Cinta Beda Usia Terhalang Restu

Cinta Beda Usia Terhalang Restu
Bab 1: Jatuh Cinta


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Pertandingan final games antara dua team dari Indonesia, yaitu Ultra Team melawan Black team. Di menangkan oleh oleh Black team. Ketua/ pendiri Ultra team Aksa menghela nafas kecewa. Tidak hanya Aksa, semua team juga kecewa terutama Riko yang menjadi leader pertandingan.


Mereka meninggalkan tempat kompetisi.


Dalam perjalanan ke kembali ke markas mereka dengan bus. (Bus milik perusahaan yang di sediakan oleh Aksa saat mendirikan).


Dan dalam bus, para anggota mulai saling menyalahkan satu sama lain mengenai siapa yang membuat mereka sampai kalah.


"Semua ini karena kau Radit, seandainya saja kau mendengarkan instruksi dari Riko pasti kita akan menang tidak kalah," tatap Dimas menyalahkan Radit.


"Benar itu, kau terlalu agresif dalam bermain dan itu berimbas pada team kita," tambah Nino ikut menyalahkan Radit.


Sama hal dengan anggota team lain nya, mereka menyalahkan Radit.


Aksa yang dari tadi diam saja, akhirnya berteriak marah pada mereka semua.


"Apa guna nya kalian bertengkar seperti ini? apa setelah kalian debat kita akan menang? tidak kan, lalu apa keuntungan nya?"


"Seharusnya itu yang kalian lakukan itu bukan bertengkar seperti anak kecil, tapi kalian merenung atas kekalahan kalian agar ke depan nya bisa menampilkan yang terbaik lagi dari ini. Jangan kalian berpikir dengan mendapat juara 2 artinya sudah hebat. Dalam kompetisi hanya ada satu pemenang, dan sisa nya itu adalah sampah!" marah Aksa dengan suara tegas nya dan keluar dari dalam bus.


Semua anggota jadi panik melihat Aksa keluar, mereka meminta maaf agar Aksa tidak marah. Tapi Aksa mengacuhkan mereka semua dan terus melangkah pergi.


Riko tak mengeluarkan sepatah kata sejak tadi keluar dari tempat kompetisi berlangsung. Dia hanya diam saja, dia merasa bersalah atas kekalahan team.


Sementara itu seorang wanita juga berada di jalan yang sama dengan Aksa, yaitu jalan eltari.


Aksa masuk ke dalam minimarket dan Nian juga ada di minimarket tersebut. Nian membeli sedikit cemilan untuk berjaga membantu sepupu nya. Dan keluar meninggalkan minimarket.


Jarak minimarket dan jarak warnet sepupu nya tidak jauh hanya bersebelahan, hingga setiap hari banyak pelanggan yang datang singgah di warnet.


"Habis belanja lagi?" tanya Eza sepupu Nian. Melihat datang nya Nian dengan membawa satu kantong kresek di tangan kanan nya.

__ADS_1


"Iya, kamu mau?" tawar Nian, mengangkat belanjaan nya yang di bawa.


"Tidak, dan kau sebaiknya kurangi jajan mu Nian, atau tante akan marah kalau tau kau selalu menghabiskan uang untuk jajan yang tidak sehat ini," tolak Eza dan malah memberi peringatan pada Nian.


"Terima kasih, akan di usahakan tidak janji," sahut Nian dan meninggalkan Eza berdiri menggeleng kepala melihat sikap Nian yang keras kepala jika di nasehati mengenai jajan.


Aksa sudah mau pergi dari minimarket tapi tiba-tiba dia berhenti, menoleh ke arah samping warnet yang di lewati.


Begitu masuk Aksa langsung ke kasir.


"Apa masih tempat yang kosong?" tanya Aksa berdiri dengan sedikit menundukkan kepala ke bawah menatap penjaga warnet yang tidak menyadari kedatangan nya.


"Masih kak," jawab Nian dengan mengangkat kepala yang tadi menunduk fokus pada komputer dan seketika terpanah melihat pria di depan nya.


Jantung Nian berdetak dua kali lebih cepat dari biasa, ketampanan pria tersebut berhasil membuat nya jatuh cinta pandang pertama.


"Saya ambil satu," ucap Aksa.


Nian tidak mempedulikan perkataan Aksa, semua fokus nya telah di curi, wajah tampan Aksa benar-benar sudah membuat nya terhipnotis.


"Hello," Aksa melambaikan tangan melihat Nian tidak beraksi.


"Iya," jawab Aksa menatap Nian dan menggeleng kepala dengan sikap penjaga tersebut.


"Boleh minta KTP nya," ucap Nian.


"Hmmm," Aksa segera mengeluarkan KTP nya dan memberikan pada Nian.


Peraturan di warnet sini adalah, setiap orang yang datang ingin bermain harus mendaftar terlebih dahulu, dan wajib menunjukkan KTP pada penjaga yang bertugas sebagai operator.


Dan KTP itu akan di simpan oleh operator, hingga mereka meninggalkan warnet, baru mengambil nya kembali.


"Mari kak, akan saya antar ke tempat kakak," ajak Nian membawa Aksa duduk di dekat komputer tempat nya berjaga.


Setelah mengantar, Nian kembali ke tempat duduk nya, diam-diam, duduk di depan komputernya, Nian tersenyum malu-malu.


"Seperti ini kah rasanya jatuh cinta, ternyata sangat menyenangkan, oh Tuhan aku menyukai ciptaan mu, berikan dia untuk ku," batin Nian.


Usai melihat Aksa, Nian memutuskan untuk membuat mie intan spesial untuk Aksa. Meski tak pandai memasak, setidak nya, bisa lah hanya memasak mie instan.

__ADS_1


Eza yang baru datang menghampiri Nian. Dia mengira Nian memasak mie karena merasa lapar.


"Seperti nya enak nih, mau dong di masakin satu," ucap Eza, melihat Nian yang tak menggubris perkataan nya.


Nian malah pergi meninggalkan Eza dengan kedua tangan memengang napan, saat mengantar Nian bahkan sudah berkhayal kalau Aksa akan tersanjung karena sudah di buatkan mie secara gratis. Bukan hanya itu, dia sudah berkhayal kalau Aksa akan memuji nya sangat manis dan menanyakan nama nya lalu memintanya untuk berteman.


Namun, realita kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Kedatangan Nian malah membuat Aksa yang sedang bermain main game merasa terganggu.


"Berapa harga nya?" tanya Aksa, menoleh pada Nian.


Saat hendak menjawab kalau makanan yang di bawakan ini gratis, tiba-tiba.


"25 ribu kak," jawab Eza cepat, mendahului Nian.


Nian mendengar itu tentu kesal, pasalnya dia ikhlas membuat nya, bukan meminta bayaran dari apa yang di lakukan.


"Eza, apa yang kau katakan?" marah Nian tidak terima.


"Sudah, jangan protes ikuti saja," sahut Eza santai tidak merasa bersalah dengan apa yang di katakan.


"Tidak, in,"


"Sisa nya tolong belikan saya minum," ucap Aksa sambil menyerahkan uang, tanpa peduli dengan apa yang mereka bisikan.


Eza menerima uang itu dengan riang, berbeda dengan Nian yang melihat itu, memasang wajah kesal pada sepupu nya. Dan Aksa langsung kembali fokus bermain.


15 menit kemudian, setelah mengantar minuman pada Aksa. Eza menghampiri Nian yang masih nampak kesal dan marah padanya soal kejadian tadi.


Eza tak bermaksud lain, dia hanya khawatir dengan Nian di tipu pria jahat. Rata-rata pria yang bermain di warnet tengah malam sedikit tidak benar. Jadi dia takut akan keselamatan sepupunya.


"Nian, kau tau bukan yang ku lakukan tadi untuk kebaikan mu."


Namun perkataan Eza itu di abaikan Nian. Nian masih tidak terima karena Eza sudah mengacaukan semua rencana nya.


"Yah sudah begini saja, aku akan melakukan apapun yang kau katakan, tapi kau harus memaafkan ku," ucap Eza. Melihat Nian yang seketika ekspresi nya berubah dan menatap nya.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2