
Keesokan harinya, terlihat Alya berjalan hendak pergi ke koperasi batalyon dengan bersenandung ria. entah tumben sekali ia terlihat bergembira padahal saat ini tujuannya ke koperasi batalyon karna disuruh sang bunda membelikan suatu barang. padahal biasanya ia akan menggerutu karna malas tapi mungkin suasana hatinya saat ini lagi bahagia hihihii..
saat sampai di koperasi lagi lagi tanpa sengaja dia bertemu dengan sang pujaan hati yang terlihat sedang duduk bertelanjang dada bersama beberapa prajurit lain yang nampaknya selesai lari pagi karna terlihat dari keringat yang bercucuran di badan para prajurit tersebut termasuk bang Cakra.
saat hendak masuk ke koperasi Alya nampaknya mulai salah tingkah karna sang kekasih sejak melihatnya akan menuju koperasi setia memandangnya hahaha tanpa satupun diantara prajurit yang bergerombol bersamanya tahu.. Alya yang sedang salah tingkah terlihat sangat menggemaskan sehingga mengundang godaan bagi tentara tentara muda yang berada di sekitar bang Cakra.. lali salah satu tentara tersebut pun menggodanya
"ehh ada putri komandan, neng Alya mau beli apa nih"
bang Cakra yang mendengar anggotanya menggoda sang kekasih pun seketika berubah geram.
"mau Abang temani gak" terdengar prajurit lain menyahuti.
Alya yang melihat raut wajah bang Cakra terlihat sedang tidak mengenakkan pun tak ada niat menyahuti pertanyaan para tentara muda itu namun dia memilih tersenyum sambil menganggukkan kepala saja karna batinnya cari aman saja tapi ternyata hal tersebut malah membuat bang Cakra semakin terlihat marah.
"duh manis banget senyumnya" tentara lain menyahuti
"iya jadi tambah cantik kalo senyum gitu" dan disahuti temannya.
bang Cakra yang sudah tidak tahan karna kekasihnya di goda oleh anggotanya lalu berdehem keras beberapa kali.
"khheemmm khheemmm.."
"minum bang" salah satu tentara muda yang berada di sampingnya menyodorkan minum kepada bang cakra. ia tak menyadari situasi menyeramkan yang akan dihadapi teman teman nya karna sudah menggoda Alya yang tak lain sang kekasih.
memang benar tidak ada yang tau bahwa Alya sudah menjadi kekasihnya tapi dalam pikirannya kenapa para tentara muda itu tidak takut menggoda anak sang komandan. tidak habis pikir dengan mereka.
"trimakasih" lalu berdiri menghampiri Alya yang membuat para tentara muda yang tak lain anak buahnya terdiam.
"mau beli apa dek, cepat beli trus pulang" dengan nada datar dan lirih penuh tekanan karna tidak rela sang gadis lama lama berada di sana karna banyak tentara muda yang memandanginya.
"tadi bunda minta tolong belikan ini" sambil menyodorkan cacatan kecil.
"kenapa sih bang, sabarlah masih diambilkan sama yang jaga koperasi"
"iya tapi selesai itu langsung pulang, kalau perlu Abang antar"
"ih Abang kenapa, aneh deh. baru juga ketemu udah nyebelin aja" memutar bola matanya malas.
"jangan jangan Abang beneran cemburu yaa hayoo ngaku" sambil tersenyum meledek.
"apaan, enggak ya ngapian juga cemburu dilihat dari sisi manapun Abang unggul" menyombongkan dirinya dengan menyugar rambutnya.
__ADS_1
"dihh pede gila Abang,, udah om om juga"
"walaupun om om seperti katamu tapi semakin berkharisma kan, buktinya kamu kecantol Abang" sambil mengedip ngedipkan matanya.
sedangkan anak buahnya yang dari tadi memperhatikan gerak tingkah laku bang Cakra menjadi heran kira kira ada hubungan apa komandannya dengan anak danyon tapi tidak berani berkata apapun, karna danton nya terkenal bengis alias tegas dan galak hehehe..
skip lanjut Alya dan bang Cakra.
"dih, Geer banget abang. mungkin adek khilap nerima Abang" jawab Alya
"sembarangan kamu dek, ga ada ya kayak gitu jelas jelas kamu nangis karna udah jatuh cinta sama Abang" tersenyum meledek. amarah yang tadi menguasainya karena rasa cemburu seketika hilang karna berbincang saling menggoda bercanda bersama sang kekasih.
"ihh Abang,, gausah diperjalas kenapa gak usah di ingetin kan maluu" ucap Alya malu karna mengingat hari dimana ia menangis karna tidak dapat mengartikan rasa cinta nya kepada bang Cakra hahaha..
bang Cakra yang mendengarnya langsung tertawa karna merasa lucu dengan tingkah Alya setelah dia ingatkan bagaimana saat dirinya saling menyatakan cinta dengan sang kekasih yang berada di hadapannya saat ini.
"hahaha, lucu banget sih kamu dek pengen cubit tuh pipi deh rasanya"
"Abang gausah mulai ya, ngambek nih" mencebikkan bibirnya sambil mengancam bang Cakra.
(lucu sekali kamu naakk,, hahahah)
"ulu uluuu sayang, jangan ngambek yaa, iya Abang gak akan ngungkit ngungkit itu lagi"sambil tersenyum menggoda.
"iyaaa enggak ini loh, siapa sih yang ngeledek gak ada yang ngeledek ini, Abang cuma senyum doang masa gak boleh sih" ucapnya dengan tetap tersenyum tapi bukan senyum meledek.
"ya boleh tapi jangan ngeledek kayak tadi, kan jadinya kesel"omelnya tapi pipinya memerah karna di goda bang Cakra sedari tadi, hahaha..
"enggak ini loh dek. udah kamu cepetan pulang barang nya udah dapat kan?" tanyanya
"udah, bentar Alya bayar dulu trus pulang"
"berapa tan?" ujar Alya pada penjaga koperasi.
"seratus dua puluh tujuh ribu mbak Al"
"ini tan, pas ya" ujar Alya.
"makasih mbak Al"
mengangguk lalu berkata "saya permisi dulu.
__ADS_1
"Monggo mbak Al"
setelah berbicara dengan penjaga koperasi Alya beralih kepada bang Cakra.
"nih udah kan, Alya mau pulang dulu" sambil memberi taukan belanjaan ditangannya.
"yaudah, ati ati. nanti Abang telfon" Alya pun mengangguk setelah itu saat ingin berlalu pergi bang Cakra memberhentikan langkahnya.
"eiitss gasopan kamu dek, slim dulu sama abang"
"dih, pengen banget di salimi ya Abang" tapi tak ayal juga iapun meraih tangan bang Cakra dan menciumnya.
"assalamualaikum abang" lanjutnya.
"waalaikumsallam".
setelah Alya berlalu pergi. orang yang menjaga koperasi pun bertanya karena merasa ingin tahu tentang hubungan keduanya mengapa bang Cakra terlihat sangat dekan dengan anak danyon apa mereka ada hubungan.
"mohon ijin danton, apa danton sama mbak Alya pacaran? lucu saya lihat danton sama putri komandan" sambil mesam mesem setelah melihat tingkah keduanya, konyol tapi mesra.
"ibu bisa saja" sambil tersenyum.
"cepet diajak pengajuan danton" goda seng ibu penjaga koperasi yang tak lain adalah istri salah satu anggota disana.
"minta doanya saja Bu" masih tersenyum "lalu gitu saya permisi" lalu menganggukkan kepalanya yang di balas anggukan juga dari penjaga koperasi itu.
setelah itu bang Cakra berlalu kembali ke kerumunan anggotanya dan menatap garang para anggotanya, masih tersisa rasa cemburu karna mengingat ada dari mereka yang sempat menggoda kekasihnya tadi.
saat sudah berada di depan para anggotanya, salah satu dari mereka ada yang bertanya "ijin danton, kalau boleh tau apa putri komandan sama danton pacaran?"
"khemm,, doakan calon istri saya itu" ucapnya garang.
"siap salah, mohon ijin danton kami gak tau, kami minta maaf untuk yang tadi" sedikit ciut nyali saat melihat tatapan mengerikan sang danton yang sedang cemburu.
"lain kali jangan diulangi, atau kalian guling botol di lapangan" menyeringai
"i-ijin si-siap tidak berani danton"
"bagus... yasudah saya permisi mendahului"
"siap danton"...
__ADS_1
setelah hari itu mulai terdengar desas desus mengenai bang Cakra dan Alya sang anak komandan batalyon yang tengah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, hingga berita tersebut sampai pada ayah Lingga...
...***************...