Cewek Ice Cube

Cewek Ice Cube
Perkenalan Ai dan Dandi


__ADS_3

Melihat sahabat nya hanya melamun, Devi langsung menepuk Al karna tidak juga mendapat jawaban dari sahabatnya yang malah asik dengan lamunannya, hingga Al terkejut.


"Astaghfirullah Devi, ngapain sih ngagetin aja" Al terkaget sambil ngomel sama Devi.


"Dasar sahabat minim akhlak, ditanya dan diajak ngobrol malah ngelamun" protes Devi juga.


"Maaf, aku masih terkejut gak nyangka bisa ketemu lagi sama kak Zain" sambil melanjutkan lamunannya.


"Ternyata cinta monyet kalian berdua jadi cinta sesungguhnya yang gak pernah lekang oleh jarak dan waktu ya, coooo cwiiiiit banget sih" ucap Devi sambil menaik turunkan alisnya menggoda Al.


"Apaan sih Dev, emang kak Zain itu beneran suka atau mencintaiku gitu Dev?tanya Al.


" Ya ampun Al, dari kecil kan bang Zain sangat memperhatikan kamu. Pernah pas sekitar 5 tahun lalu bang Zain kontak aku dia nanya keadaanmu.Bang Zain mewanti-mewanti aku supaya menjaga dan memberikan kabar jika ada apa-apa"ucap Devi membeberkan pembicaraannya dengan Zain.


"hhhhmmm, ya udah aku balik lagi ke kelas, aku harus ikut ka Zain nanti setelah selesai kuliah, yuk Dev" Al berlalu menuju kelas nya.


"Yee aku udah cerita, mana belum beres semua ini malah ngeloyor aja bukannya berterima kasih apa antusias kek, dasar ice cube tadi aja tuh sama es kutub utara anget deh" gerutu Devi sambil berjalan mengejar Al.


Saat dalam kelas Al mendapatkan pesan dari Zain untuk menunggu di parkiran motor.


Al hanya membaca tanpa membalasnya, dia menunggu sampai kuliah selesai.


Setelah kelas beres barulah Al menuju parkiran motor tempat Zain menunggu nya.


Setelah beberapa saat Al mencari keberadaan Zain, tiba-tiba hp nya berbunyi dan ternyata itu panggilan dari Zain.


"My Jade, aku ada di sebelah barat gak terlalu jauh dari pintu gerbang keluar" ucap Zain sembari melambaikan tangannya supaya Al bisa melihatnya.


"Oh iya kak aku lihat, aku kesitu" jawab Al sambil berjalan dia berpikir kenapa Zain bisa tahu tempat dia memarkirkan motornya.


Setelah sampai di tempat tersebut, Al langsung bertanya kepada Zain.


"Kak, kok bisa tau tempat parkir motorku, emang kita mau pergi pake motor masing-masing atau satu motor aja? " tanya Al.


"Gak tau lah Al, kan kakak berdiri di dekat motor sendiri lah" jawab Zain sambil tersenyum dengan sangat manisnya gula pun kalah manis, hihihihi.

__ADS_1


Al sempat tertegun melihat senyuman manis yang hanya tertuju untuknya, cieee ciiiee ciiieee.


"Wah, lama-lama bisa diabetes aku kak kalo terus disuguhi senyuman semanis ini loh" ucap Al yang hanya dia ungkapkan dalam hati nya aja.


"Emang yang mana motor nya Al?" tanya Zain pura-pura gak tau padahal dia srngaja memarkirkan motornya sebelah motor Al.


"Yang ini kak" jawab Al.


"Ya udah, kasih kakak kunci motornya biar nanti kakak suruh orang untuk mengantarkan ke rumah Al" pinta Zain.


"Maaf kak, Al gak akan ngasih motor Al di tangan/dipakai orang lain kak" ucap Al dengan nada agak merasa tidak enak.


"Ya udah, kalo kakak yang bawa boleh gak? Kita pergi pake motor Al aja deh" ucap Zain sambil meyodorkan tangannya meminta kunci.


Al hanya mengangguk sambil memberikan kunci motor nya.


Setelah memakai helm nya sendiri, Zain melihat Al yang tertegun kemudian berinisiatif memakaikan helm nya Al.


Deg deg Al terkejut sambil berdebar saat tersadar dia sudah memakai helm yang dipakaikan Zain.


" Bukan begitu kak, Al hanya bingung ini pertama kali nya Al di bonceng sama orang lain naik motor karna terbiasa bawa sendiri makanya Al bingung" jawab Al.


"Ya udah gak apa-apa, kan bagus lah semua pertama kali nya sama kakak kan, nanti juga ke depannya semua jadi milik kakak pertama kalinya" goda Zain sama Al.


"Apaan sih kak iiihhh, gaje deh" gerutu Al sambil cemberut atau mengerucutkan bibirnya kesal&malu bercampur dengan ucapannya Zain.


"Jangan cemberut apalagi mengerucutkan bibir kaya gitu nanti kakak gemesh loh, bisa gawat" ucap Zain sambil terkekeh kecil.


Al terkejut semakin mematung karna bingung dari mana Zain bisa tau karna Al sudah memakai helm nya tidak akan terlihat dari luar.


"Ga usah bingung, ayo kita berangkat" ucap Zain yang langsung menarik tangan Al untuk menaiki motornya yang udah siap untuk berangkat.


Beruntung saat mereka di parkiran suasana sepi, jadi ga ada yang lihat mereka. Namun sebenar nya ada 2 orang yang melihatnya tanpa sengaja, itu pun di tempat yang berbeda namun berdekatan.


Kedua orang tersebut yang merasa terkejut sekaligus merasa aneh kenapa dua orang sama-sama es dingin itu bisa pergi berdua. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing sambil berjalan, akhirnya kecelakaan alias tubrukan itu tak terelakkan.

__ADS_1


Jedug, gubraakkk anggap begitu aja deh suara nya.


"Aaaw..." seru keduanya.


"Duh, kalo jalan hati-hati napa kan sakit tau" omel Ai karna ternyata cewek yang melihat Al dan Zain itu Ai.


"Lah, salah kamu lah ga hati-hati juga" balas cowok tersebut.


Ai yang malas berdebat meminta maaf duluan hendak berlalu.


"Iya maaf aku salah, gak fokus karna melihat sahabatku pergi" ucap Ai sambil berlalu hendak pergi.


"Eh tunggu, maksudnya cewek yang tadi pergi sama Zain itu sahabatmu ya?" jawab Ndi cowok itu yang ternyata Dandi salah satu teman Zain sambil menahan tangan Ai yang akan melangkah pergi.


"Zain?ucap Ai bertanya sambil berpikir merasa nama itu tidak asing. Karna merasa penasaran dan terus berpikir dia tidak menyadari tangannya dipegang Dandi.


" Bisa gak, kita cari tempat yang lebih nyaman, aku juga perlu info darimu kita berbagi sekalian aku belikan minuman sebagai permintaan maafku untuk kejadian tadi ya" ucap Ndi sambil tetap memegang tangan Airina mengajaknya ke kantin untuk berbicara.


Terlalu asik dengan pikirannya Ai tidak menyadari dia ditarik&dipegang oleh Ndi sampai kantin.


Setelah membelikan minuman untuk kedua nya Ndi memberikan minuman untuk Ai di tempat duduk yang sudah mereka tempati tadi.


"Yang tadi pergi dengan sahabatmu itu teman atau sahabatku juga namanya Zain Malik. Oh iya aku lupa perkenalkan aku Dandi Perdana" ucap Ai sambil menyodorkan tangannya mencoba berkenalan dulu secara resmi kepada Ai.


"Namaku Airina Pratama, yang tadi itu Aaliyah Sanjaya sahabat sekaligus sepupuku. Berarti kalian berdua itu 2 diantara 3 kk angkatan yg terkenal karna jadi most wanted guys yang sering dibicarakan itu ya?" tanya Ai karna emang dia bukan pemerhati seperti itu gak kaya Devi.


" Wah ternyata ada juga ya cewek yang gak kenal kita bertiga dan biasa aja dengan kehadiran kita. Benar-benar kejutan yang asik nih"ucap Dandi sembari mengerutkan alis.


Ai memutar mata malas, dia tidak menanggapi hal itu.


" Kok bisa temanmu itu pergi dengan sepupuku, apa mereka saling kenal ya?tanya Ai yang merasa aneh dengan hal ini.


"Aku ga tau&ga ngerti lah, yang aku tahu Zain itu ga pernah mau interaksi dengan cewek manapun Coolkas berjalan itu seperti menutup diri dari yang namanya perempuan, tadinya kukira dia agak2 aneh. Tapi sepertinya sekarang aku mengerti, si Coolkas berjalan tuh menjaga pandangan dan hati nya buat cewek yang tepat dan itu kayanya sepupumu. Wah aku pintar banget deh menelaah ini, wah romantis banget tuh ternyata si cowok coolkas"ucap Dandi panjang lebar sekaligus narsis nya keluar.


"mungkin aja temenmu seperti itu, tapi kalo Al sejak dulu ga pernah ada cowok/siapapun yang bisa mengendarai motor kesayangannya kecuali mang Soma montir sekaligus guru dia belajar tentang motor. Al pun ga akan mau dekat dengan cowok kecuali cowok itu...." ucap Ai yang biasa nya hanya seperlunya jadi panjang lebar, kemudian menutup mulutnya karna merasa terkejut dengan pemikiran nya sendiri tentang siapa cowok itu.

__ADS_1


Maaf ya kemarin ga up ada acara sekolah anak seharian malahan sampe malam. Diusahakan rajin up deh, makasih semua yang menantikan dengan sabar novel hasil karya othor receh ini.


__ADS_2