CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)

CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)
Lamaran


__ADS_3

"hah, papa sama komandan saling kenal?...."


keduanya saling tatap kemudian tertawa bersama.


"ahhaha"


"sudah sudah mending masuk dulu, nanti baru kita cerita cerita" ujar ayah Lingga.


"iya le, nanti habis acara papa ceritain. sekarang fokus acara dulu saja" dan diangguki bang Cakra.


"mari mari silahkan duduk. segera kita mulai saja acaranya" ayah Lingga mempersilahkan tamunya.


"khem baik saya mulai." dehem papa bang Cakra tanda akan memulai acara.


"Assalamualaikum Wr. Wb"


"Waalaikumsallam Wr. Wb." jawab serempak dari orang orang yang ada disana.


"sebelum acara inti kita mulai, saya ingin mengucapkan banyak banyak terimakasih kepada tuan rumah yang telah menyambut kedatangan keluarga putra saya dengan sangat sangat baik serta tangan terbuka." lalu menjeda sebentar ucapannya.


"adapun tujuan kami dan rombangan kemari yaitu yang pertama untuk menjalin silaturrohmi dan ingin lebih saling mengenal antar keluarga. dan tujuan kedua kami yaitu untuk mengantarkan putra kami yang yaa banyak tingkahnya ini untuk mengutarakan keinginannya melamar putri dari bapak lingga. Disini saya selaku ayah atau wali dari anak saya Giandra Cakra Manggala, ijin kan saya untuk mempersunting putri bapak Lingga untuk menjadikan istri putra saya Cakra.


mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan mohon maaf apabila kedatangan kami sekeluarga dan rombongan kurang berkenan, kami mohon maaf yang sebesar besarnya. yang kami harapkan semoga niat baik yang telah kami bawa akan bersambut baik pula. untuk perhatian bapak lingga sekeluarga saya haturkan terimakasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb."


(masih sempet sempetnya papa bang Cakra meledek anaknya diacara lamaran hahah).


" Assalamualaikum Wr. Wb."


"Waalaikumsallam Wr. Wb."


"sebelumnya saya juga mengucapkan Terimakasih untuk niat baik dari bapak Candra sekeluarga terhadap keluarga kami. bahkan mengantarkan langsung sang putra tercinta yang katanya banyak tingkah tersebut" ucap ayah Lingga memperjelas ledekan untuk bang Cakra dengan gaya sok cool menahan tawa.


sedangkan para tamu hadirin sudah tidak bisa lagi menahan tawanya. tetapi tidak untuk bang Cakra yang merasa malu karna aibnya terbongkar. hahaha


"emang dasar papa sama calon ayah mertua sama aja" batinnya sambil sedikit meringis salah tingkah karna kartunya di buka sang papa dan di perjelas oleh calon ayah mertuanya hahaha..


"baik disini saya sebagai ayah atau wali dari putri saya Diajeng Calya Candramaya akan menjawab niat baik dari keluarga besar bapak Candra. saya dan keluarga dengan ikhlas menerima niat baik putra bapak yaitu Cakra untuk melamar anak perempuan saya. akan tetapi untuk segala keputusan akan saya serahkan kepada putri saya apakah akan menerima langsung pinangan dari nak Cakra atau tidak" ungkap ayah Lingga. kelegaan yang sempat terjadi kemudian menjadi tegang kembali karna menanti keputusan dari Alya yang akan menjawab langsung lamaran bang Cakra.


setelah ayah Lingga berbicara langsung menoleh pada sang istri. "Bun tolong Alya nya di bawa kesini untuk menjawab langsung pertanyaan dari pihak laki laki" yang diangguki sang istri.

__ADS_1


suasana di san nampak tegang menunggu kedatangan Alya. tetapi tidak dengan Alya yang berada di kamarnya sedang berdebat dengan perias karena tidak nyaman dengan baju kebaya yang di pakainya katanya terlalu ketat lah, gak bisa nafas, gak bisa gerak, kaku lah. hahahaa.


tak lama kemudian datang seng bunda. "Al ayo keluar tamu sudah menunggu"


"bentar bunda... ini gimana sih buat jalan aja susah" protes ambil mencebikkan bibirnya.


"namanya juga kebaya nduk, aneh kamu itu, ya begitu itu bentukannya. udah gak usah kebanyakan protes ayo keluar gak enak sama tamunya" ujar sang bunda kemudian menggandeng tangannya


"bund iihh" sambil manyun.


"hus, jangan di manyun manyunin bibirnya, senyum nduk senyum, malu dong sama tamunya masa di kasih bibir manyunmu itu"


"iya iya...." tak lama kemudian memilih berjalan sambil menunduk.


dari kejauhan bang Cakra yang melihat Alya berpakaian kebaya berjalan anggun pun terpesona apalagi setelah Alya mendongakkan wajahnya semakin membuat bang Cakra terpesona.


"wuiis ayune dek" ucapnya tanpa sadar yang mendapat tepukan dari sang papa dan di sambut tawa orang orang yang hadir. hahaha


"hus kamu itu, mbok tau tempat" ujar papa dan di balas cengiran bang Cakra.


bang prabu yang melihat itu tertawa paling kencang karna tindakan spontan sang sahabat yang terbilang konyol..


"sekarang kita lanjutkan lagi acaranya".


"sini nduk duduk sebelah ayah" ujarnya pada sang putri.


kemudian Alya duduk dengan anggun dan malu malu karna mencuri pandang pada bang Cakra begitupun sebaliknya bang Cakra tidak bisa berkedip melihat paras cantik sang kekasih. hahaha


"nduk, begini. tadi keluarga bang Cakra menyampaikan maksudnya meminang kamu untuk dijadikan istri sama bang Cakra. bagaimana keputusan dari kamu" tanya ayah Lingga


"terimakasih ayah, ijinkan Alya untuk menjawabnya, namun sebelumnya Alya ingin mendengar langsung dari Abang" sambil menundukkan pandangan bersikap anggun.


"bagaimana Cakra?"


"baik terimakasih. sebelumnya saya mohon ijin kepada bapak lingga sekeluarga untuk langsung mengutarakan niatan saya kepada putri bapak" dan diangguki ayah Lingga.


tak lama kemudian langsung menarik tangan sang kekasih untuk ikut berdiri.


"Bismillahirrahmanirrahim. hari ini abang berdiri di hadapan adek untuk mengutarakan keinginan mempersunting adek.." menjedanya

__ADS_1


"Dek Alya,, memang Abang bukanlah laki-laki yang sempurna dan bahkan mungkin Abang pun tidak pernah masuk dalam kriteria calon suami idaman mu."


"kalau soal tampan bisa lah di pamerkan. kalau soal gagah tak perlu lah di ragukan" dengan candaannya dan sedikit cekikikan yang membuat Alya melongo betapa pedenya calonnya itu. dan tamu hadirin malah menyoraki ke PD an bang Cakra hahahha.


"huuuuu" sorakan paling keras dari bang prabu dan yang lain hanya tepok jidat.


"khemm... adek,,,, Abang memang tidak bisa menjanjikan seluruh waktu Abang untuk mu, karna pada dasarnya jiwa raga bahkan waktu Abang sudah dikontrak oleh negara, tapi Abang bisa mengusahakan lepas urusan negara Abang slalu ada untukmu.."


"mungkin abang pun bukan orang kaya yang bisa membelikan mu barang barang branded, tapi setidaknya Abang bisa mencukupi mu saat kita sudah berumah tangga nanti Abang bisa menjamin jika kamu tak akan kekurangan barang sedikitpun." "Abang tak bisa berjanji untuk membuatmu bahagia, tapi Abang akan selalu mengusahakan kebahagiaanmu"


"Diajeng Calya Candramaya" meraih tangan sang kekasih


"didepan kedua orang tuamu dan Abang serta keluarga dan rekan rekan yang hadir hari ini, Abang ingin mengatakan..." sedetik kemudian berlutut


"maukah kamu menjadi pendamping hidup Abang, menjadi istri serta ibu dari anak anak Abang, menghabiskan waktu hidup bersama dengan Abang sampai hanya maut yang memisahkan kita?" dengan tatapan memuja penuh harap.


Alya pun terharu meneteskan air matanya mendengar permintaan langsung dari bang Cakra yang di saksikan kedua keluarga dan rekan rekan bang Cakra.


begitupun dengan orang orang yang menyaksikannya ikut terharu dengan ungkapan cinta kasih bang Cakra terhadap Alya.


melihat Alya yang masih terdiam pun bang Cakra mengulangi lagi permintaannya.


"Will you Merry me?"


Alya pun mengangguk dengan antusias dan diliputi rasa haru. "iya Alya mau"


"Alhamdulillah" sorak semua yang ada disana karna acara lamaran berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan.


setelah itu bang Cakra mengambil cincin yang ada di sakunya dan memakaikannya Kejari Alya begitupun sebaliknya yang di sambut tepuk tangan meriah dari semuanya.


...**************...


Yeayy akhirnya sudah tukar cincin lamaran ya readers ku,, hehheh.. tinggal nunggu selanjutnya untuk pernikahan dan kehidupan selanjutnya yaaa..


Terimakasih banyak untuk para readers ku yang dengan setia selalu mendukung dan mengapresiasi cerita yang author buat, dengan memberikan like serta komennya yang menambah semangat up author๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


...Happy reading all๐Ÿ˜‰...


...*Salam sayang Author R. Diary*...

__ADS_1


__ADS_2