
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
"Kenapa kau takut? Apa aku menyeramkan?"
Nian menggeleng. Terdengar suara ponsel.
"Kak, ponsel mu berbunyi," ucap Nian memberitahu.
Dan Aksa langsung memeriksa ponselnya dan bukan. Ternyata, ponsel Nian yang berbunyi.
Nian menyadari itu menjadi malu dan kemudian meminta izin.
"Kak, aku pinjam kamar mandi boleh? ini ada telepon penting."
"Pergi lah," ucap Aksa mengizinkan.
Nian langsung masuk ke dalam kamar mandi. Air keran untuk mengisi bathtub menyala dan Nian tidak mematikannya. Dia memilih mengangkat telepon.
Yang menelpon ternyata adalah host radio untuk mewawancarai Nian.
Sementara Nian mengangkat telepon, Aksa menuggu di balkon kamar.
Mc memperkenalkan pada pada audiens kalau Nian adalah orang yang sangat popular, karena dia adalah artis sekaligus penyanyi pendatang Bara dan mempunyai beberapa ratus fan base.
Saat menjawab pertanyaan dari MC, Nian merasa tergganggu dengan air keran yang menyala. Tapi, dia tetap aja membiarkannya.
Nian berusaha fokus menjawab pertanyaan-pertanyaan MC. Nian memberitahu kalau dia suka menyanyikan lagu yang manis, kartun, anime dan lagu dengan pitch yang tinggi. Dia suka warna putih. Dia suka banyak buah seperti apel dan ceri.
Saat di tanya mengenai pacar, Nian menjawab dia masih single. Langsung saja di tanya, tipe pria idamannya.
"Tampan. Ketika tidak bicara, terlihat dingin dan seram. Tapi, sekali tersenyum, sangat hangat. Itu tipe idealku," jawab Nian.
Akhirnya setelah wawancara yang panjang, Nian bisa mematikan telepon. Air bak saja sampai sudah penuh dan Nian mematikan kerannya.
"Apa sudah selesai?" tanya Aksa dari luar.
"Sudah," jawab Nian dan membuka pintu.
Setelah itu, Aksa membuka pintu kamar. Nian mengira kalau Aksa mengusirnya, jadi dia segera membawa kopernya sambil meminta maaf.
"Maaf, aku sudah mengganggu Kakak, tapi aku janji hal ini tidak akan terulang lagi," ujar Nian.
Tapi, belum juga melangkah Aksa menghentikan nya.
"Mau kemana? kita makan bersama," ajak Aksa.
Mendengar itu membuat Nian merasa segan dan menolak.
"Siapa namamu?" tanya Aksa.
"Nian Ariska, biasa di panggil Nian," jawab Nian tersenyum.
__ADS_1
Mendengar itu Aksa langsung keluar. Dia tetap mengajak Nian makan. Mereka masuk ke dalam lift.
Aksa membuka kotak permennya, dan menawarkan beberapa pada Nian. Eh, masuk pula Nino ke dalam lift. Segan dan takut, Nino keluar dari lift, lalu masuk lagi dan bertanya.
"Apa saya mengganggu?" tanya Nino yang ingin kembali keluar tak jadi mendengar suara bos nya.
"Kau mau naik ke atas apa turun ke bawah?" tanya Aksa. Mata nya menatap Nino.
Perkataan Aksa itu, membuat Nino mengambil kesimpulan mengira dia di izinkan masuk lift.
"Saya ingin naik ke atas mengambil barang," ujar Nino langsung menekan tombol lift dan lift kembali naik ke atas.
Yan melihat itu langsung menegurnya.
"Kenapa langsung kau tekan tombol nya? apa kau tak tau kemana kami akan pergi?" tanya Aksa. Dia menatap Nino dengan wajah kesal.(Hahhaha, padahal mau keluar itu, eh malah jadi naik lagi).
"Maaf, bos. Saya tidak tahu kalian mau keluar," jawab Nino dengan takut, yakin jika tadi kedua orang ini ingin keluar.
Aksa menghela nafas dan tidak mempermasalahkan lagi. Dia kembali menawari permen pada Nian.
Nino dalam hati merasa sangat takut. Setelah melihat hal yang seharusnya tidak di lihat, apakah dia akan di bunuh agar tetap diam?
Tak berselang lama Nino sampai di lantai tujuannya dan segera keluar sementara Aksa dan Nian kembali turun.
Keluar nya Nino dari dalam. Aksa menjadi khawatir. Dia yakin, setelah Nino si mulut besar melihat nya dengan Nian, kesalahpahaman pasti akan semakin besar.
Nian mah senyum-senyum memakan permennya. Dia ingat kalau saat di internet cafe? Aksa juga makan permen.
Mereka akhirnya tiba di ruang makan, dan begitu mereka tiba, semua anggota Ultra langsung bergosip.
Manager menghampiri Aksa dan bertanya dengan heran.
"Apa kau sudah memiliki perasaan dengan nya? hingga mengajak makan bersama?"
"Jangan asal. Saya mengajak nya bergabung bukan berarti saya memiliki perasaan. Saya hanya ingin bertanggung jawab karena situasi ini terjadi semua karena saya. Setelah makan, supir akan mengantar nya kembali ke tempat nya," jawab Aksa menjelaskan.
"Terus lah seperti ini. Saya pergi dulu masih ada kerjaan yang harus di urus."
Nian mau makan, tapi dia berpikir kalau dia ngambil kerang, nanti dia harus buka mulut besar-besar. Kalau dia makan udang, kuku jarinya akan kotor karena ngupas kulit udang.
Kalau makan kepiting, dia kesulitan buka kulitnya yang keras.
Huft.
Nian menghela nafas kasar, dia benar-benar bingung
Mau makan kue, takut nanti Aksa mengira dia suka makanan manis dan berpikir dia gendut. Mau makan yang cokelat, takut nanti giginya berlepotan coklat.
"Kenapa jadi ribet seperti ini sih," batin Nian pusing. Dia harus menjaga image di depan Aksa. Dia tidak Aksa ilfil pada nya.
Dan akhirnya, Nian kembali ke meja hanya dengan sayur-sayuran. Aksa jelas heran karena Nian hanya makan sayur dan mengira Nian masih takut padanya.
Pas pula dia melihat Radit, Dimas, Nino dan Ivan sedang ngelihat ke arahnya. Mereka semua langsung nunduk pas di lihat Aksa.
__ADS_1
"Kalian, kirim dua orang untuk kemari," ucap Aksa. Menatap tajam kepada ke empat pria tukang gosip tersebut.
Semua bingung, siapa yang di panggil Aksa. Dan dengan pede-nya sambil tersenyum ceria. Dimas bertanya. "Bos memanggil siapa?"
"Kau kemari lah," jawab Aksa. Dan semua langsung menertawai nya. Tidak tahu harus membawa siapa, dia malah membawa Ivan yang lagi makan. Untung banget sih Ivan nggak ke selek saat di tarik ikut dengan nya.
"Ada apa? tanya Dimas. Berdiri tepat di depan Aksa.
Bukan menjawab Aksa balik bertanya.
"Apa kalian sudah kenyang?"
Dengan cepat Ivan langsung menjawab.
"Belum."
Dan saat hendak kembali ke meja, Dimas menahan pergerakan Ivan.
"Tidak bos kami sudah kenyang dan sekarang lagi menunggu jam latihan," ujar Dimas.
"Ya sudah sekarang kalian duduk di sini ajak Nian ngobrol," sahut Aksa memerintah mereka.
Dimas gerak cepat, dia langsung duduk di sebelah Nian dan terpaksa Ivan yang duduk di sebelah Aksa.
"Kakak ipar," panggil Dimas.
Aksa mendengar itu langsung menoleh menatap Dimas.
"Kakak ipar?" ulang Aksa. Tatapan nya sudah seperti hewan lapar yang siap menerkam mangsa.
"Kalau bukan manggil kakak ipar, lalu manggil apa?" jawab Dimas. "Kakak ipar, siapa namamu?"
"Panggil saja aku Nian," jawab Nian.
"Kakak ipar, namamu sangat bagus, bajumu sangat bagus, ada tulisan 'hello'-nya," ujar Dimas memuji Nian.
Nian mendengar itu sangat malu. Dia rasa pujian Dimas berlebihan.
"Kakak ipar, sekarang lagi sibuk apa? (mahasiswa atau kerja sambilan atau apa gitu)," tanya Ivan penasaran.
"Saya mahasiswa, dan juga seorang penyanyi pendatang baru beberapa bulan yang lalu," jawab Nian.
Dimas dan Ivan langsung heboh mendengar itu. Penyanyi internet itu sedang populer akhir-akhir ini.
"Dimana kami bisa mendapatkan lagu kakak ipar?" tanya Dimas antusias.
"Di NetEase Music dan cari saja Nian. Itu nama ku," jawab Nian.
Dan Aksa langsung mengeluarkan ponselnya dan Nian melihatnya. Dimas dan Ivan juga langsung mencari.
"Cie bos langsung cari nih," goda Dimas.
Aksa mendengar itu langsung menunjuk kan ponsel nya dan ternyata dia sedang membuka email.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...