
Sudah dua minggu Alya menghindari bertatap langsung dengan bang cakra setelah kejadian dimana bang Cakra mengungkapkan rasa kepadanya.
selama itu pula keduanya tidak Sling mengetahui kabar masing masing.
yups benar seperti yang kalian pikirkan bahwa bang Cakra dan Alya tidak ada yang menyimpan nomor ponsel masing masing karna belum Bernah bertukar nomor ponsel.
.........
.........
hari ini adalah jadwal lari pagi para anggota prajurit bersama dengan para perwira yang mendampinginya..
kali ini bang Cakra dan bang prabu mendapat giliran mengikuti lari pagi.. mereka melakukan lari pagi dengan rute melewati komplek rumah sang komandan dan para jajarannya..
Dengan menyanyikan yel yel perjuangan sebagai penyemangat kegiatan larinya.
saat melewati komplek rumah dinas komandan Lingga tak sengaja netra bang Cakra menangkap sosok Alya yang sedang bercanda dengan seorang pria yang kemungkinan usianya dua taun dibawahnya..
dari kejauhan bang Cakra fokus memandang sang gadis yang tengah tertawa lepas dengan sosok pria yang tak dikenalnya..
seketika bang Cakra merasakan darahnya berdesir naik dan dadanya panas seperti terbakar..
padahal disana sang gadis tidak hanya berduaan dengan pria asing tersebut tetapi ada sang komandan juga yang sesekali menimpali candaan dari keduanya.. tapi bagai dikendalikan rasa cemburunya, seketika bang Cakra dikuasai rasa amarah, tak terima melihat apa yang ada didepannya..
ingin rasanya berbelok menemui gadis nya, akan tetapi ia merasa waktunya belum tepat untuk menemui Alya. hingga saat melewati rumah komandan Lingga ia hanya bisa bersikap datar menahan amarah dan ikut memberikan hormat kepada sang komandan akan tetapi tetap berlalu melanjutkan kegiatannya.
Alya yang menyadari adanya bang Cakra pun hanya menoleh sekilas lalu memilih kembali mengobrol dengan pria disampingnya. ntah seperti ada rasa takut saat melihat tatapan bang Cakra, dan ia pun memilih memalingkan wajahnya saat bertemu tatap dengan bang Cakra dengan alasan ingin menghindari lelaki tersebut karna kejadian tempo lalu..
.......
.......
siang harinya diruang kerja kantor bang Cakra. saat dirinya sedang berusaha fokus mengerjakan laporannya tiba tiba ada yang datang mengetik pintu ruangannya.
"tok tok tok" suara pintu diketuk..
"ya silahkan masuk" ucap bang Cakra saat mendengar ada yang bertamu..
"Mohon izin melapor, Letda Abimana Reksa Pandega telah kembali ke kesatuan. Mohon izin arahan"
sekilas bang Cakra merasakan terkejut.. saat ini seseorang yang tengah bertamu tak lain adalah pria yang sempat dilihatnya tadi pagi di rumah sang komandan.
"ternyata dia tentara bahkan anggota batalyon ini juga" batin bang Cakra..
"kheemm,, silahkan duduk Letda Abimana" berusaha menetralkan keterkejutannya.
"siap ijin, Bima saja Ndan"
"baik Bima, kamu selesai tugas khusu ya, melihat dari laporan mu"
"Siap ijin, benar Ndan"
__ADS_1
"apakah ada pancaran?"
"ijin menyampaikan ini ada laporan hasil tugas saya mohon di lihat untuk lebih lanjutnya"
"baik, saya terima. selamat bergabung kembali dengan batalyon Letda Bima"
"siap, terimakasih komandan" sambil duduk tegap dan menyambut uluran tangan bang Cakra.
mohon ijin mendahului" dan diangguki oleh bang Cakra.
setelah lelaki yang menyebutkan dirinya dengan nama Bima telah keluar dari ruangannya tiba tiba bang Cakra termenung kembali.
"apakah dia kekasih anak komandan.. aku tidak boleh keduluan dia,, aku pasti bisa rebut hati Alya,, iya pasti bisa" batinnya menyemangati dirinya sendiri..
skip skip skip
.................
Dirumah ayah Lingga saat ini tengah terjadi keributan akibat ulah anak gadis kesayangannya..
"buuuunn, bundaaaaa" teriak ayah Lingga yang suaranya menggelegar satu rumah sampai mengundang semua penghuninya keluar..
"apa si yah, pagi pagi kenapa musti teriak teriak sih" ujar sang bunda kesal karna teriakan ayah, tapi tak ayal bunda Salma pun ikut teriak menyahuti sang suami..
(hahaha kacau nih pasti)
"buuuunn...." teriak ayah Lingga lagi karna belum mendapati bunda Salma ada di hadapannya.
"iya iya ayah, sebentar" jawabnya... "haduuhh kenapa sih si ayah" gumamnya bingung dengan kelakuan seng suami pagi pagi ini..
"ribut apa sih Bun, kenapa ayah teriak teriak sih" ucapnya polos, tidak menyadari penyebab huru hara saat ini.
entah Alya lupa atau bagaimana sampai tidak menyadari keusilannya pada sang ayah menimbulkan kekacauan pagi ini. hahahah
kemudian muncul lah pria dewasa menghampiri keduanya.
"kenapa Bun ayah?" tanyanya
yaa dia adalah Abang si Alya anak tertua ayah Lingga yang tak lain adalah bang Bima..
bunda yang tak tau pun iku menggeleng
"gak tau bang ini bunda mau nyamperin ayah" ucapnya dan bergegas menemui sang suami
"aneh banget" batin bang Bima sambil melirik sebelahnya dimana sang adik bungsu terlihat berfikir kemudian seperti orang syok karna tengah mengingat sesuatu selanjutnya seng adik yang cepat cepat berlalu masuk kamarnya membuat dia berfikir negatif dan menggernyitkan alisnya.
"jangan jangan.... adek usilin ayah nih, fiks udah pasti nih" ucapnya yakin karna tidak hanya sekali dua kali Alya usil pada ayahnya.
"mending cepet samperin ayah aja deh, penasaran apa yang di lakuin si bocil"
hahaha malah ikut penasaran ulah adiknya bukannya niat nolongin sang ayah.
__ADS_1
saat Samapi di kamar tempat ayah keduanya melongo karna mendapati sepatu dan kaos kaki ayah yang warnanya tidak lagi hitam tetapi pink.
sesaat kemudian bang Bima pun tertawa kencang karna tidak hanya mendapati itu saja tapi semua sepatu ayah berjejer berwarna pink begitupun kaos kaki sang ayah yang terlihat sudah ditukar dengan kaos kaki cewek warna pink pula. sedangkan sang bunda hanya mampu menahan tawanya melihat sang suami yang terlihat kesal dan frustasi karna ingin segera berangkat rapat tetapi mendapat musibah seperti sekarang.
"sabar ya yah" ucap sang bunda menahan tawa
"hwaduh Bun gimana ayah mau berangkat kalau semua seperti ini" ujarnya frustasi
"ini pasti kerjaan anak gadis bunda nih" lanjutnya nyolot karna kesal.
"Diajeng Calya Candramayaaaaa,, sini kamu. bandel banget siih. ampun Biyung anak wedok siji ae bengal e Ra karuan" ingin rasanya menangis melihat ulah anak gadisnya
"sebentar lagi ayah ada rapat Bun" terlihat ayah mengacak rambutnya.. "masa iya ayah mau berangkat rapat dengan sepatu seperti itu, hwaduh gustiii" bunda Salma hanya bisa meringis sedangkan bang Bima masih tak bisa berhenti tertawa
"hahahaa,,, hahahaha,, aduh perut Bima Sampek sakit.. hahaha .."
"udah yah pakek aja bagus kok,, hahahaha" ujarnya ngeledek sang ayah
"kurang ajar kamu bang, ayah dapat musibah malah tertawa girang" dengusnya
"ayah gamau tau, ogah gawe sepatu warna Barbie, ate seleh ndi wajahku seng gantenge ga ketulungan, tengsin dong"
"Ayah mau pakek sepatumu bang, ayah pinjem gamau tau"
"lah yah kan sepatu Abang ukurannya ga sama sama punya ayah"
"hallah wes Bene pokok ayah ora gae sepatu pink" si ayah mulai ngeyel.
"Yasudah kalau kakinya sakit jangan salahin Abang ya yah.. bentar Bima ambilin" ucap bang Bima.
sedangkan Alya yang sempat mendengar teriakan ayahnya memilih bergegas pergi dari rumah takut sang ayah menghukumnya..
(hahaha habis buat ulah kabur si Alya, emang dasar bengalnya kelewatan)
"aku harus pergi nih sebelum ayah ngomel panjang, nanti dihukum lagi,, ihh gamau" bergidik langsung berlari menjauh dari rumah.
tapi saat dijalan tiba tiba ia menubruk seseorang sampai terjatuh kesakitan karna tidak melihat arah depan saat berlari..
"dughh,, brukk...."
"aduh,, sakit banget pinggang guaa.."
"apes banget sih,, kabur dari si ayah malah sekarang jatuh.. hwaduh sakiittt..." gumamnya yang masih bisa didengar orang di depannya..
Alya belum menyadari jika orang yang di tabraknya masih berdiri tegap dihadapannya.
"khemm.." dehem orang tersebut menyadarkan Alya bahwa masih ada orang disana.
"eh..." kagetnya lalu mendongak
betapa kagetnya dia ternyata yang bertabrakan dengannya adalah orang yang sudah beberapa Minggu ini ia hindari.
__ADS_1
"a-abang..."ucapnya canggung laluuu....
...***********...