CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)

CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)
Memperjelas Hubungan 2


__ADS_3

Kini bang Cakra dan bang Prabu tengah menunggu Sandra di salah satu meja di restauran seafood. tidak lama kemudian muncullah Sandra bersama laki laki tersebut.


"Cakra.." panggilnya. dan bang Cakra hanya mengangguk lalu..


"silahkan duduk san"


"sebelumnya aku mau tanya siapa lelaki di sebelahku itu"


"Dia ituu..." sebelum Sandra melanjutkan ucapannya pria yang berada di sampingnya terkebih dulu menjulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Sandra.


"saya kekasihnya Sandra, apakah kalian berdua teman Sandra?"


mendengar hal itu sandra hanya mampu menunduk karna merasa bersalah telah menghianati bang Cakra.


"oh iya kita temennya Sandra" mendengar jawaban bang Cakra seketika Sandra mendongakkan kepala begitupun dengan bang prabu terlihat terkejut dengan jawaban sang sahabat.


"mengapa Cakra tidak mengenakkan Sandra sebagai kekasihnya" batinnya sambil menyenggol bang Cakra.


bang Cakra yang mengerti maksud dari sang sahabat hanya tersenyum.


"maaf sebelumnya apakah saya bisa mengobrolberdua dengan sandranya, hanya sebentar" pintanya.


"iya silahkan" ujar pria itu dan tersenyum


"sebentar ya" kata Sandra dan laki laki yang mengaku sebagai kekasih barunya itu hanya mengangguk dan memilih mengobrol bersama bang prabu saat keduanya beranjak menuju meja lain yang tak jauh dari meja yang ditempatinya sekarang.


"sudah berapa lama?"


"4 bulan cak" sambil menunduk


"kenapa gak terus terang?"


"maaf" masih menunduk


"lihat aku san" setelah bang Cakra berkata demikian sandrapun mengangkat kepalanya untuk melihat bang Cakra.


"kalau memang sudah ada yang lain atau kamu sudah gak ada rasa lagi sama aku kenapa gak terus terang aja san. kalau kamu takut kecewa tapi kamu malah bermain di belakangku dengan berbagai alasan yang kamu ucapkan ketika aku menelfonmu itu percuma saja pada akhirnya akupun kecewa." Sandra yang mendengar hanya bisa menangis


"maafin aku cak, maafin aku"


bang Cakra yang melihat Sandra menangispun jadi tak tega.


"huufftt.." menghela nafas kasar. "sudah jangan menangis, semua sudah terjadi gada yang perlu disesali"


"apa ada yang ingin kamu jelaskan padaku San?"


"maafin aku cak, sudah mengkhianati mu bahkan sudah jalan 4 bulan lebih. jujur awalnya aku gak berniat untuk bermain api di belakangmu tapi pada saat itu ada seorang laki laki yang datang dan memberikan perhatian lebih padaku. sebagai perempuan yang memiliki kekasih seorang tetara yang pada kenyataannya sulit untuk memiliki quality time untuk bermanja dan di berikan perhatian intens merasa istimewa karena ada laki laki yang bisa memberikan perhatian lebih dari pada kekasihnya. maafkan aku yang tidak bisa menolak hal itu terjadi, karna seringnya dimana aku dan dia bertemu meskipun hanya berhubungan dengan pekerjaan lama kelamaan muncul perasaan lebih apalagi sebagai wanita aku diperlakukan seperti ratu diberikan perhatian setiap saat dan diapun selalu ada waktu untuk sekedar quality time berdua" diakhiri dengan Sandra menundukkan kepalanya kembali.

__ADS_1


Dan bang Cakra yang mendengarnya pun tak bisa menyalahkan Sandra, Karen apa yang dibilangnya memang benar profesinya sebagai tentara sangat membatasi waktu kebersamaan mereka.


"huufftt.. kamu tidak salah san. mungkin kamu melakukan itu juga karna akupun kurang ada waktu untukmu karna tuntutan profesimu" membenarkan ungkapan kejujuran Sandra.


"aku juga ingin minta maaf sama kamu, selama kita menjalin hubungan aku masih banyak kekurangan mungkin dalam hal waktu, bahkan perhatian." ujarnya meminta maaf


"jujur saja, tadi aku menelfonmu untuk mengajakmu bertemu dan memperjelas hubungan kita. akupun minta maaf karena sedikit demi sedikit rasaku untukmu mulai pudar sejak beberapa Minggu yang lalu"


mendengar itupun Sandra tersenyum.


"aku mengerti" ucapnya. "maaf aku telah menghianatimu, dan maaf akupun tak bisa melanjutkan hubungan kita"


"mungkin memang belum takdirnya kita bersama, dan kebersamaan kita sebagai sepasang kekasih hanya sampai disini. aku minta maaf untuk semua kekuranganku, akupun sudah memaafkan segala kesalahanmu. mari kita memulai hidup masing² debgan baik" ucapnya dengan berdiri dan tersenyum menjulurkan tangannya sebagai tanda mengajak berjabat tangan dengan Sandra danberdamai dengan permasalahan mereka saat ini.


Sandra mengangguk dan menjabat tangan bang Cakra. lalu tersenyum dan memeluk bang candra


"terimakasih untuk semuanya, dan maaf telah membuatmu terluka karna penghianatanku. semoga kamu bahagia. aku permisi dulu" lalu melepas pelukan mereka dan memilih berjalan berlalu menghampiri kekasihnya dan meninggalkan restaurant.


........


........


setelah Sandra dan kekasihnya meninggalkan restauran bang prabu pun menghampiri bang Cakra.


"sudah jelas pot?"


"Alhamdulillah, sudah clear semuanya. akupun berkata jujur padanya bahwa rasa untuknya sudah semakin hilang. dia memaklumi itu dan meminta maaf telah berkhianat"


"syukur deh bro kalau semuanya sudah jelas. berarti sekarang lu jomblo dong, hahaha" tanya bang prabu sambil tertawa mengejek bang Cakra.


"kurang ajar, ujung ujungnya ngeledek juga" ujarnya tetapi selanjutnya ia ikut tertawa bersama bang prabu..


"hahaha, mending kita lanjut jalan jalan yuk bro, mau beli sepatu nih gua"


"yaudah lanjut, gua ngikut sapa tau ada yang cocok mau beli seklian"


skip skip skip


........................


acara jalan jalan bag Cakra dan bang prabu pun selesai. kini mereka berdua sudah berada di depan pos jaga untuk melakukan lapor kembali.


saat sudah memasuki batalyon terlihat seorang gadis yang terlihat sedang berjalan kaki sendirian,, yaaa dia adalah Alya Putri ayah Lingga komandan batalyon.


bang Cakra pun memberhentikan mobil disamping Alya. bng prabu yang melihat itupun bertanya heran.


"kenapa bro kok berhenti"

__ADS_1


"udah diem aja" dan bang prabu pun hanya menurut.


lalu bang Cakra membuka kaca mobilnya.


"hai dek, baru pulang sekolah ya"


"udah tau pakek nanya lagi" ujarnya bersungut karena sedang merasa kesal dengan sang ayah yang janji akan menjemputnya tapi nyatanya tidak jadi karena sang ayah ada rapat mendadak.


bang Cakra menggernyit heran, pasalnya dirinya dan Alya sudah berdamai kenapa sekarang Alya kembali ketus padanya.


"Abang tanya baik baik loh dek" ujinya mencoba bertanya kembali


"akutuh lagi kesel tau gak, males ngomong"


bang Cakra pun langsung tersenyum mengerti apa penyebab gadisnya berkata ketus


(hahaha, bang Cakra udah meng klaim aja Alya sebagai gadisnya).


"yasudah gpp. mau bareng gak dari pada jalan kaki nanti Sampek rumah gosong kamu saking panasnya cuaca hari ini. hahahaa" ujar bang Cakra membercandai Alya.


"sebenernya niat nawari gak sih, kenapa pakek ngeledek segala" dengan mencebikkan bibirnya


"hahaha, lucu kamu dek. udah sana masuk tak antar pulang" masih dengan tawanya melihat wajah imut Alya saat ngambek


"dari tadi kek" berganti mengerucutkan bibirnya.


"wah minta dicium apa gimana tuh bibir di monyong monyongin" menggoda Alya.


"gausah macem macem ya" sambil memberikan pelototan kepada bang Cakra. setelah itu memilih membuka pintu tengah belakang mobil dan segera masuk.


"jalan bang" ujarnya cuek.


bang prabu yang mendengar pun gatal ingin menyahuti


"buset, jadi cewek prasaan gada anggun anggunnya. ngomong ketus udah gitu nyuruh cepet jalan berasa kek abang abang taksi online jadinya" ceplos bang prabu.


"kenapa om nya gak terima. sana turun aja"


"wah wah kurang asem ni bocah. anak siapa sih cak ntu bocah gila omongnya ceplas ceplos banget" tanyanya berbisik ke arah bang Cakra.


"suttt jangan berisik, berabe kalau keluar taringnya. udah manut aja lu"...


sedangnya Alya yang berada dibelakang bersikap bodo amat dan menyumpal telingannya dengan headsheet sambil mendengarkan lagu dan bernyanyi sesuka hati. untung saja suaranya bagus sehingga bang Cakra ikut menikmati begitupun bang prabu.


"wah pot, ternyata suaranya bagus juga tuh cewek"


dan bang Cakra hanya mesam mesem mendengarkan sahabatnya memuji gadisnya.

__ADS_1


...************...


__ADS_2