
Setelah menerima pesanannya kedua gadis tersebut berniat langsung pulang kerumah masing masing..
"nah udah nih bil, yok pulang. ojeknya juga udah nunggu tuh di depan." ujarnya.
"yok lah Al, keburu om Lingga marah marah karna lu ga pulang pulang,, ga takut apa lu gua aja ihh ngeri kalo tau galaknya om Lingga" ucapnya bergidik ngeri mengingat orang tua dari sahabatnya kalau sedang marah karna anak gadisnya tidak kunjung pulang setelah sekolahnya..
"jangan nakut nakutin dong,, ngeri nih gua" ujarnya ikut bergidik mengingat bagaimana sang ayah yang sedang memarahinya karna kelayapan sepulng sekolah..
"makanya yaudah yok.. tuh ojekmu" sambil menunjuk ojek pesanan sahabatnya"
"oke sampai ketemu besok ya bil" yang mulai berlalu sambil melambaikan tangannya, dan di balas lambaian tangan juga oleh sahabatnya.
skip
......
Sesampainya dirumah sang ayah telah menunggunya dengan berkacak pinggang di depan pintu rumahnya.
"assalamualaikum ayah, anak gadis ayah pulang" teriaknya berlari menuju sang ayah dengan tawa riangnya..
Dan yaa dia adalah Diajeng Calya Candramaya salah satu gadis SMA yang di bicarakan bang pandu dan bang Cakra.
"Hwaaduuh, mbok seng kalem nduk dadi cah wedok Ki" ujar sang ayah menegur tingkah putrinya yang gak ada kalem kalemnya itu.
Taraa beliau adalah ayah sang gadis yang tak lain adalah seorang komandan batalyon xx kota Semarang.
(kejutaan, readersku tau dong itu tempat tugas siapa hehehe.. yak benar tempat tugas barunya bang Cakra).
Skip skip skip...
"iihh ayah, ada salam tuh di jawab yah" kembali berteriak dihadapan sang ayah.
"lahdalah nduk, jangan teriak ayah masih dengar gak tuli" jawab sang ayah ikutan ngegas.
"hehehe sory yah, gasengaja" sambil terkekeh
"Assaalmualaikum ayah, anak gadisnya pulang" ujarnya kembali mengulang dalam dan perkataannya tanpa teriak.
"waalaikumsallam" ucap sang ayah datar
"dari mana aja kamu dek, habis sekolah bukannya langsung pulang jam segini baru dirumah, belajar bandel kamu yah" ayah Lingga memelototi sang putri yang sedang cengar cengir didepannya..
"iih ayah,, kan Alya cuma mampir ke kafe bentaran doang beli minuman kesukaan Alya" jawabnya dengan cemberut.
"hiiih kamu itu" jengkel ayah Lingga.
"yasudah lain kali kabari ayah jangan asal pergi aja di telfon gak diangkat bikin kuwatir orang rumah" sambil menghela nafas menatap sang putri yang masih cemberut.
__ADS_1
"iya iya yah, tadi juga pergi sama bila kok gak sendirian"
"sudah sudah cepet masuk sana bersih² kamu dek"
"iya ayah, bawel ihh" sambil menggerutu dan sang ayah mendengarnya..
"huh, untung anak kalau bukan udah tak tuker sama bebek dipasar" gumam ayah Lingga pusing dengan tingkah putri satu satunya.
.......
.......
Keesokan harinya..
Di batalyon saat ini sedang ramai karena ada tentara yang sedang di briefing oleh sang komandan untuk mempersiapkan acara perlombaan dalam rangka HUT Batalyon.
Akan tetapi saat sang komandan yang tak tain adalah ayah Lingga akan memulai briefing tiba tiba terdengar kekacauan yang berasal dari kolam sebelah lapangan tembak.
Seluruh prajurit pun ikut berlari untuk mengetahui kekacauan yang terjadi tak luput pula bang Cakra dan bang prabu. saat sampai di tempat itu ternyata....
"Ayaaahhh tolong,, hiks hiks hiks.. kaki adek keram ayah" yaa dialah putri sang komandan yang tercebur kedalam kolam beserta speda goes nya..
(hahaha, ada ada aja si Alya. masa goes speda sampai kejebur kolam).
Bang Cakra yang tiba duluan tanpa tunggu lama langsung menceburkan dirinya untuk menolong gadis yang berteriak memanggil ayahnya itu..
"byuurrr..." suara yang terdengar saat bang Cakra melompat ke dalam kolam..
"tolong pegangan yang erat" ujarnya kepada gadis itu. Dan diangguki oleh sang gadis karena sudah gamau ribut..
Setelah sampai di tepi kolam renang bang Cakra dengan jelas melihat wajah gadis tersebut dan segera melepas seragam lorengnya untuk menutupi tubuh sang gadis yang hanya memakai pakaian tipis..
"lah ternyata si bocah, anak siapa dia bengal sekali.." batinnya bertanya tanya..
"tapi kasian juga kalau lihat dia kaya sekarang" sambil mengamati Alya karna wajahnya yang sedikit pucat seperti ketakutan..
Dan dari arah samping berlari lah sang komandan dan istri karna mengetahui bahwa yang sudah berbuat huru hara adalah sang putri, sampai tercebur kolam.
"Duh Gustii,, calyaaa.. kok bisa sih nduk sampai kejebur kolam kamu ini,, bengal banget jadi anak gadis" teriak sang ayah dengan segala gerutuan-nya sambil mendekat kearah sang putri..
sedangkan sang putri yang mendengar suara ayahnya pun merespon.
"ayah,, hiks hiks sepeda Alya nyebut kolam" ujarnya terisak.
"lah dalah gustii,, kamu ini Lo nduk sudah buat cemas, badanmu basah kuyup masih mikirin sepeda.." tegur sang ayah yang tidak habis pikir dengan putrinya..
"sudah sudah yah anaknya jangan dimarahin.. sudah ya nduk yang penting kamu gapapa" ujar sang bunda yang kalem.
__ADS_1
"cepet diangkat yah anaknya bawa pulang kasian sudah kedinginan Alya nya" sambungnya yang kawatir dengan sang putri..
"iya iya ma iya" sahut ayah
"bisa jalan gak kamu nduk, ayo ayah papah ke mobil"
lanjutnya.
"lemas ayah, badan Alya sakit semua, hiks hiks hiks.."
"Mohon ijin komandan biar saya bantu gendong putri komandan sampai mobil" ujar bang Cakra secara tiba tiba yang membuat sang komandan menoleh untuk melihat siapa gerangan anggota yang sedang menawarkan membantunya.
"oh iya cak, maaf ya jadi ngerepotin kamu"
"siap tidak merepotkan komandan"
setelah sampai di mobil sang komandan bang Cakra langsung meletakkan gadis tersebut di kursi tengah lalu menutup pintu mobil krna sang komandan sudah siap untuk menjalankan mobilnya untuk bergegas pulang.
"ijin, sudah komandan"
"terimakasih ya Cakra sudah membantu putri saya ini, nanti malam kamu saya tunggu dirumah ada yang ingin saya bahas"
"siap, baik komandan,, sama-sama" jawabnya
"ijin mendahului" sambungnya memberi hormat yang di balas oleh komandan lalu bang Cakra bergegas pergi.
......
......
Saat sampai dirumahnya bang Cakra termenung mengingat kejadian tadi..
"Ternyata bocah itu anak komandan Lingga. cantik sih tapii...."
seketika bang Cakra menghentikan ucapannya menyadari ada yang salah dengannya.
"hih apaan sih aku ini orang jelas jelas dia itu kurus pendek pecicilan" gerutunya
"tapii kenapa jantungku berdebar kencang ya saat berdekatan dengannya" batin bang Cakra
"sadar Cakra sadar kamu sudah punya Sandra, lagian anak komandan itu masih bocah masak kamu suka sama bocah, gak mungkin kan ya" tepis bang candra berusaha menyangkal perasaannya..
"sudahlah ngapain mikirin putri komandan mending aku telfon Sandra, udah beberapa hari ini gaada ngabarin" lanjutnya.
"tuuutt tuuutt tutt tutt,, loh kok di riject ya. coba sekali lagi deh" ucapnya
"tutt tutt tutt" kenapa malah sekarang ponselnya gak aktif.
__ADS_1
"aah sudahlah mungkin masih sibuk. kalo gitu sekarang mandi dulu lah habis itu istirahat, nanti habis Maghrib kerumah Dan lingga.."
...**********...