
ada ketakutan tersendiri di benak ayah Lingga ketika mendengar isu mengenai sang putri yang dikabarkan menjalin kasih atau lebih tepatnya berpacaran ya dengan perwira muda kebanggaan di ranah militer itu.
Bukannya apa ia tidak mengira saja akan kedekatan Alya putrinya dengan anggotanya tersebut berujung melibatkan perasaannya.
Entahlah, ayah Lingga merasa ini semua tidak benar, bukan ia tak percaya dengan lelaki yang menjadi kekasih anaknya akan tetapi sebaliknya apakah sang putri tidak akan membuat masalah saja.
lagian ia belum rela jika ada laki laki lain yang dicintainya selain dia dan abangnya.
ayah Lingga merasa terlalu dini saja untuk sang putri menjalin hubungan lebih dari sekedar pertemanan..
rasa tidak percaya yang tiba tiba menyeruak membuat ayah Lingga berkeinginan untuk meminta penjelasan langsung dari keduanya. diperintahkan sang ajudan untuk memberitahukan bang Cakra supaya menemui nya di ruangan nya saat ini.
di ruangan bang Cakra sedang fokus mengerjakan pekerjaannya tiba tiba ada yang mengetok pintu
"tok tok tok,, permisi" setelah itu langsung masuk menghadap bang Cakra dan memberikan hormat kepada bang cakra.
"mohon ijin danton, menyampaikan amanat dari danyon. danton diminta untuk segera menemui beliau di kantornya. laporan selesai"
"laporan diterima, terimakasih bisa kembali ketempat" ujar bang Cakra memberi perintah.
tak lama kemudian Sang ajudan kembali.
bang Cakra merasa heran tumben sekali danyonnya itu memanggilnya secara pribadi padahal sedang tidak ada pancaran apapun. apa mungkin ada perlu lain yang memang membutuhkan bantuannya.
"aneh sekali,, yasudahlah langsung ku samperin aja"
saat sudah berada di depan ruangan ayah Lingga ada keraguan yang menyelimuti hatinya, apalagi selama perjalanan menuju kantor sang komandan beberapa kali ia mendengar desas desus mengenai dirinya yang resmi menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih dengan Alya yang tak lain anak danyon nya.
"kok jadi was was ya, apa mungkin Danyon memanggilku karna berita itu" sambil berdiri ragu di depan pintu ruangan ayah Lingga.
"yasudah lah kalau memang ada hubungannya juga kenapa, aku kan laki prajurit lagi masak mau mundur sih,, semangat Cakra pantang menyerah" menyemangati dirinya.
"bismillah Gusti" ucapnya berdoa sebelum mengetuk pintu ruangan sang danyon.
__ADS_1
"tok tok tok"
"ya masuk"
"permisi. selamat siang ndan. mohon ijin Lettu Giandra Cakra Manggala menghadap"
"siang. silahkan duduk dulu"ujarnya menyuruh bang Cakra duduk tepat di sofa yang berada di hadapannya.
"siap, ijin" kemudian duduk.
setelah itu keduanya tidak langsung membicarakan apapun yang membuat ruangan tersebut terasa sangat hening untuk beberapa saat.
setelah kurang lebih 10 menit barulah ayah Lingga kembali membuka percakapannya.
ditatapnya bang Cakra dengan seksama.
"khemmm,, sebelumnya saya meminta kamu untuk menemui saya bukan sebagai komandan atau atasanmu tetapi sebagai seorang ayah" kemudian menjeda bicaranya.
"hhuufftt,, saya sudah mendengar berita mengenai kamu yang dekat dengan putri saya lebih dari sekedar teman. apakah berita tersebut benar adanya atau hanya gosip semata"
dengan memantapkan hatinya bang Cakra memberanikan diri berkata tegas dan jujur masalah hubungannya dengan sang putri komandan.
"siap benar"
"huufftt...." ayah Lingga kembali menghela nafas kali ini sedikit keras.
"kalau kamu mau main main lebih baik jauhi Alya. dia terlalu kecil untuk menerima berbagai macam kemungkinan patah hati. apalagi saya tahu kamu laki laki hebat, apalagi kamu seorang perwira dengan segudang prestasimu. kamu pun laki laki dewasa". ucapnya tegas.
"ijin Ndan saya serius dengan putri anda. saya benar benar mencintainya bukan untuk mainan. jika diperbolehkan saya ingin meminta secara resmi dek Alya untuk menjadi istri saya" ucap bang Cakra juga tegas
"jangan main main kamu" ucap ayah Lingga sedikit keras karena ia pun kaget mengetahui bang Cakra ingin melamar putrinya.. ada rasa tidak rela yang menelusup dihatinya.. kehidupan militer yang sangat keras apakah sang putri akan mampu jika memiliki suami seorang prajurit militer apa lagi dalam tenggang usia yang bisa di bilang cukup muda bahkan baru saja lulus SMA.
"anak saya masih terlalu muda untuk mengenal dunia pernikahan. lebih baik kamu cari yang lain saja yang lebih sepadan seperti kamu. saya takut putri saya tidak akan bisa seperti apa yang kamu inginkan suatu hari lalu ada penyesalan di belakang Samapi memutuskan untuk berpisah" jelasnya menggebu.
__ADS_1
"maaf bukan maksud saya tidak percaya denganmu, tapi malah sebaliknya seperti yang saya katakan tadi, saya takut putri saya mengecewakan karna tidak sesuai dengan ekspetasi kamu. dia masih belasan tahun bahkan masih baru lulus SMA. dia tidak bisa memasak, tidak pandai ngurus rumah. saya takut putri saya hanya merepotkan kamu saja kalau seumpama benar benar berumah tangga dia terlalu polos dan tidak bisa apa apa". ayah Lingga memperjelas.
bang Cakra yang sedari tadi fokus melihat dan mendengar apa yang di takutkan oleh sang komandan bukannya malah mundur tapi semakin yakin untuk meminta Alya menjadi istrinya.
"saya mengerti Ndan, tapi saya sudah yakin dengan keputusan saya. saya ingin meminta ijin meminang putri komandan. dari hati saya yang paling dalam saya serius, dan saya tidak berniat main main. saya sangat faham dengan konsekuensi yang mungkin akan saya dapatkan di kedepannya tapi saya yakin saya bisa membimbing putri anda sehingga tidak akan terjadi hal hal yang tidak di inginkan. saya disini ada sebagai laki laki biasa yang memperjuangkan cintanya. ijinkan saya untuk melamar dek Alya" ucapnya tegas tak gentar meskipun sempat menuai penolakan sejak awal dari ayah Lingga.
"keras kepala sekolah kamu" ayang lingga frustasi melihat ke kekehan bang Cakra.
"apa kamu yakin jika perasaanmu bukan hanya perasaan sesaat atau mungkin cuma karna penasaran dan tertantang ingin memiliki tetapi jika sudah akan kamu tinggalkan bahkan campakkan begitu saja" masih dengan suasana tegang.
"siap, saya yakin dengan perasaan saya tidak ada keraguan sedikitpun dan saya bisa menjamin jika rasa ini bukanlah cinta² monyet yang mudah hilang dan terkikis begitu saja"
"apa buktinya?" tanya ayah Lingga sinis
"komandan bisa tindak saya, jika sampai saya menyakiti hati putri komandan. jangankan ditindak, saya berani mati di tangan komandan jika sampai itu terjadi" jawabnya yakin
"huufftt,, yasudah lah saya nyerah. kamu saya ijinkan melamar putri saya. saya tunggu akhir pekan dirumah untuk acara lamarannya. kalau sampai kamu ingkar janji dan hanya main main saja,, saya tidak segan segan menindakmu" sambil menatap garang bang Cakra.
ciut juga sebenarnya nyali bang Cakra. tapi demi cintanya demi pujaan hatinya apapun akan ia lakukan akan ia perjuangkan.
"siap, saya pastikan Minggu depan saya akan datang bersama keluarga dan rekan rekan saya."
"yasudah, kamu boleh kembali"
akhirnya bang Cakra berdiri dari duduknya dan memberikn hormat pada ayah Lingga.
"siap. Lettu Giandra Cakra Manggala ijin mendahului"
"lanjutkan"
setelah perbincangan yang lumayan sengit siang hari itu, ayah Lingga pun menceritakan semua nya terhadap keluarganya saat malam hari. bahkan ia pun menelpon anak ke abang abang nya alya yang sedang bertugas diluar kota.
...**************...
__ADS_1