CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)

CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)
Diajeng Calya Candramaya


__ADS_3

Saat ini bang Cakra sedang berada di depan pintu rumah sang komandan.


"tok tok tok,, assalamualaikum" suara ketokan pintu di iringi salam dari bang Cakra.


"waalaikumsallam, iya sebentar" terdengar suara teriakan dari dalam rumah sang komandan. tak lama kemudian muncul lah putri sang komandan dengan hanya memakai kaos pres body dan celana pendek diatas lutut.


Bang Cakra melongo melihat penampilan putri komandannya dan memindai dari atas kebawah dan kembali keatas lagi..


(hahaha terpesona tuh bang Cakra)


saat sedang asik memindai ia dikagetkan dengan suara melengking putri sang komandan.


"dasar pak tentara mesum,, apa lihat lihat,, kegoda ya tau kalau yang kamu panggil bocah itu ternyata bodynya sexy" ujar Alya bersungut sungut sambil melotot kan matanya kepada bang Cakra.


sedangkan bang Cakra yang mendengar perkataan Alya pun segera merubah ekspresinya dan kembali bersikap datar.


"saya, kegoda sama kamu??.." ujarnya sambil bergantian menunjuk dirinya sendiri dan gadis tersebut.


"gak akan pernah, kamu kali yang tergoda sama ketampanan saya" sambungnya.


jelas saja Alya yang mendengar ucapan bang Cakra bersungut tak terima sambil mencak-mencak..


" jangan sembarangan ya pak, siapa juga yang mau sama bapak bapak kaku bin nyebelin kayak bapak" ujar Alya.


"saya juga ogah tuh sama bocah pecicilan kayak kamu" balas bang Cakra.


"terus ngapain bapak kesini malem malem" ketus Alya.


"saya ada perlu sama komandan, tolong panggilin dong"


"yaaaakkk,, kenapa bapak nyuruh nyuruh saya.."


"terus apa saya harus masuk kedalam panggil sendiri?" tanya bang Cakra.


Alya terdiam sesaat mendengar jawaban bang Cakra. "iya juga yak" batinnya.


"yaudah tunggu bentar, aku panggilin ayah dulu" ucapnya ketus sambil melengos berlalu dari hadapan bang Cakra...


Bang Cakra yang melihat itu menyunggingkan senyumnya tipis hampir tak terlihat. "cewek unik".


tanpa sadar ia membatin mengganti panggilannya terhadap Alya.


(haha bang Cakra mulai memandang Alya sebagai cewek nih readers bukan lagi bocah).


skip skip....


sedangkan di dalam rumah Alya mulai memanggil ayahnya dengan tidak meninggalkan kebiasaan berteriak..


"yaaaahhh, ayaahh dicariin anggotanya tuh, ada pak tentara nyebelin di depan rumah"


"gak usah teriak teriak alyaa, ayah ga budek" tapi sang ayah pun ikut teriak. hahaha


"ayah juga teriak" jawab Alya pada ayah Lingga. sang bunda yang melihat kelakuan anak gadis dan suaminya pun hanya geleng kepala.


"siapa tamunya dek, udah di suruh masuk belum" tanya ayah Lingga.


"bapak bapak anggota ayah yang nyebelin tuh" ujarnya.


seketika ayah pun menggernyit heran.


"orangnya masih di depan yah gak tak suruh masuk males" sambil berlagak ogah ogahan.


Mendengar pernyataan sang putri membuatnya makin terheran heran. "kira kira siapa ya tamunya" tanya ayah dalam batinnya.

__ADS_1


"yaudah kamu masuk sana buatin minum buat ayah sama tamunya. ayah mau kedepan dulu"


"ayah iih rese deh, yaudah iya tak buatin minum" ia melangkah kedapur sambil cemberut dan menghentak hentakkan kakinya.


.....


.....


Saat sudah berada di pintu rumahnya ayah Lingga melihat sosok bang Cakra yang tengah duduk sambil memainkan ponselnya.


"ekhemm..." dehem ayah Lingga.


"eh" kaget bang Cakra. lalu berdiri dan memberi hormat pada komandannya.


"ijin, selamat malam Ndan"


"iya selamat malam. ayo masuk dulu cak"


"siap"


setelah keduanya duduk, ayah Lingga mulai membuka percakapannya.


"gimana kabarnya cak, nyaman gak pindah kebatalyon sini?"


"Ijin, Alhamdulillah kabar baik Ndan dan saya betah di lingkungan sini"


"komandan sendiri bagaimana kabarnya?.."


"Alhamdulillah sehat cak. udah gausa kaku kaku banget ini bukan acara formal, santay aja cak."


"siap Ndan" sambil terkekeh pelan


"hahaha, kamu ini"


Sedangkan bang Cakra yang di pelototi hanya acuh saja.


sang ayah yang mengetahui tingkah putrinya pun menegurnya. "Nduk yang sopan kamu sama bang Cakra"


Alya yang mendengar itupun menjawab "dih gak pantes yah tuh bapak bapak dipanggil Abang"


"huss gak boleh gitu Al" ucap ayah Lingga.


sedangkan bang Cakra yang melihat itu hanya tersenyum.


"maafin anak saya ya cak, sebenarnya dia anak yang sopan kok baik juga"


"iya Ndan, tidak apa apa" sambil melihat ke arah Alya.


"apa lihat lihat, mau saya colok matanya.. dasar bapak bapak mesum" ujarnya dengan tidak santay sedikitpun.


ayah Lingga pun langsung menegurnya.


"jangan ngawur kamu nduk, minta maaf dulu sama bang Cakra trus masuk kamarmu sana"


"ogah yah, emang bener kok yang Alya bilang" setelah itu berlalu masuk. sedangkan bang Cakra yang melihat itu tersenyum samar.


"duh cak, maafin anak saya ya. nanti saya tegur dia untuk minta maaf sama kamu"


"siap, tidak apa apa Ndan"


"silahkan diminum dulu kopinya"


"jadi begini cak, saya menyuruh kamu kesini untuk mengucapkan terimakasih, karna sudah membantu menyelamatkan putri saya siang tadi, dan saya sama istri mau mengajak kamu makan malam dirumah saya sebagai ucapan terimakasih saya" ujar ayah Lingga.

__ADS_1


setelah mendengar pemaparan dari sang komandan ia lalu menyahuti.


"sama-sama komandan, tapi tidak perlu repot repot, saya ikhlas menolong putri komandan"


"sudah gapapa, ini kan cuma makan malam jangan nolak"


"yasudah Ndan saya ikut saja"


"nah gitu dong.. sudah adzan isya' tuh ayo sholat jama'ah habis itu kita makan malam"


"siap. mohon ijin dan boleh saya numpang kekamar mandi untuk ambil wudu"


"boleh, udah santay aja jangan kaku kaku. hahaha.. itu kamar mandinya disebelah kamar yang ujung itu. saya tunggu di sebelah sana" ujar ayah Lingga sambil menunjuk tempat sholat yang ada di rumahnya dan bang Cakra hanya mengangguk.


.....


.....


ketika ingin menyusul sang komandan ia melihat kamar didepannya terbuka dan menampilkan sosok gadis cantik dengan mukena yang di pakainya.


"apa lihat lihat, jangan cari perkara ya pak, mau sholat nih" ujar ketus gadis itu yang tak lain Alya.


bang Cakra yang awalnya terpesona seketika menampilkan wajah datar sangarnya.


"gak macam macam kok cuma satu macam" di ikuti seringai an nya.


Alya pun bergidik ngeri dan bergegas pergi dari hadapan bang Cakra "Dasar pak tentara mesum" jengkelnya.


kemudian bang Cakra ikut berjalan dibelakang Alya untuk mengikuti sholat jama'ah keluarga sang komandan.


.....


.....


Selesai sholat bang Cakra ikut makan malam bersama seperti ajakan sang komandan sebelumnya. ketika sudah di meja makan ayah Lingga pun berkata.


"selamat menikmati makanan yang apa adanya ini ya cak" gurau ayah Lingga sambil tersenyum. Dan diangguki senyum oleh bang Cakra.


setelah ayah Lingga dan bunda mengambil makan ayah berkata "dek ambilin tuh makan buat bang Cakra" ujarnya


"ogah yah, dia kan punya tangan kenapa gak ambil sendiri" sewot Alya.


"huss kamu itu, masa sama tamunya begitu, cepet ambilin atau besok uang jajan kamu ayah kurangi" mengancam sang putri.


"iih ayah, yaudah iya iya al ambilin" sambil cemberut.


"siniin pirinnya" ujarnya kepada bang Cakra.


"makasih ya dek" sambil tersenyum


"adek adek emang gua adeklu" gumamnya yang di dengar sang ayah.


"Alyaaaa.." peringatan dari ayah Lingga agar sang putri tidak meneruskannya.


"iya ayah, maaf"..


selesai makan dan mengobrol sebentar mengenai pekerjaan dikantor karna malam semakin larut akhirnya bang Cakra memilih untuk pamit undur diri pada sang komandan.


"mohon maaf Ndan, karna sudah semakin malam saya ingin pamit undur diri, terimakasih atas makan malamnya Ndan" sambil tersenyum dan menyampaikan niatnya untuk pulang.


"iya sama-sama cak, saya sekali lagi terimakasih sama kamu sudah memenuhi undangan saya dan sudah menyelamatkan putri saya"


"sama-sama komandan. kalau gitu ijin mendahului Ndan" ucapnya sambil berdiri tegak dan memberikan hormat kepada sang komandan. setelah itu bang Cakra langsung mengendarai motornya untuk pulang ke rumah dinasnya.

__ADS_1


...************...


__ADS_2