
Gak kerasa banget udah dua Minggu Alya menjalani hari harinya tanpa bertemu sang kekasih. jangan kan bertemu bertukar kabar pun hanya 2 kali..
"kalo gak salah Abang waktu telephon bilang mau pulang hari ini kan ya" tanyanya pada dirinya lebih tepatnya mengingat ingat perkataan bang Cakra padanya.
"aduh gimana nih, jemput Abang gak yah. tapi kan malu" ujarnya malu malu kucing hahaha.
"tapi kasian Abang gada yang jemput. yaudah deh jemput aja" tekadnya. tetapi beberapa menit kemudian ia kembali bingung.
"aaa gak jadi deh" ujarnya yang kembali mengurungkan niatnya untuk menjemput bang cakra.
"tapi kangen huwaaa" teriak Alya di kamarnya.
sontak orang rumah yang mendengarkan teriakan Alya pun kaget dan bergegas melihatnya.
"tokk tokk tokk tokk tokk" suara pintu kamar Alya yang di ketuk dengan kencang. saking kencangnya mungkin bisa di bilang gedoran ya gess.
"Al kenapa kamu teriak teriak, buka pintunya" ujar sang ayah panik takut anak gadisnya kenapa napa.
Alya yang mendengar sang ayah menggedor gedor pintu kamarnya pun menjadi panik karna dia kelepasan teriak teriak.
"mampus Alya, ngapain sih lu pakek teriak segala, jadi ribet kan" menyesali kecerobohan nya.
"eeh emm emmm gapapa yah bukan apa apa" ujarnya menjawab sedikit keras dari dalam kamarnya menyahuti sang ayah.
"yang bener kamu,, buka dulu pintunya ayah mau masuk"
"duh ayah, pakek mau masuk segala" batinnya resah.
"yaudah deh buakin aja kali ya dari pada tambah rame ribet. iya bukain aja" pikir nya
"iya ayah sebentar"
"ceklek" suara pintu di buka.
"kenapa ayah ku yang tampan, Alya gapap kok yah super deh hehehe"
yaah pun masuk kemudian mengamati sang putri dengan selidik.
"gak percaya ayah" sambil memicingkan matanya menatap ke arah alya.
"tadi ngapain teriak begitu pake bilang tapi kangen segala, kangen siapa kamu dek" selidik ayah Lingga.
"eh i-itu yah adek kangen bang Aksa iya kangen bang Aksa. kenapa sih Abang gak balik balik, Alya kan pengen ditemenin bang Aksa yah, suruh pindah dong bang aksa nya kesini aja. iya gitu" kilahnya karna tak ingin sang ayah tahu sekarang kalau sebenarnya dia sudah punya kekasih yang sialnya adalah anak buah sang ayah.
"Oalah kangen bang Aksa, gausah gugup kali dek. kalau itu ayah juga sama kangen sama abangmu itu. tapi kamu juga harus ngerti abang kan abdi negara sama kaya bang Bima kaya ayah jadi gak bisa seenaknya minta abang mu pergi pergi atau pindah gitu. faham nduk" jelas ayah Lingga.
"iya ayah Alya faham"
"yasudah ayah tinggal dulu lain kali jangan teriak teriak gitu ngagetin orang aja kamu itu" sambil mengusap kepala sang anak lalu berjalan keluar dan berlalu pergi sebelum itu ayah Lingga menutup kamar sang putri.
"huufftt syukur ayah ga curiga, kalo ayah gak percaya tadi mampus dong gua" menghela nafas lega.
"lebih baik tunggu kabar lanjutan dari bang Cakra aja deh. gak mau main jemput jemput dulu. itu lebih baik".
__ADS_1
.........
Benar saja skitar jam 10 pagi seluruh yang mendapatkan dinas luar bersama bang Cakra akhirnya tiba di batalyon.
setelah upacara penyambutan kembalinya para prajurit ke kesatuan. seluruh anggota membubarkan diri dan menghampiri keluarga masing masing yang tengah menjemput mereka bagi prajurit yang sudah berkeluarga.
tapi tidak dengan bang Cakra dan bang prabu yang notabene nya jauh dari orang tuanya dan belum berkeluarga..
"gila semuanya di sambut begitu yak, apa kabar kita jauh orang tua kekasih pun tak punya" ucap bang prabu memelas di samping bang Cakra.
"ckkk biasa aja napa bu, biasanya juga gitu kan sendirian, kalo mau kaya mereka ya nikah sono jangan koleksi cewek aja tapi gada yang lu seriusin" ucap bang Cakra menimpali bang prabu.
bagai diberi ledekan oleh seng sahabat bang prabu pun tak terima padahal memang benar kenyataannya kalau dia hanya pacaran putus pacaran putus Gonta ganti tiap bulannya bahkan kadang beberapa Minggu sekali udah beda cewek. hahaha.
"eh gua bilangin nih, bukan maksud gak mau serius tapi cari istri ntu gak bisa sembarangan pot, gini gini nih se bej*t bej*t nya gua kalau mau punya istri mah juga pilihnya yang baek baek, paham kagak lu". ujarnya nyerocos.
"ya kalau sekarang masih gonta ganti itu mah proses namanya"
"proses proses Pala lu" sambil ngegeplak pala bang prabu
"aduhh,, main geplak geplak aja lu pot, gini gini pala selalu di fitrahin sama emak gua" sambil mencebikkan bibir
"dih, ga pantes lu pasang muka kek gitu" sambil bergidik jijik. hahaha
"sue lu" kesalnya.
"dahlah gua mau balek aja, kesel gua ama lu" ambeknya.
"yaudah Sono, gua juga mo balek. sepet siat lu" sambil tertawa ngakak hahaha..
"hahaha"
bang Cakra yang melihat kekesalan sang sahabat hanya tertawa setelah itu ikutberlalu pulang.
..............
"Alhamdulillah Sampek juga" gumamnya saat sudah memasuki rumahnya kembali.
"bersih bersih dulu lah, nanti baru kabari Alya" sambil mesam mesem sendiri membayangkan cantiknya sang kekasih.
"ayu ne dekk, marai tambah kangen" gumamnya seketika terbayang sang kekasih hati.
"sabar Cakra nanti pasti ketemu, sekarang beres beres dulu lah"..
skip skip skip....
malam harinya masih di rumah dinas bang Cakra.
"kabari Alya dulu lah, tadi ketiduran segala lagi jadinya gak jadi ngabari Alya huufftt".
"langsung telephon aja kali yak" sambil berfikir
"oke deh semoga diangkat" sambil tersenyum
__ADS_1
"tuuutt,,, tuuutt,,, tuuut,,, klick" setelah beberapa detik akhirnya diangkat juga.
"halo assalamualaikum adek" lagi lagi tanpa melihat nama sang penelphon langsung mengangkatnya.
"iya waalaikumsallam" jawab Alya tapi sedetik kemudian ada suara orang berbisik dari sebelah Alya tapi masih terdengar oleh sang penelpon yang tak lain adalah bang Cakra.
"siapa dek yang telpon" yaa pasalnya saat ini Alya sedang bersama sang Abang
"Gatau hehehe, kan Alya langsung angkat"
"kebiasaan nih anak, lihat dulu baru diangkat" menjitak kepala sang adek merasa gemas dengan tingkah nyleneh adeknya.
"auu sakit Abang, kenapa jitak jitak sih" terdengar ribut sendiri dan mengabaikan seng penelpon.
sedangkan di rumah bang Cakra pun heran bercampur penasaran siapa gerangan laki laki yang sedang bersama sang kekasih hati malam malam begini.. "kenapa Alya tidak ngenalin suara gua, masa gua tinggal tugas bentar udah lupa aja dia huufftt" ujarnya prustasi.
"halo Al, haloo"
"kenapa tidak dijawab tapi masih tersambung. dan apa yang sedang terjadi kenapa ribut sekali" semakin bingung.
"hallo dek Alya apa kamu dengar suara Abang?" tanyanya sedikit keras sehingga Alya yang sedang berada di sebrang sana mendengarnya dan menjawab.
"hah a-abang,, i-iya denger kok denger"
"kamu lagi ribut sama siapa, kenapa Abang telfon dari tadi tapi kamu sibuk sendiri" ucapnya menahan geram karna dirinya mendengar suara laki laki lain bersama kekasihnya dan dia tidak pernah tau bahwa Alya memiliki Abang kandung.
"ma-maaf Abang, ini nih Abang Alya rusuh kepo banget pengen tau aja urusan orang"
"abang kamu?? kamu punya Abang dek" lagek bang Cakra baru mengetahui fakta itu.
"iya Alya punya abang, nih bang bima."ujar Alya memperjelas.
"maksud adek letda Abimana? itu kakakmu?"
"iya itu abangnya Alya" jawabnya.
kaget itulah yang dirasakan bang Cakra ternyata orang yang selama ini di cemburui nya adag Abang dari sang kekasih namun ia pun menjadi lega karna berarti itu bukan orang asing yang mencoba mendekati alya.
sedangkan bang Bima yang ada di samping Alya mencoba mencuri dengar siapa yang menelfon adiknya.
Alya pun yang merasa risih dengan sang Abang.
ia pun memilih mengakhiri sambungan teleponnya bersama sang kekasih.
"Abang udah dulu ya, ada orang kepo nyebelin nih" ujarnya sambil meliri ke arah bang bima.
"yasudah disambung besok lagi aja gapapa. Abang juga mau istirahat capek tadi baru pulang. Abang pamit ya dek. kamu jangan begadang. assalamualaikum"
"iya waalaikumsallam".
setelah telpon ditutup pandangan Alya kembali pada sang Abang.
"ih apaan sing bang, jadi orang kok kepo. minggir minggir mau kekamar aja tidur" dan berlalu pergi
__ADS_1
"idih orang cuma penasaran juga, masa gaboleh" sambil garuk garuk kepalanya yang gak gatal kemudian bergegas pergi ke kamarnya juga untuk istirahat.
...************...