CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)

CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)
Memulai Aksi


__ADS_3

Tak lama kemudian mobil bang Cakra tampak berhenti di depan rumah komandan. bang prabu yang tidak mengetahui bahwa Alya anak sang komandan pun bingung mengapa kok bang Cakra memberhentikan mobilnya dirumah sang komandan, apakah ada keperluan dengan komandan sehingga dia memilih untuk singgah ke rumah komandan Lingga terlebih dahulu.


"cak, ngapain berhenti di sini. lu mau ketemu komandan dulu ya?" tanya nya berbisik.


"bukan,, gua tadi kan udah bilang pot kalau mau nganteri si Alya pulang"


"siapa Alya cak?" tanyanya linglung karna belum mengenal bahwa gadis yang diberikan tumpangan sama bang Cakra namanya Alya.


"itu yang lagi duduk kursi dibelakang" lalu bang prabu menoleh kebelakang dan menunjuk Alya kemudian diangguki oleh bang Cakra


"trus kenapa kerumah komandan?.. jangan bilaangg....." tanyanya sedetik kemudian tak meneruskan ucapannya


Bang Cakra yang mengerti maksud bang prabu pun mengangguk. sedangkan bang prabu yang baru mengetahui bahwa gadis yang berada di kursi belakang itu adalah anak sang komandan kaget dan langsung tepok jidat.


"hah,,, mampus gua" ujarnya "mana tadi gua bilang kalo ntu cewek ga ada anggun anggunnya lagi. gimana kalo ngadu sama komandan, abis gua guling botol" gumamnya ketar ketir


(hahaha, ternyata bang prabu bisa takut juga ya readers)


kemudian fokus kedua pria itu teralihkan karna mendengar suara Alya.


"jadi udah Sampek ya, kenapa gak bilang sih" masih sedikit ketus.


"iya dek, baru mau bilang kamu udah tau duluan" bang Cakra sambil tersenyum


"yaudah kalo gitu Alya mau turu, makasih buat tumpangannya" dengan nada bicara sedikit melunak.


"iya sama-sama, cepet masuk dek bersih bersih trus makan"


"iya iihh kenapa jadi Abang yang bawel sih, gausa ngatur ngatur ya bang emang Abang siapa"


"calon suami" ujarnya jelas sambil terkekeh melihat raut terkejut Alya


"dih siapa juga yang mau sama Abang, udah tua bawel nyebelin lagi" ujar Alya dengan memeletkan lidahnya kearah bang Cakra.


"jangan gitulah dek, nanti kalau jadi istri Abang beneran tau rasa kamu" sambil menyeringai


Bang prabu yang melihat perdebatan dua manusia beda umur itupun hanya melongo. pasalnya tadi saja Cakra baru merasakan dikhianati dan putus hubungan tetapi sekarang dengan jelas di depan matanya ia melihat bang Cakra bisa berdebat dengan candaan candaan dan tertawa lepas tanpa beban.


kembali ke bang Cakra dan Alya


"gak bakalan" ujarnya menjawab godaan bang candra.


"lihat aja nanti" berkata diiringi seringaiannya.


"habis ini cepet masuk rumah dek, sini dulu Salim sama Abang" menggoda Alya.


"ogah ya" ucap Alya tapi tak ayal tetap menuruti kata kata bang Cakra, beberapa detik kemudia Alya sudah berada dihadapan bang Cakra mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan bang cakra dan mencium takzim tangan bang Cakra.


Bang cakrapun tersenyum senang karna gadisnya menuruti kata katanya, lalu ia mengelus kepala Alya.


setelah itu Alya benar benar masuk kedalam rumahnya. begitupun bang Cakra yang langsung menyalakan mobilnya berniat segera pulang kerumah.


.........

__ADS_1


.........


Saat sampai rumahnya


"Heh pot, buset lu baru juga putus ama si Sandra udah punya yang baru aja, anak komandan lagi" bahas bang prabu.


"kagak ngeri lu pot deketin anak komandan?" tanyanya


"gua denger nih ya komandan cuma punya satu orang putri dan beliau sangat menyayangi putrinya, dijaga banget kalau sampai ada laki laki deketi atau Sampek ada yang menyakiti putrinya, pasti berakhir habis di tangan komandan" bercerita apa yang ia dengar dari rekan rekannya yang sudah lebih lama dibatalyon ini. karna dirinyapun terbilang baru beberapa bulan dipindah tugaskan kesini setelah itu 3 bulan kemudian bang Cakra menyusulnya.


"hallah pot, laki mah berani, apapun rintangannya" tegasnya yakin


"yo uweslah sakarepmu cak, pokok aku wes ngilengne" pasrah mendengar jawaban bang Cakra.


"pulang dululah mau cepet rebahan capek" sambungnya dan berlalu pulang.


"yaudah sana" usir bang Cakra bercanda


...........


...........


Didalam kamarnya bag Cakra merebahkan tubuhnya dengan menatap langit langit rumah


"sepertinya aku benar benar jatuh cinta dengan alya, harus giamna ya buat ngungkapinnya" batinnya bingung


"akhh kaya orang baru jatuh cinta aja, bingung mau ngutarain perasaan" ujarnya frustasi


"Ayo cak, laki apaan lu masak ngadepin gadis bau kencur aja gak bisa sih" menguatkan mentalnya


skip skip.........


di suatu siang terlihat seorang perempuan dengan perut besarnya sedang berjalan kehadapannya


"Abang, adek udah siapin makanannya, ayo makan bersama" sambil tersenyum manis dan meraih tangan bang Cakra.


"iya, ayok dek. Abang juga sudah lapar, pasti mamah dan jagoan ayah juga sudah lapar kan?" tanyanya sambil tersenyum dan mengelus perut besar perempuan itu.


"iya papa, jagoan dan mama sudah lapar" ujar perempuan itu sembari menirukan suara anak kecil.


"hahaha kasiannya jagoan papa, ayo kita makan nak, yang pinter ya gaboleh rewel makannya biar mama bisa makan yang banyak juga" berjongkok mengecup perut wanita hamil tersebut. sedangkan sang wanita menatap kearah suaminya dengan tersenyum sangat manis.


bang Cakra pun mendongak dan berkata "Aku mencintaimu istriku Diajeng Calya Candramaya" dengan diiringi senyum terbaiknya pula.


setelah itu.....


"huh huh huh,,, astaghfirullohaladziim, mimpi apa aku barusan. apa jangan jangan ini pertanda jika memang pada akhirnya aku akan mempersunting Alya menjadi istri ku dan mengandung benihku" bang Cakra terlihat bingung dengan berbagai pertanyaan dalam benaknya..


Dan yaa ternyata itu hanyalah mimpi bang Cakra.


"aku akan sholat istikharah aja minta petunjuk sama Allah. semoga segera ketemu jawabannya" batinnya sembari berdoa.


...........

__ADS_1


...........


beberapa minggu telah berlalu. bang Cakra pun sudah memiliki jawaban atas kegelisahannya. dan ya kali ini dia akan memulai aksinya mendapatkan cinta Putri seng komandan. hahahaa....


"Bismillah, ojok angel angel yo dek. abangmu Iki arep merjuangne sliramu" sambil tersenyum malu malu


(hahaha, bang Cakra dimabuk cintanya neng Alya)


kemudian dia mendatangi rumah sang komandan berniat untuk mengantarkan Alya kesekolahnya untuk mengambil surat kelulusannya.


Yaa Alya sudah selesai ujian kelulusannya dua minggu yang lalu, dan sekarang dia akan memenuhi undangan untuk mengambil surat kelulusan di sekolahnya.


"Bismillahirrahmanirrahim" ucapnya sebelum bang Cakra mengetuk pintu rumah sang komandan alias ayah Lingga.


"tok tok tok,, Assalamualaikum" ketukan pertama ia tidak mendapati respon sama sekali.


"tok tok tok,, Assalamualaikum"


"waalaikumsallam iyaa sebentar" tak lama kemudian ia mendapati respon dari pemilik rumah.


"clekkk,," suara pintu dibuka.


"loh om Cakra, ada apa pagi pagi kesini om? cari bapak ya"


ternyata yang membuka pintu adalah istri sang komandan. bang Cakra pun tersenyum sambil garuk garuk keplanya yang tidak gatal,bingung mau jawab bagaimana sama ibu komandannya yang tak lain sang bunda dari gadisnya.


"siap tidak mohon ijin ibu, saya ingin bertemu dengan dek Alya" ujarnya sedikit ragu


"Alya Putri saya?" tanya sang bunda ragu karna tidak biasanya ada anggota sang suami yang mencari anak gadisnya. dia menerka nerka apakah anak gadisnya telah membuat masalah baru. Dengan menggernyit heran.


"siap, benar ibu" jawabnya mantab


"yasudah kalau gitu masuk dulu om, saya panggilkan Alya nya.


tak lama kemudian munculah seseorang dengan pakaian rapinya, ya sang komandan lah yang menemuinya. hahaha


"selamat pagi Ndan" seketika bang Cakra berdiri tegap dan memberikan hormat kepada komandannya.


"pagi. ada perlu apa pagi pagi sudah ada di sini cak, ada yang mau diobrolin sama saya?" tanya sang komandan yang mengira bahwa bang Cakra akan menemui nya.


"siap bukan komandan. mohon ijin, saya ingin bertemu dengan putri komandan, dek Alya" ucapnya tersenyum tipis saat menyebutkan nama Alya


ayah Lingga pun menggernyit karna merasa aneh juga


"Dek Alya" beo ayah Lingga mengulang panggilan bang Cakra untuk putrinya. tapi sedetik kemudia saat ia akan kembali bertanya akan tetapi tidak jadi karena suara sang putri sudah terdengar menghampirinya


"selamat pagi ayah" memeluk sang ayah dan mengecup pipinya dengan senyum merekah.


"selamat pagi putri kesayangan ayah" membalas pelukan sang anak.


sesaat dia menyadari sesuatu bahwa tujuannya keruang tamu adalah untuk menemui seseorang yang disebutkan oleh bundanya katanya ingin bertemu dengannya. lalu ia menolehkan pandangannya kesamping.


"bang Cakra ngapain pagi pagi udah kesini nyari Alya" bingung Alya.

__ADS_1


sedangkan sang ayah yang mendengar panggilan sang putri kepada Cakra kembali dibuat heran. pasalnya dulu Alya selalu menolak memanggil Cakra dengan sebutan Abang, dan selalu ribut dengan Cakra jika bertemu tapi ini apa sepertinya ada yang aneh. jangan jangaannnn....


...************...


__ADS_2