
"tapi bang apa keputusan ini tidak terlalu terburu buru" ujarnya masih menyimpan keraguan meskipun saat pembicaraan bersama keluarganya di dengan sadar sudah menerima bang Cakra.
"kenapa? adek gak mau Abang ajak serius? atau adek ada pilihan lain?" tanyanya sedikit sewot karna mengira Alya tidak mau di lamaran nya.
"iiihh bukan gitu, Aku kan cuma ngerasa semuanya terlalu cepat. apa Abang yakin pilih Alya buat jadi calon istri Abang. Abang belum sepenuhnya tau tentang Alya" ujarnya melemah..
"Abang gak peduli itu dek, yang pasti hati Abang yakin milih kamu. gak mungkin kan Allah salah memilihkan jodoh dan menetapkan perasaan hambanya. Abang sangat yakin dengan perasaan Abang padamu" jawabnya mencoba meyakinkan.
"tapi kalau ternyata Alya tidak seperti apa yang Abang mau gimana? apa Abang akan buang Alya" ucapnya takut karna ia menyadari banyaknya kekurangan yang ada pada dirinya. meskipun sebenarnya tidak ada manusia yang sempurna.
"ngaco kamu dapat pikiran dari mana seperti itu. denger ya dek, Abang berniat serius sama kamu karna Abang yakin dengan hati Abang padamu. jangan mikir terlalu jauh lah kamu itu,, mana ada Abang mau buang kamu, kamu itu pilihan hati Abang,, ada sesuai gak sesuainya itu ya konsekuensi Abang lagian manusia gak ada yang sempurna kenapa harus mempersulit hal yang tidak seharusnya dipersulit sih dek.. Denger Abang baik baik apapun yang ada pada dirimu Abang dengan ikhlas menerimanya, kamu ngerti?" menjelaskan panjang lebar untuk meyakinkan Alya.
"i-iya Abang, maaf"
"iya Abang maafkan."
"kamu lagi apa dek, udah malem ini gak ngantuk kamu?" tanya bang Cakra.
"lah ini kan lagi telponan sama Abang gimana sih. ya habis ini mau tidur"
"ahhahaa, yasudah kamu tidur istirahat sekarang. jangan lupa mimpi in Abang ya cantik" goda bang Cakra
"abaaang, mulai deh julid amat jadi orang" juteknya.
"loh emang dimana salahnya Abang", sok ga tau sambil mesam mesem menggoda sebenarnya dia tau kalau sang kekasih sedang tersipu karna panggilannya.
"pikir sendiri. udah ah Alya males sama Abang suka julid. mau tidur aja."
"ahhaha,, jangan marah marah sayang kalau marah makin cantik kamu." masih menggoda alya.
"abaaang...." jengkel alya
"ehehe ya asudah kamu istirahat Abang juga ini mau tidur capek. assalamualaikum calon istriku" ucapnya terdengar sangat lembut.
sedangkan Alya yang mendengar perkataan penutup dari bang Cakra jadi tersipu malu
"wa-alaikumsallam." ujarnya sedikit terbata saking malunya, hahaha..
...........
ke esokan harinya bang Cakra berencana untuk menghubungi orang tuanya tapi ia urung kan tapi tak lama kemudian ia malah bergegas pergi menemui anggota pleton nya. entahlah apa yang akan di buat oleh bang Cakra hanya dia dan Allah saja yang tahu.
(eeaaaa hahahaha canda ya ges ya)
__ADS_1
skip skip skip....
setelah mengumpulkan anak buahnya dia juga tak lupa memberi tahu sang sahabat untuk ikut berkumpul di sana.
"tuuutttt,, tuuuttt,, klik"
"halo" ucapnya orang di sebrang telepon"
"ya halo, bu sekarang gua tunggu di ruangan gua penting. ga pakek lama." ucap bang cakra
"tuutt" bunyi sambungan di akhiri.
"buset, wong edan. belum juga gua jawab udah dimatiin aja" dumel bang prabu.
"untung sohib, kalau bukan udah gua gantung tuh di pohon talas"
hahaha bang prabu mah aja aja ada. eh ada ada aja maksudnya hehehe masak pohon talas dibuat gantung orang mana bisa.. skip skip skip...
sedangkan di ruangan bang Cakra kini telah berkumpul anggota pletonnya.
"apa sudah berkumpul semuanya?" bang Cakra bertanya
"siap sudah danton" jawab anggotanya.
"kheemm,, jadi saya mengumpulkan rekan semua untuk meminta bantuan. saya..." belum Samapi selesai mengutarakan maksudnya sudah ada yang menerobos masuk ruangannya tanpa mengetuk pintu ditambah lagi diiringi dengan suara omelan orang tersebut.
(tau kan readersku siapa gerangan orang tersebut hehehe..)
yaa benar sekali dia adalah bang prabu.
"hosh hosh hosh. dasar temen durjanah ya lu cak, udah telpon gak basa basi gak nunggu jawaban orang langsung di matiin, suruh cepet cepet kesini juga ngapain sih, baru aja gua mau makan, teganyaa punya temen modelan begini ini" ucapnya panjang lebar tanpa menyadari bahwa di belakangnya sedang berkumpul anggota pleton nya bang Cakra.
para anggota yang melihatnya hanya diri agar tidak bersuara dan tetap menonton drama bang prabu yang seakan menjadi orang yang sudah dinistahkan sang sahabat. hahaha
"lebay lu, udah diem jangan crewet." timpal bang Cakra.
bang prabu yang melihat reaksi bang Cakra hanya biasah biasah aja bahkan terkesan bodo amat membuat bang prabu mangap mangap seperti ikan kehabisan nafas. hahaha
"a-apa lu katee, gua cerewet"
"iya lebay, udah duduk sana lu"
"tanggung jawab dulu lu minta minum gua, nanti kalau gua pingsan karna dehidrasi itu salah Lo" tanpa menunggu lama langsung menyambar minuman di meja kerja bang Cakra dan meneguknya sampai tandas hingga tetes terakhir hahaha.
__ADS_1
"heleh laki kok pingsan, laki bukan lu" menjahili bang prabu"
"waaahh kurang ajar ni orang, dosa lu nistain temen sendiri" ujarnya sambil memasang mimik wajah orang yang terdzolimi.
"ya Allah, tolong Baim ya Allah, jangan biarkan Baim terdzolimi ya allah" dengan ekspresi makin parah yaitu memelas.
para anggota bang Cakra yang tidak bisa menahan tawanya karna ulah sahabat danyonnya pun langsung tertawa terbahak bahak.
"hahahahaa..." dan saat itu juga membuat bang prabu sadar kalau diruangan itu tidak hanya dirinya dan bang Cakra tapi ada banyak orang
"astaghfirulloh" kaget bang prabu yang malah disambut tawa lebih kencang dari anggota pleton bang Cakra.
"hahahaha,, hahahaha..."
"ya Allah Ndan, lucu banget sih komandan. hahaha"ucap salah satu anggota. bang Cakra yang tidak mau sang sahabat tambah malu akhirnya menengahi..
"sudah sudah diam dulu semuanya." menjeda ucapannya.
"mending lu duduk juga noh di sana" menunjuk kearah sofa yang kosong.
"khemm berhubung rekan saya juga sudah ada di sini saya mau lanjutkan pembicaraan kita tadi"
"jadi begini saya mau minta tolong pada semuanya. sebelumnya saya mohon maaf karna ini tidak menyangkut kantor alias urusan pribadi tapi saya harap rekan semua berkenan membantu saya."
"saya ingin meminta tolong semuanya membantu saya mempersiapkan acara lamaran untuk Minggu depan" ucapnya sedikit malu karna melibatkan anggotanya saat ini.
"lamaran Ndan?"
"lamaran cak?"
ucap bersamaan bang prabu dan anggota pleton bang Cakra.
"iya, saya akan melaksanakan lamaran Minggu depan"
para anggotanya sedikit tidak percaya bahwa akan secepat itu bang Cakra melakukan lamaran. padahal masih kemarin berita tentang bang Cakra yang memacari anak sang komandan.
sedangkan bang prabu yang tidak tau apa apa bahkan gosip mengenai hubungan sahabatnya dengan anak komandan pun bingung.
"buset, sapa yang mau lu lamar cak?"
"gua mau lamar aa..."
...**********...
__ADS_1