CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)

CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)
Persiapan


__ADS_3

"gua mau ngelamar Alya"


"hah, serius lu pot. lu mau lamar anak Danyon? hallah becanda kan lu hahaha" tanyanya seakan masih tidak percaya sang sahabat melamar gadis remaja yang tak lain anak Danyon nya.


"serius lah, masa mau main main. bisa bisa di tebas pala gua ama komandan" memutar bola matanya malas melihat kelebay an sahabatnya.


"haaah" bang prabu bengong karna masih kaget menerima kenyataan sohibnya mendapatkan ganti secepat itu bahkan sekarang sudah mau melamar anak gadis orang saja.


yang membuatnya sedikit syok adalah kenyataan bahwa gadis yang akan di lamar adalah anak sang Danyon yang masih tergolong remaja baru lulus sekolah.


"lebay lu ah" ucapnya sambil melihat malas pada bang prabu.


"mohon maaf saya lanjutkan ya. jadi saya minta tolong bantu persiapan mulai dari membeli buah tangan untuk di bawa kesana juga seserahan."


"baik bisa danton, nanti biar kami bagi tugas danton catat saja apa yang mau di bawa. nanti kami yang sudah menikah biar istri ikut bantu bantu danton"


senyum bang cakra berkembang dengan sempurna mendapatkan jawaban memuaskan dari para anggotanya.


"terimakasih rekan semua, mohon maaf saya merepotkan kalian"


"siap tidak merepotkan danton. kami senang membantu anda. kami juga senang akhirnya danton menemukan pendamping hidup."


"terimakasih semuanya. saya harap yang saat ini berada di sini bisa ikut mendampingi acara lamaran saya sebagai saksi"


"siap dan. kalau gitu kami akan langsung bagi tugas"


"iya silahkan. saya tinggal beli cincin dulu"


"silahkan dan"


"eh eh, pot gua ngikut" ujar bang prabu berlari menyusul bang Cakra.


................


Empat hari kemudian semua seserahan yang akan di bawanya sudah siap dan tertata dengan rapi di rumah dinasnya. akan tetapi sampai saat ini juga bang cakra belum juga mengabari kedua orang tuanya. entah bagaimana reaksi orang tuanya ketika sudah dekat hari H nanti baru mengetahui sang putra akan melamar seorang gadis.


hari ini tepat H-2 acara lamarannya. dia sedang berkumpul bersama para anggotanya dan tak lupa sang sahabat yaitu bang prabu di rumah dinasnya. bang Cakra melakukan prepare acara mengecek setiap barang apakah sudah benar benar lengkap seperti yang di list nya atau belum.

__ADS_1


saat tengah mengecek di bantu para anggotanya ada salah satu anggota yang terbilang akrab dengan bang Cakra tiba tiba bertanya.


"ijin nih dan,, saya lihat selama persiapan danton cuma di temani dan prabu sebagai sahabat yang sudah menjadi keluarga dekat. ijin lagi dan, apa komandan orang tua danton tidak datang?" tanya prajurit itu yang tak lain adalah Serda Nauval.


"astaga, saya lupa" jawabnya tepok jidat


"haah" para anggotanya ikut terbengong tidak menyangka ternyata sang Danton pun bisa lupa.


"lah dan, saya kira mau bikin kejutan atau mungkin orang tua danton tidak bisa mendampingi" jawab Serda Nauval.


"gila lu pot, mau acara penting bonyok gak lu kabari ckk ckk ckk, anak durhaka lu" berdecak sambil menggeleng gelengkan kepala, sambil membercandai bang Cakra.


"ckk paan sih, orang lupa juga" decaknya sebal karna sang sahabat yang kelewat jahil dan lebay itu.


"dahlah mau kekamar dulu, ngabari keluarga" dan berlalu pergi ke kamarnya.


"yaudah Sono"


sedangkan para anggota hanya terbengong melihat tingkah ke dua atasannya tidak berani berkomentar apa apa. ada yang menahan tawa karna melihat tingkah konyol kedua atasannya. ada yang bengong karna baru tahu kelakuan kedua atasannya yang terlihat garang di lapangan tapi aslinya ya begitulah hahaha. ada yang garuk garuk kepala tidak habis pikir dengan komandannya itu yang terkadang akur bercanda bareng terkadang saling menjahili terkadang ya begitulah bertengkar lucu.


dikamar bang Cakra terlihat bingung ingin mengabari orang tuanya tepatnya sang mama karna dia tahu mamanya itu sangat rempong bagaimana nanti reaksinya ketika dia memberitahu berita sepenting ini secara mendadak karena keteledoran dirinya yang secara tidak sengaja lupa akan hal itu.


"duh mampus nih gua gimana kabarin mama ya, auto kena omel nih" rutuknya pada diri sendiri.


"ayo Cakra laki itu berani terima resiko, salah sendiri kan pakek lupa segala. udahlah diomelin juga urusan nanti yang penting kabari dulu lah, iya kabari dulu aja". kemudian berjalan duduk di pinggir tempat tidurnya dan menekan nomor orang tuanya tidak tunggu lama telepon pun tersambung.


"assalamualaikum ma" ucap bang Cakra


"waalaikumsallam le, ada apa tumben banget kamu telepon mama gak kerja kamu? ini kan masih jam kerja" ujar sang mama heran karena putranya itu tidak pernah menelpon nya di jam jam kerja kecuali lagi tidak ada kerjaan dan itupun belum tentu juga dia bakal telepon.


" emm gini ma anu,, ituu,, Cakra mau bilang anu,,,"


"heh ngopo to le, anu itu anu itu mbok yo seng jelas kalo ngomong itu. ada apa?"


"tapi mama janji jangan marah ya"


"iya tapi kamu ngomong dulu mau nyampek in apa"

__ADS_1


" jadi gini ma, i-itu emm itu.."


"hadeh, tak tabok juga kamu ya ke dari tadi cuma itu itu aja" Jengkel seng mama.


"huufftt iya iya ma maaf. ini serius Cakra mau ngomong. kalau Minggu lusa Abang mau ngelamar permpuan" ucapnya spontan dengan sedikit cepat saking groginya.


"a-apaaaa" jawaban sang mama yang syok mengetahui sang putra yang tiba tiba menyampaikan mau melamar anak gadis orang.


"jangan bercanda ya cak, kenapa tiba tiba. anak siapa yang mau kamu lamar? gadis mana? bagaimana pribadinya? bagaimana keluarganya? jangan ngawur kamu le. ini papamu harus segera tau ini. paaaaa... papaaaa.... cepat kesini paa"


sedangkan bang Cakra yang sudah hafal dengan watak sang mama hanya mampu menggaruk kepalanya kemudian menutup telinganya mendengar sang berteriak memanggil papanya dengan sambungan telepon yang masih tersambung otomatis suaranya juga terdengar menggelegar di sambungan telepon hahaha.


"paaaa... anakmu ini loo" teriaknya masih di ilangi lagi.


"haduh maaa jangan teriaklah iya iya papa ini masih jalan sabar dong maaa" jawab papa bang Cakra ikut berteriak.


"papa juga teriak ya jangan salahin mama dong, cepetan deh pa" masih berteriak lagi"


bang Cakra yang mendengar kelakuan orang tuanya langsung tepok jidat. "alamak, mulai lagi"


kembali di kediaman mama papa bang Cakra.


ketika sang papa sudah berada di hadapan mama bang Cakra.


"pa, papa tau?..." belum mama bang Cakra selesai bicara sudah di sahuti oleh sang suami.


"gak tau kan mama belum kasih tau" jawabnya dengan wajah polos tanpa dosa karena sudah memotong ucapan sang istri.


"papaaa, serius ih. mama belum selesai ngomong udah di potong aja sama papa" jengkel seng mama.


dan sang papa hanya cengengesan sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"mama mau kasih tau noh anak lanangmu si Cakra masak tiba tiba telpon mama katanya amu ngelmar anak gadis orang hari Minggu lusa tapi baru bilang sekarang, gimana mama gak kaget gak syok gak setres" ucap mama bang mulai mengomel.


sang suami pun iku kaget. "haaah..."


...**************...

__ADS_1


__ADS_2