CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)

CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)
Perkara Melamar


__ADS_3

"haaahh...." papa bang Cakra termenung dalam kekagetannya.


"gimana ma, coba diulangi lagi tadi mama bilang apa? Cakra mau melamar anak gadis orang?" tanyanya memastikan.


"iya papaaa, anak lanangmu ituloh telpon mama bilang katanya mau ngelamar perempuan Minggu lusa"


"apaaa,, kenapa baru bilang sekarang trus siapa juga yang mau di lamar itu, bisa bisa nya tu anak"


"makanya mama juga jengkel nih papa aja yang ngomong sama Cakra" sambil menyodorkan ponselnya kepada sang suami.


"khem halo Cakra" ujarnya ketika sudah mengambil alih ponsel sang istri.


"halo assalamualaikum pa"


"waalaikumsallam, le apa benar yang mama mu bilang kamu mau ngelamar anak gadis orang?"


"iya pa, Cakra mau lamaran Minggu lusa. maaf ya pa baru ngabari Cakra lupa hehehe" sambil meringis kikuk.


"lahdalah gustii, tenan to le tibak e. siapa yang mau kamu lamar hah, jangan main main kamu Cakra jangan sembarangan cari calon istri. ngawur kamu itu" sahut sang papa


"papa tenang aja dia gadis yang baik pa, keluarganya juga keluarga baik baik, Cakra yakin kok pa dia bisa diajak rumah tangga. ini kan baru mau lamaran" ucapnya menengkan orang tuanya.


"haduuhh sekarepmu lah cak, papa pusing lihat ulahmu itu"


"hehehe piss pa selow"


"sela selo sela selo, papa damprat juga kamu" ujar papa karna pusing memikirkan tingkah sang putra.


"diih ya jangan dong pa, nanti kegantengan Cakra berkurang gimana, nanti calon istri Cakra gak mau lagi sama Cakra gimana papa mau tanggung jawab" guraunya.


"emboh lah cak, puyeng papa. trus acaramu itu kapan jam berapa?"


"acaranya Minggu lusa pa jam lapan pagi"


"duh Lee, sembrono kamu itu. yasudah papa mama siap siap berangkat kesana"


"ya pa, papa sama Mama hati hati diperjalanan. maafin Cakra baru ingat ngabari papa mama" sesalnya.


"youwes ora popo. tapi siap siap aja kamu kena omel mamamu, bikin perkara kok gak tanggung tanggung" ringis papa berbisik hapal dengan watak sang istri yang pastinya tidak akan tinggal diam mendengar ulah putranya.

__ADS_1


"yaudah papa tutup. assalamualaikum"


"waalaikumsallam".


setelah telepon dimatikan, tepatnya di kediaman bang Cakra saat ini sedang memikirkan cara bagaimana biar tidak mendapatkan Omelan dari sang mama.


"duh, mampus gua mana mama ganas banget kalau udah marah marah".. menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


sedangkan dikediaman orang tuanya dihebohkan dengan mama bang Cakra yang sibuk berkemas untuk menuju rumah dinas seng putra.


"papaaa, ayo bantuin mama berkemas,, kita harus berangkat nanti sore. gamau tau ya habis ini temenin mama beli hantaran"


"iya iya maaa" pasrah papa bang Cakra hanya bisa menghela nafas pasrah meladeni kehebohan sang istri.


"untung istri" batinnya


skip skip skip...


sore harinya masih di kediaman mama papa bang Cakra sedang ribet dengan bawaan yang ternyata gak sedikit untuk di bawa ke rumah bang Cakra sedangkan jarak antara kediaman mama papa dan rumah dinas bang Cakra sudah berbeda kota. apa mama di Surabaya sedangkan bang Cakra saat ini dinas di Semarang.


"paa papa ini gimana masukin mobilnya" keluh seng mama kerepotan dengan bawaannya.


"oooo jadi papa nyalahin mama nih, mama yang salah nih" ujarnya sewot.


"mampus,, keluar tanduk lagi si mama" batinnya tak berani bersuara langsung.


"aaa e-emm e-enggak dong ma, mama itu ga pernah salah ya gak ril?" kepada sang ajudan


"siap benar itu bu, kan tadi ibu blanjanya terlalu banyak bener kata bapak sekarang jadi repot" jawab sang ajudan nyleneh karena tidak begitu memperhatikan ucapan papa bang Cakra tetapi ia hanya mendengar perkataan sang atasan yang sebelumnya.


"duh celaka dua belas ini namanya,, awas kamu Aril tunggu pembalasan saya kalau sampai ibu negara ngamuk" batinnya kesal karna sang ajudan tidak bisa diajak kerja sama.


Sambil melotot kepada sang ajudan, memberikan tanda jika dia salah ngomong. tapi emang dasar sang ajudan saja yang kelewat loading belum bisa memecahkan maksud kode seng atasan malah garuk garuk kepala. dia tidak menyadari jika istri atasannya sudah mulai berasap telinganya saking geramnya dengan sang suami karna kesalahan ucapan sang ajudan. hahaha


"papaaaa" teriak sang istri marah


"eh eh enggak ma, jangan dengerin Aril, dia itu emang ngaco. enggak kok mama itu gapernah salah selalu benar. itu belanjaan gak bisa masuk mobil salahnya papa kok bukan mama. udah ya ma jangan marah, papa minta maaf deh nanti papa yang atur udah mama tau beres aja. sekarang mama mending masuk mobil aja bentar lagi kita berangkat ya ma. sebentar biar papa yang atur barangnya pap ayang rapiin" ujar papa bang Cakra merayu sang istri supaya tak memperpanjang masalah ini.


"yasudah, mama masuk dulu. jangan lama lama keburu malem" jawab mama bang Cakra.

__ADS_1


"siap ibu negara" sambil memberikan hormat lalu berlalu membereskan barang barang itu.


sedangkan sang istri hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah sang suami yang pintar sekali menghindari amukannya. hahahha....


..............


saat ini rumah dinas bang Cakra terjadi kegaduhan ulah 2 sahabat yang tak lain tak bukan bang prabu dan bang Cakra. terlihat mereka berdua berebut makanan tidak ada yang mau mengalah.


awak mula kejadian dimana bang Cakra sedang santai duduk lesehan di depan televisi sambil menonton TV pastinya dengan makan cemilan yang ia beli tadi saat pulang kantor. dan di samping cemilan ada minuman kesukaan bang Cakra yaitu jus alpukat yang di belinya bersamaan dengan cemilan itu.


saat sedang asik nyemil sambil nonton tv tiba tiba bang prabu datang tanpa ba bi bu langsung menyerobot minuman bang Cakra. pada saat bang prabu akan meminumnya bang Cakra pun kembali merebutnya, jelas dia tak terima karna minuman favoritnya yang belum sampai ia minum sudah di serobot seng sahabat apalagi dia tidak bisa membuatnya sendiri di rumah karna tidak tersedia buah alpukat dirumahnya.


"paan sih bu, sono kalau mau minum ambil aer putih di belakang sono, jangan yang ini" ujar bang Cakra mempertahankan minumannya.


"gak mau,, bagi Napa sih cak pelit amat lu ama sohib ndiri" ujarnya menyebikkan bibirnya


"diihh muka lu gausah sok imut gitu, ga cocok" sambil menampilkan ekspresi wajah seperti ingin muntah. hahahha


"awas tangan lu, ini punya gua gak usah rese ya lu pot" sambil menepuk tepuk tangan bang prabu supaya melepaskan minumannya.


"cckkk dikit aja cak" memelas


"gak, kalau mau beli ndiri sono. di depan batalyon juga ada."ucapnya acuh.


"gak ah, males gua minta aja dikit" memaksa.


"gak yaa, kok lu maksa sih"


dan akhirnya terjadi pertengkaran merebutkan segelas jus. hahaha


sampai akhirnya pertengkaran itu berhenti karna ada suara melengking perempuan yang memanggil nama bang cakra.


"cakraaaa......"


(hahaha kira kira siapa ya readers kalau penasaran ayo lanjut bab berikutnya)


...*************...


Terimakasih ya yang sudah setia mendukung author ini. mohon maaf kalau selama membaca karya author banyak kekurangan di sana sini karna author masih pemula. semoga readers ga ada yang bosan ya membaca cerita author yang masih banyak flat nya gak Nemu feel. semoga ceritanya menghibur🤗

__ADS_1


...*Salam sayang Author R. Diary*...


__ADS_2