CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)

CINTA ABANG TENTARA (Penantianmu)
Yang Pertama


__ADS_3

"kok cuma senyum dek. merah lagi pipinya" goda bang cakra pada gadis nya.


"e-enggak kok" berusaha berkilah


"iya juga gapapa kok dek" bang Cakra tersenyum menggoda


"hahaha,, tambah gemesin kamu kalau kaya gini" ucapnya spontan mencubit pelan pipi Alya


"auhh, sakit Abang" rengeknya manja.


"cieee yang blushing, hahaha"


Alya yang mendengar itu malah mempererat pelukannya sang menyembunyika. wajahnya di dada bidang bang Cakra.


"tuh kan apa yang Abang bilang bener kan, nih buktinya belum juga Abang jadiin istri udah nempel aja sama Abang gamau lepas. hahaha"


Alya yang mulai menyadari sikapnya langsung melepas pelukannya dari bang Cakra. ketika sudah terlepas terlihatlah wajah Alya yang semakin memerah.


"iihhh udah dong bang, adek tambah malu nih. lalu ga mau berhenti godain adek mau pulang aja"ucapnya yang mulai merajuk


"iya iya Abang berhenti nih, maaf ya dek, jangan cemberut gitu dong"


"huufftt iya di maafin"


"tapi dek,ngomong ngomong kenapa kamu bisa nggak menyadari perasaanmu sendiri?" tanya nya ingin tau


"ya gak tau, kan ga pernah" sedikit ketus karna masih sedikit kesal dengan bang Cakra yang menggodanya habis habisan tadi.


"maksudnya gak pernah gimana?" tanya nya lagi bingung.


"ya gak pernah Abang,, Alya gak pernah ngerasain itu sama cowok. pernah sih sekali waktu sekolah saat itu jantung Alya deg deg an pas ngelihat guru matematika namanya pak Mahmud, kayak adek deg deg an tadi waktu Abang dekap" ujarnya polos


"hah Sam guru matematika" lalu diangguki Alya "kamu suka sama guru matematika mu" tanyanya kaget karna masih belum tau arah pembicaraan gadisnya yang super super polos itu.


"iihhh bukan Abang, tapi waktu itu Alya lupa gak kerjain PR nya, nanti kalau dihukum gimana kan deg deg an" ceritanya dengan antusias


"masyaallah, segitu polosnya kamu dek, smpek Abang pun salah sangka, ga bisa menduga ucapanmu. maafin abang berburuk sangka sama kamu" meringis karna kepolosan gadisnya. sedetik kemudian ia tersenyum senang karna tidak apa yang ia duga tidak terjadi..


"lalu itu sudah beda ceritanya cah ayu"

__ADS_1


Alya yang mendengarnya dipanggil cah ayu langsung tersipu.


"ya kan Gatau Abang" dengan pipinya memerah


"Abang perjelas ya dek, apa kamu gak pernah ngerasain ini sebelumnya saat berdekatan dengan teman pria mu misalnya?"


"gak pernah Abang. boro boro ngerasain deg degan sama teman pria, Alya kan ga punya teman pria, gak ada yang berani deket sama Alya. teman perempuan pun Alya cuma punya satu karna yang lain pada takut sama Alya"


"Lo kenapa takut, emang adek ngapain temen adek Sampek semuanya takut?" tanya nya penasaran


"bukan adek, tapi ayah. mereka gak mau Deket sama Alya karna kata mereka ayah galak pernah waktu itu ada yang jahilin Alya ayah tau karna Billa keceplosan waktu main kerumah mau kerjain tugas bareng, besok nya ayah ke sekolah nemuin guru terus nemuin anak yang jahilin Alya. sejak itu ga ada yang mau Deket sama Alya" ceritanya serius.


"serem juga komandan, ada yang senggol anak gadisnya dikit langsung maju" terdiam batinnya ngeri


"tapi gapapa itu malah menguntungkan loh bang, karna gak ada yang berani manfaatin Alya aja. Alya seneng meskipun temen Alya cuma bila" lanjutnya berujar dengan polosnya sambil tersenyum


"sepolos itukah kamu dek" batin bang Cakra.


"Jadi Abang yang pertama nih yang buat kamu deg deg an ketia Deket?" tanyanya tersenyum karna senang setelah mendengar keseluruhan cerita Alya.


bagaimana tidak, Alya saja baru dengan dirinya merasakan itu semua, yang berarti ia lalu laki pertama yang disukainya yang dicintainya setelah ayahnya.


"Alhamdulillah, Abang seneng dengarnya dek" melebarkan senyumnya..


"berarti Abang laki laki yang istimewa buat adek setelah ayahnya Adek, karna seperti yang adek bilang tadi saat deket abang jantung adek berdetak kencang dan saat berada di dekapan Abang adek merasa aman merasa nyaman seperti saat bersama ayah, benar begitu" Alya pun mengangguk polos.


"adek tau artinya?" lalu menggelengkan kepala


"itu artinya adek punya rasa sama Abang, rasa suka dan cinta. adek jatuh cinta sama Abang. sama kaya Abang jatuh cinta ke adek" jelas bang Cakra gemas karna sang gadis tidak kunjung mengerti hahaha


"ja-jatuh cinta" kaget saat mengetahui fakta baru tentang sebuah perasaan


"he em" bang Cakra mengangguk dan tersenyum.


"ba-bagaimana bisa" dia tidak menyangka ternyata ia juga mencintai lelaki di hadapannya tidak hanya lelaki itu yang mencintainya


"mungkin memang sudah takdirnya kita di buat saling mencintai dek, tidak ada yang tau kuasa Allah. kita yang tiba tiba dipertemukan dengan ketidak sengajaan bahkan pertemuan pertama kita terkesan tidak mengenakkan. adek percaya adanya takdir Allah kan?" Alya pun mengangguk dan tersenyum mulai mengerti.


"jadi mulai sekarang adek ga perlu menghindari lagi dari Abang,, seberapa besar pun tekat adek menghindari Abang kalau memang di takdirkan selalu bertemu pasti akan dipertemukan." ucap bang Cakra memberikan penjelasan.

__ADS_1


"sekarang abang sama adek kan udah sama sama mengetahui perasaan masing masing, apa adek mau menerima Abang menjadi pasangan adek? Abang serius dengan perasaan ini, Abang tidak sedang bermain main, kalau memang adek bersedia Abang ingin ajak adek ke jenjang yang lebih serius lagi, bagaimana?" tanya nya penuh harap.


"eemm bang, apa tidak terlalu cepat? Abang Sam Alya baru beberapa kali bertemu. Abang belum mengerti Alya sepenuhnya begitupun sebaliknya, apa Abang yakin sama Alya?" tanya nya diselingi keraguan.


"Abang yakin, mungkin ini sudah jalan dari Allah. dan Abang mempercayai itu. untuk saling mengenal kita bisa melakukan itu sebelum menikah nanti, sekarang kita jalani dulu aja, gimana dek?


"iya Abang Alya mau" tersenyum malu dan menundukkan kepala.


"Alhamdulillah terimakasih ya Allah,, terimakasih ya dek" ucapnya tersenyum lega dan reflek membawa Alya dalam pelukannya beberapa detik kemudian ia sadar dan melepaskan pelukannya.


"maaf maaf dek, saking bahagianya Abang sampai memelukmu"


"gapapa Abang" tersenyum malu


"jadi sekarang kita sepasang kekasih ya dek.. hehehe"


"mulai saat ini adek cuma milik Abang begitupun dengan Abang hanya milik adek, dilarang keras melirik laki laki lain, cukup Abang aja yang adek lihat, mulai sekarang yang nurut sama Abang, belajar gaboleh ngelawan" ucapnya memperingati Alya panjang lebar,, Alya yang mendengar hanya mengangguk anggukkan kepalanya..


"sekarang mana ponsel adek, Abang minta nomornya. masa udah jadi sepasang kekasih masih tidak punya nomor ponsel masing masing" kemudian Alya menyodorkan ponselnya


setelah selesai menulis nomornya di ponsel sang kekasih kini gantian dia yang melakukan panggilan telephon dari ponsel Alya ke nomornya setelah masuk lalu ikut menyimpannya dan ia kembalikan ponsel alya.


"sudah Abang simpan.. nanti kalau Abang chatting atau Abang telpon di bales di angkat, paham kamu dek"


"iya abang, pasti di bales pasti dingkat."


"yasudah ayo sekarang Abang antar pulang jangan keluyuran. Abang juga sebentar lagi mau berangkat dinas"


"iya ih, bawel deh Abang"


"biarin namanya juga sayang sama kekasihnya"


"yaudah iyaa Abang, Alya manut"


"nah gitu kan manis, Abang jadi tambah sayang"


sedangkan Alya hanya memutar bola matanya malas.


"yaudah ayo naik, pegangan yang erat"

__ADS_1


lalu keduanya berlalu pulang setelah drama pengungkapan perasaan masing masing hehehe..


...************...


__ADS_2