CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)

CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)
Mengutarakan


__ADS_3

"bang, abang... tadi katanya nyariin mau ngapain" sambil melambai lambaikan tangannya didepan bang Cakra.


"kok malah bengong sih" ujar Alya sedikit kesal karna bang Cakra tidak langsung menyahutinya malah menatap dirinya dengan tatapan kagum akan tetapi Alya tidak menyadari tatapan yang berbeda dari bang Cakra untuknya. sedangkan sang ayah yang melihat bang Cakra menatap putrinya dengan tatapan berbedapun akhirnya mengangguk anggukkan kepalanya mengisyaratkan bahwa dirinya paham akan situasi didepannya.


"ee-eh iya dek. anu itu apa ituloh.." jawabnya gugup karna kaget. dengan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal sedangkan wajahnya sudah terlihat memerah karna malu.


"ihh Abang apa?? yang jelas dong bang kalo ngomong itu" akhirnya runtuh juga kesabaran Alya.


(hahaha dasarnya sialya tukang ngomel gadis bar-bar maunya to the poin aja ya)


"khem, iya iya" ujarnya berdehem menghilangkan rasa gugupnya apalagi masih ada komandan Lingga diruangan itu.


"jadi gini Alya. sebelumnya saya mohon ijin sama komandan mau mengantarkan putri komandan kesekolah, kiranya komandan tidak keberatan apakah boleh?" memohon ijin terlebih dahulu kepada ayah sang gadis..


ayah Lingga pun mengangguk anggukkan kepalanya sambil sebelah tangannya menopang dagunya.


beberapa detik kemudian ayah Lingga memicingkan matanya menatap bang Cakra dan bertanya.


"mengapa tiba-tiba? ada hubungan apa kamu dengan putri saya?" selidik ayah Lingga.


bang Cakra pun bingung mendapati pertanyaan seperti itu dari sang komandan. ia kembali menggaruk pelipisnya yang tak gatal karna bingung akan menjawabnya seperti apa.


"masa iya harus bilang sama komandan sekarang, gada persiapan apapun lagi, gimana kalau gua di tolak,, aaakkhhh" batinnya frustasi.


ayah Lingga yang memahami kebingungan bang Cakrapun tak meneruskan introgasinya. karna ayah Lingga pun percaya meskipun Cakra agak banyak tingkah akan tetapi dia merupakan laki laki yang bisa dipercaya.


"yasudah tidak perlu di jawab sekarang, kalau mau ajak bareng putri saya Monggo, tapi ingat jangan macam macam kamu Cakra, jangan kamu buat putri saya lecet sedikitpun atau kepalamu saya penggal" ucap ayah Lingga mengancam sambil memperagakan dimana beliau seperti akan menebas leher orang.


bang Cakra yang mendengar ancaman dari sang komandan pun sedikit bergidik ngeri, tapi itu semua di tepisnya lalu ia segera menyahuti.. "siap Ndan, saya jamin putri anda aman bersama saya, tidak akan lecet sedikitpun"


"yasudah saya percaya. tapi kamu tanya dulu putri saya mau apa nggak kamu antar kesekolahnya" sambil melirik kearah sang putri yang bengong karna kenapa dengan mudahnya sang ayah menyetujui bang Cakra untuk mengantarnya. seumur umur baru sekarang ia di ijinkan keluar rumah dengan laki-laki selain ayah dan saudaranya, karna sebelumnya ada teman laki laki yang mendekat saja sang ayah sudah memberikan peringatan keras untuk menjauhi sang putri.


"aneh banget si ayah" batin Alya.


tak lama kemudian ia mendengar bang Cakra membuka suaranya untuk bertanya pada dirinya.


"bagaimana, apa adek mau Abang antar ke sekolah?" menatap penuh harap.


"e-ee,, iya iya boleh bang. sebentar ya Alya siap siap dulu. apa Abang mau ikut sarapan sekalian? boleh ka yah?" ucapnya pada bang Cakra dilanjutkan pertanyaan kepada sang ayah. dan sang ayah pun mengangguk menjaeab pertanyaan sang putri.


"ya sudah ayo cak, kita langsung ke meja makan saja sambil nunggu anak gadis kesayangan saya bersiap siap"


bang Cakra dengan rasa sungkannya hanya mampu mengangguk kemudia mengikuti ayah Lingga dari belakang.


...........


...........


Saat sudah diperjalanan dimana Alya mulai terbiasa bersandar di punggung bang Cakra saat dibonceng menaiki motor mulai penasaran dan bertanya perihal tumben sekali bang Cakra menjemputnya untuk mengantar sekolah. sedangkan ia dan bang Cakra tidak terlalu dekat apalagi sampai memiliki hubungan lebih dari teman kenal.

__ADS_1


karna rasa penasarannya semakin tinggi ia langsung bertanya.


"bang, Abang"


bang Cakra yang mendengarnya berdehem sebagai tanda ia mendengar panggilan gadisnya


"khemm ada apa dek" lanjutnya.


"Abang kok aneh sih tiba tiba kerumah trus jemput Alya mau nganter Alya sekolah juga" beo nya


"ya gpp, ada masalah emangnya" jawab bang Cakra tidak mau memberitahu alasannya dengan jujur kepada Alya dan mengalihkan dengan pertanyaan baru.


"ya enggak sih, cuma aneh aja gitu. ngapain Abang repot repot nganterin Alya" melongokkan kepala menatap bang Cakra lewat spion motornya.


"nanti Abang jelasin, sekarang Abang antar dulu kamu kesekolah. cuma ngambil surat kelulusan saja kan?"


"iya" jawab Alya


lalu sesampainya didepan gerbang sekolah Alya pun turun dari motor bang Cakra. "terimakasih Abang" kemudian ingin berlalu akan tetapi bang Cakra mencegahnya dengan mencekal tangannya.


"kenapa bang" tanyanya


"nanti setelah menerima surat kelulusanmu langsung kembali kesini, Abang tunggu di sini"


"Haah" beo Alya


"jangan cuma hah hah hah hah aja dek, harusnya kamu mengangguk" ucap bang Cakra. dan Alya pun seakan terhipnotis oleh ucapan bang Cakra langsung mengangguk menurutinya.


"gih sana cepet masuk" sambil menyodorkan tangannya berharap Alya akan salim kepadanya, dan ternyata tidak ada penolakan dari Alya yang sedetik kemudian sudah mencium takzim tangan bang Cakra.


Bang Cakra tersenyum senang mendapatinya.


(hahahaa Alya linglung apa terpesona sama bang Cakra ya, hayoo udah ada balasan getaran getaran cinta tuh dari Alya)


.......


.......


"Abang" teriak Alya berjalan mendekat.


"Abang beneran nungguin Alya" tatapnya polos


"iya, yaudah yuk naik ikut Abang. Abang mau mengajak kamu kesuatau tempat sebentar saja" ujarnya.


"Ta-tapi kemana bang?.. Alya belum minta izin sama ayah" Alya bingung dan takut karna belum izin pada ayahnya.


"cuma sebentar, komandan gamungkin nyariin kamu" dan Alya hanya mengangguk pasrah..


setelah sampai di tempat yang menjadi tujuan bang Cakra yaitu danau yang letaknya di sebuah taman lalu ia mengajak Alya duduk di kursi yang ada ditepi danau tersebut.

__ADS_1


"ayo duduk dulu dek, sebentar Abang beli minum kamu tunggu sini" dan Alya mengangguk mengerti.


beberapa menit kemudian


"ini di minum barang kali kamu haus"


setelah mengatakan itu bang Cakra berdekhem untuk menenangkan dirinya karena ia berniat jujur mengungkapkan perasaannya terhadap Alya Putri komandannya.


"kheemmm,, dek sebenarnya ada yang mau Abang bicarakan"


Alya yang sedang menikmati memandang danauoun mengalihkan pandangannya kepada bang Cakra ia sedikit mengangkat alisnya


"ada apa bang, ngomong aja kali santay" ucap Alya sambil terkekeh mencoba mencairkan suasana yang menurutnya terlalu kaku.


"dek,, Abang mau jujur sama kamu tapi Abang minta kamu jangan marah ya setelah mendengar kejujuran Abang"


Alya yang mendengar nada bicara bang Cakra yang serius pun mendadak lngsung menatap bang Cakra dengan serius.


"Alya gak akan marah kok, kan Abang baik sama Alya" ucapnya serius dengan kepolosannya..


bang Cakra yang mendengar jawaban Alya pun sedikit meringis


"sebenarnya kamu itu gadis bagaimana sih dek, kenapa semakin kesini aku melihatmu tampak seperti gadis polos. apa mungkin sikap urakan dan bar bar mu itu hanya untuk menutupi kepolosanmu agar tidak ada orang luar yang berani membodohi bahkan menginjak nginjak dirimu" batinnya of


tersadar dari lamunannya ia pun melanjutkan berbicara pada Alya.


"khemm dek,, sepertinya Abang jatuh cinta sama kamu.. ntah kapan perasaan ini hadir yang jelas sejak hari pertama kita bertemu Abang sudah merasakan getaran aneh di dada ini" berhenti sejenak sambil memegang dadanya munjukkan pada Alya apa yang ia rasakan.


"dan semakin kesini jujur saja Abang pun bingung mengapa jika tidak melihatmu Abang seperti gelisah muncul perasaan yang sangat besar ingin bertemu denganmu" sambil menghela nafas.


"tanpa sengaja pun Abang sering memimpikan dirimu. maaf jika Abang lancang dengan perasaan Abang padamu. tapi rasanya tak dapat Abang tahan lagi perasaan ini, dan ya Abang memilih hari ini untuk ungkapkan segala perasaan Abang padamu."jelasnya setelah itu menunduk menunggu respon gadisnya.


Alya pun termenung mendengar kejujuran bang Cakra. kaget jelas saja apalagi secara tiba tiba bang Cakra yang notaben nya pria dewasa mengungkapkan rasa untuk dirinya, benar benar mengejutkan. Alya hanya diam karna masih merasakan kekagetannya dan bingung ingin menjawab bagaimana pernyataan kejujuran bang Cakra.


bang Cakra yang sadar tidak ada balasan apapun dari gadisnya pun mendongak. ia melihat Alya yang terdiam mematung seperti masih dalam sebuah keterkejutan.


ia pun memberanikan diri menepuk pelan pundak Alya dan tak lama kemudian Alya tersadar dari lamunan keterkejutannya.


"eeh" kagetnya.


"adek gapapa?" tanya bang Cakra


"Alya gapapa kok bang heheh" dengan tersenyum canggung.


bang Cakra yang mengerti mungkin Alya butuh waktu setelah menerima ungkapannya pun memilih mengajak Alya pulang dan membiarkan Alya memikirkannya.


"yasudah dek, ayo kita pulang saja. maaf jika Abang membuatmu kaget, tapi Abang serius dengan perasaan Abang. Abang harap kamu bisa memikirkannya" sambil tersenyum


kemudian setelah itu keduanya berjalan menuju motor bang Cakra dan benar benar pergi meninggalkan tempat itu untuk pulang.

__ADS_1


...*************"...


__ADS_2