ga akan sama dengan bang Zain karna dia ikut nama papa nya sedang keluarga ku tuh mamanya"jawab Devi namun tidak terlalu antusias, karna dia hanya ngefans sama Erik, mungkin sekarang sama dosen muda yang baru dateng itu.
"Jujur, aku masih penasaran dengan hubungan si coolkas berjalan dengan sahabat kalian itu, boleh gak aku tau cerita mereka?" tanya Dandi yang malah memegang Dagu nya sembari terlihat berpikir dengan serius.
Devi yang ada di dekat Dandi,melihat ekspresi Dandi seperti itu mulai memperhatikan nya.
" Ternyata ga salah mereka dijuluki three most wanted guys, ka Dandi cakep juga walau sinarnya kalah terang dengan ka Erik namun lebih bersahabat daripada beruang kutub utara" ucap Devi, namun dalam hati saja, seperti petikan lagu,hehehe.
"Ga usah terlalu kepo deh bahaya buat kesehatan dan keselamatan" ucap Ai dengan ekspresi dingin kemudian berlalu dari situ.
Setelah mendapatkan info akurat dari Devi, begitulah Ai yang pasti seakan tidak begitu perduli padahal dia sudah merasa tenang atau tidak kuatir.
"Astaghfirullah, kok sama kaya si coolkas berjalan ya tegas, ketus juga jleeebbb?" tanya Dandi yang terkejut.
"Jangan aneh kak, masih mending Ai bisa diajak bicara, kalo Al beeeuuuhhh ngomong pun irit belum ekspresi nya ga jauh dari abang ku itu, mana Savage dan Damage levelnya Al tuh wuuuiiihh diatas normal kak" ucap Devi sambil terkekeh melihat kebingungan Dandi, apalagi ngebayangin kalo Dandi ketemu Al bisa mati kaku kali.
Maaf baru up ya Guys nanti aku lanjut lagi kalo gak malam ini mungkin besok deh, kondisi badan kurang fit jadi lambat up dehππ»ππ»ππ»
__ADS_1