
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Nian sangat sedih dan membuat kesimpulan sendiri kalau Aksa sangat menyukai Sarah hingga membentuk Ultra, demi mendapatkan kembali Sarah. Mei dan suaminya setuju dengan kesimpulan Nian tersebut.
Suami Mei kemudian bertanya.
"Apakah kau hari ini pergi ke pertandingan untuk melihat idola ku?"
"Iya, aku menonton nya, tapi di akhir saja," jawab Nian mengiyakan.
Suami Mei tambah bersemangat dan bertanya.
"Apa tadi kau berhasil mendapat tanda tangan nya?"
"Tidak. Aku rasa diapun tidak ingin bicara denganku lagi," jawab Nian dengan sedih.
"Kau bicara dengan nya?" kaget suami Mei.
"Apa yang di katakan? Beritahu aku. Cepat."
Nian menjelaskan kalau tadi ada sedikit kesalahpahaman hingga dia pergi ke hotel mereka untuk makan malam bersama. Mendengar itu, suami Mei dan Mei kaget.
"Untuk apa?"
Nian menjawab ragu. Mungkin untuk menenangkannya. Rasa penasaran mereka semakin membuncah. Nian menatap mereka.
Dia tidak tahu harus menjawab seperti apa. Tidak mungkin kan dia bilang kalau dia menyatakan cinta dan di tolak. Karena itu, Nian hanya menjawab. "Sulit menjelaskan masalahnya karena cukup rumit."
"jangan bohong Nian, katakan dengan jujur. Bagaimana kalian bisa dekat?" tanya Mei. Dia berusaha menginterogasi Nian.
"Dekat? aku tidak dekat dengan nya. Aku dan dia baru bertemu 2 kali, lalu dari mana dekat nya? lagian pertemuan kami selalu berakhir buruk, tidak ada yang mulus," jawab Nian.
"Sudah, jangan di pikirkan lagi. Masih Ada besok, mungkin pertemuan besok akan mulus dari hari-hari sebelum nya," sahut Suami Mei.
"Besok? apa team Ultra akan tampil?"
"Iya. Besok team Ultra masih bertanding. Apa kau mau datang?" tanya Suami Mei menatap Nian.
"Tentu aku akan datang menonton," jawab Nian.
"Bagaimana kalau begini, meskipun aku harus pulang besok, Mei akan tetap di sini untuk menemanimu."
Mendengar itu Nian sangat senang.
--
Usai mendengar ceramah dari kakek, Aksa mengembalikan ponsel Riko kembali.
__ADS_1
"Lain kali tak perlu mengatakan apapun pesan dari Kakek, buatlah seolah kau tak mengingat itu. Paham?" ujar Aksa. Dan Riko hanya diam. Malah membahas yang lain.
"Gadis yang bersama mu tadi, aku pernah melihatnya di kompetisi ACM,"
Kompetisi ACM adalah kompetisi coding global universitas. Dan Riko pernah berpartisipasi. Dia menang dalam kompetisi itu. Tapi, Riko memuji Nian yang cukup hebat.
"Kenapa kau melihatku begitu?" tanya Riko melihat tatapan Aksa.
"Kenapa kau menjelaskan Itu padaku? apa penting aku harus mengetahui? jika kau menyukai gadis Itu ambil saja. Aku tak menyukai nya," ujar Aksa.
Esok hari.
Nian sudah bangun pagi-pagi sekali. Dia sangat bersemangat untuk datang melihat Aksa lagi. Di sisi lain, dia juga merasa sedih. Karena mungkin ini adalah kesempatan terakhirnya melihat Aksa.
Dan karena itu, Nian mulai mencoba berbagi baju. Mencari yang terbaik.
Gedung arena sudah penuh dengan para fans yang datang untuk menonton. Nian datang ke sana bersama Mei.
Mei sangat bersemangat melihat banyaknya orang yang datang menonton. Nian sendiri merasa kebingungan karena semua tiket sudah habis terjual dan mereka tidak bisa masuk. Mei menyarankan agar mereka membeli tiket dari calo saja, tapi Nian menolak saran tersebut.
Di tengah kebingungan itu, team Ultra tiba dengan bus mereka. Sebelum memasuki gedung. Aksa memberikan pengarahan pada semua anggotanya.
Eni (manager) sendiri mulai membagikan tanda nama pada masing-masing orang, agar mereka bisa leluasa keluar masuk gedung tanpa tiket.
Felix dan Sarah melihat hal itu dan langsung menghampiri Nian.
"Nian," ucap Sarah. Dia kaget melihat Nian kembali. "Kamu baik-baik saja?"
"Kak Sarah. Iya aku baik-baik saja," jawab Nian.
"Bagus kalau seperti itu. Maaf gak bisa lama di sini, saya harus segera masuk. Jaga diri mu baik-baik," pesan Sarah. Lalu pergi meninggalkan.
Setelah kepergian mereka. Mei langsung bertanya pada Nian.
"Siapa wanita itu?"
"Itu Kak Sarah. Wanita yang kemarin baru kita bahas bersama suami mu," jawab Nian. Lalu mulai menceritakan bagaimana dia bisa mengenal Sarah.
Aura Sarah sangat kuat. Nian jadi minder sendiri. Dia menatap pakaiannya dan dalam hati merasa menyesal karena seharusnya dia berpakaian agar lebih terlihat dewasa.
"Pantas Kak Aksa menyukai Kak Sarah. Kak Sarah sangat cantik, dia wanita mendekat sempurna tanpa kekurangan," batin Nian memuji kecantikan Sarah. Dia sebagai wanita iri dan mengakui itu.
Tidak lama, team Ultra yang berjalan memasuki gedung. Dimas dan Ivan melihat Nian di kerumunan, sehingga mereka melambai pada Nian dan Nian balas melambai.
"Fokus ke depan," Radit mengingatkan mereka untuk lanjut jalan ke dalam gedung.
Setelah itu, Aksa lewat dan Nian serta Mei berteriak memanggilnya. Dan tentu saja, di abaikan.
__ADS_1
"Kak Aksa seperti nya tidak ingin mengenal ku lagi. Apa karena ungkapan perasaan ku kemarin?" batin Nian sedih.
Setelah tiba dan duduk di kursi, Dimas bicara dengan Aksa, memberitahu kalau Nian datang dan ada di depan gedung. Ivan dan Radit mulai mengerubungi Aksa, bertanya.
"Bos kenapa tidak mengucapkan salam pada 'kakak ipar'?" Nino ikut nimbrung. Mereka berempat kepo, dan menyarankan agar Aksa membawa masuk Nian dan temannya ke area VIP.
Riko tersenyum melihat orang-orang pada salah paham pada Aksa.
Aksa sedikit kesal. Tapi, dia juga tidak tahu bagaimana harus meluruskan kesalahpahaman ini. Semua masih terus salah paham dan membujuk agar Aksa membawa masuk Nian.
Dan akhirnya, Aksa memberi tanda pada Nino untuk membawa Nian masuk.
Ivan dan yang lain langsung tersenyum senang.
Nian dan Mei masih berdiri di luar gedung. Mereka sudah seperti anak hilang saja. Untunglah Nino datang dan menunjukkan kartu yang di bawanya agar Nian dan Mei bisa masuk.
"Nian, siapa dia?" tanya Mei tidak kenal dengan Nino.
"Akan ku jelaskan nanti" jawab Nian.
"Kakak ipar ayo masuk, Bos sudah menunggu di dalam," ajak Nino. Dan Mei mendengar itu makin bingung. Mereka sudah saling kenal selama 3 tahun, tapi kenapa Nian tidak bilang kalau sudah nikah.
"Tidak. Dia itu hanya bicara omong kosong" ujar Nian.
"Terserah apa katamu, yang terpenting nanti jelaskan semua, jangan ada yang di sembunyikan," sahut Mei.
"Iya."
Lalu Nino mengajak mereka masuk saja karena pertandingan mereka sudah mau mulai sebentar lagi.
Nino membawa mereka berdua ke ruangan yang adalah tempat istirahat pemain. Yang mana team Black juga ada di sana. Mei sangat kagum.
Dan dia langsung terkejut saat melihat ada Aksa di sana yang lagi teleponan.
"Nian, apakah aku bisa minta tanda tangan Aksa? Di baju saja juga boleh," ucap Mei.
"Hal ini muda. Meskipun, bos tidak pernah tanda tangan, tapi, kau adalah teman kakak ipar. Jadi tidak masalah" jawab Nino.
Mei senang mendengarnya. Tapi, dia baru tersadar beberapa detik kemudian, 'teman kakak ipar?'
"Bos mereka adalah Aksa" beritahu Nian.
"Jadi, suamimu adalah idola suamiku?" simpul Mei dengan semangat.
"Apa sih yang kau katakan? Aku jadi bingung. Aku ... aku hanya pernah bertemu dua kali dengannya. Hari ini adalah kali ketiga-ku" ujar Nian.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1