CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)

CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)
Memperjelas Hubungan


__ADS_3

Di sebuah teras rumah asrama ada seorang laki laki yang tengah termenung memikirkan kelanjutan hubungannya. Yaa dia adalah bang Cakra.


"aku harus memperjelas status hubunganku dengan Sandra, gak mungkinkan mau begini terus" terangnya termenung


"secepatnya aku harus temui Sandra untuk memutuskan hubungan kami. terlalu rumit jika dibiarkan terus begini.. iya aku harus tegas" telat bang candra


"coba deh aku hubungi sekarang barang kali ponselnya sudah aktif, biarkan semuanya cepat selesai"


"tuuuttt,, tuuuttt,,, click" suara panggilan diangkat


"Halo Sandra"


"ya halo Cakra, maaf ya aku belum sempat mengabarimu. aku sedang benar benar sibuk"


samar terdengar suara keramaian seperti di mall.


"ada apa cak, apa ada hal penting yang mendesak?.." lanjutnya


"iya gapapa. tapi kenapa pertanyaanmu seperti itu? apakah salah jika seorang kekasih menelfon kekasihnya? apalagi sudah beberapa Minggu kau menghilang Gatau kemana terakhir cuma bilang ada urusan kerjaan. ku kira kau akan menyempatkan mengabariku ternyata aku salah. kubiarkan kamu berminggu Minggu tanpa kabar dariku tapi nyatanya kau santay saja, malah masih bisa menanyakan seperti itu" ujar bang Cakra sedikit kecewa. karna saat ini hatinya telah terbagi dan perasaannya pada Sandra sedikit demi sedikit mulai memudar.


"bu-bukan begitu sayang, maafkan aku. iya aku salah aku terlalu sibuk dengan karirku sampai tak bisa sering mengabarimu" ucap Sandra


"selalu saja kau buat karirmu sebagai alasan"


"eng-ngak seperti itu sayang, tolong percaya padaku itu bukan alasan tapi kenyataannya seperti itu. sayang maaf ya managerku memanggilku sudah ditunggu untuk pemotretan. aku tutup dulu ya, daa sayang" ucap Sandra mengakhiri sambungan telephon tanpa persetujuan dan menunggu balasan dari bang Cakra


"huufftt, terserahlah. sudah tak peduli aku" pasrah bang Cakra.


dari pada puyeng mending keluarlah nge mall jalan jalan siapa tau ada barang yang cocok.


.....


.....


saat akan melakukan mobilnya tiba tiba datang bang prabu mencegatnya.

__ADS_1


"woy bro, mau kemana lu, cakep bener" selidik bang prabu


"paan sih bu, udah sana minggir gua cuma mau jalan jalan aja suntuk dirumah"


"wahh gabisa dibiarin nih, mau jalan gak ajak ajak dosa lu ama gua kualat ntar. hahaha.." gurau bang prabu kepada bang Cakra.


"emang lu mau jalan kemana sih pot, kali kali ikut gitu gua nya" sambil menarik turunkan alisnya


"ke mall, kalau mau ikut ya ikut aja pot" jawab bang Cakra.


"oke gua ikut tunggu bentar mau pulang dulu ganti baju. masak eluny cakep gua kek gembel sih" sambil melihat secara gantian dirinya dan bang Cakra.


"jangan di tinggalin, awas lu cak" ancamnya sambil berlari kerumahnya yang tak jauh dari rumah dinas bang Cakra.


"iyoooo, Ndang cepet. lama gua tinggal lu"


........


........


Tiba di parkiran mall bang prabu yang sedang melihat sekitar dikejutkan dengan pemandangan dimana kekasih sang sahabat sedang bergelatut manja pada sosok laki laki memakai jas biru tua.


Bang prabu melihat itu tentu tak tinggal diam. dia ingin seng sahabat mengetahui kelakuan kekasihnya karna tak ingin melihat sang sahabat yang tak lain bang Cakra terus tersakiti karena ulah Sandra yang ternyata diam diam bermain belakang dari bang Cakra.


"pot, bukannya itu kekasih lu ya si Sandra"


"mana ada, Sandra sedang kerja tadi gua telpon dia"


"beneran cak, noh liat dulu nih"


seketika bang Cakra pun menoleh mengikuti kemana jari telunjuk bang prabu mengarah.


seketika matanya terbelalak, melihat dengan jelas bahwa benar itu Sandra kekasihnya. tapi yang menjadikan ia syok bukan karna hanya melihat Sandra bersama seorang pria tapi dia juga melihat Sandra dan pria tersebut tengah berciuman mesra bak pasangan kekasih yang saling mengubgkapkan rasa. Ntah itu rasa cinta rasa sayang atau bahkan naf**.


Marah, jelas saja. bukan karna dia masih sangat mencintai Sandra akan tetapi karna ternyata dia telah dikhianati oleh sang kekasih yang tak tau sudah berapa lama gak itu terjadi.

__ADS_1


"ternyata pekerjaanmu hanya alasan san, nyatanya dibelakang ku kau bermain gila dengan laki laki lain" gumamnya


"sabar pot sabar. b*****t juga si Sandra. ga nyangka gua. samperin aja cak gua temenin" ujar bang prabu dan bang Cakra hanya mengangguk.


saat sudah mendekati tempat Sandra bang Cakra berhenti dan diikuti bang prabu lalu..


"Sandra"


mendengar namanya dipanggil sndrapun menoleh kearah suara tersebut, dan betapa terkejutnya dia ternyata yang memanggilnya adalah bang Cakra.


"cak-cakra,, ka-kamu ngapain di sini..." panggilnya gugup.


"bisa kita bicara sebentar" ujar bang Cakra santay


"bo-boleh,, ayo cari tempat dulu"


"aku tunggu di restaurant seafood lantai 2" lalu berlalu meninggalkan Sandra dan laki-laki tersebut.


.....


saat berada di lift bang prabu membuka percakapan.


"kok lu santay banget sih pot, padahal Lo ntu mergokin si Sandra sedang selingkuhan lu.


"jujur bu, hubungan gua ama Sandra udah lama gak sehat, dia jarang banget hubungin gua, gua telfn pun udah gapernah diangkat. sebenarnya gua sih sedikit demi sedikit udah ilang rasa ama si Sandra. tanpa sengaja udah ada nama lain juga di ati gua" ucap jujur bang Cakra.


Bang prabu pun ternganga mendengar sang sahabat dengan kejujurannya, terkejut itulah yang ia rasakan. dimana sang sahabat ternyata juga memiliki nama lain di hatinya. entah bagaimana ia menanggapi hal tersebut karna dia pun tau dari kejujuran sang sahabat bahwa faktanya sandra sudah tidak lagi sepeduli dulu kepada bang Cakra.


"sebenarnya tadi gua telfon dia niatnya mau ngajak ketemu mau ngomongin sebenarnya gimana maunya setiap kali di telfn ga pernah ngangkat, diapun ga pernah ngabari gua, respon chatt gua juga slow bnget bisa sampai Berjam jam bahkan beberapa hari baru respon" terngnya


"jujur aja gua capek bu. kalau memang udah gak ada rasa lebih baik di akhiri aja dari pada ngegantung. guapun merasa bersalah sama dia karna secara gak langsung udah bagi hati untuk gadis lain" lanjutnya


"Tapi seperti yang lu liat juga tadi ternyata malah dia yang sedang berhianat dibelakang gua. gua marah bukan karna terlalu berharap tapi kenapa gak jujur aja sih kalau memang udah gaada rasa, gua gak keberatan kok. dari pada begini tetap aja merasa dipermainkan gua, ya meskipun gua juga salah tentang udah bagi hati untuk yang lain" jelas bang Cakra sambil menghela nafas keras.


Bang prabu yang mendengar curhatan sang sahabat pun hanya mampu menjadi pendengar yang baik. tidak ada niat untuk membela salah satu atau menyalahkan salah satu karna itu sudah menjadi pilihan dari keduanya. dia hanya mengangguk dan menepuk pelan bahu sang sahabat.

__ADS_1


"sabar ya bro, semoga semua permasalahan cepat berlalu" memberi semangat


...**********...


__ADS_2