
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Langkah Nian terhenti dan menoleh ke belakang.
Aksa berjalan mendekati Nian.
"Ada apa Kak?" tanya Nian menatap Aksa.
"Apa kamu sudah tau semua ini?" Aksa berbalik tanya.
"Semua ini? maksud Kakak apa? saya tidak mengerti," ucap Nian dengan mengerutkan kening karena tak mengerti maksud perkataan Aksa.
Aksa tak menjawab, dia terus menatap Nian dengan sangat lekat hingga Nian merasa risih dengan tatapan Aksa tersebut.
"Lupakan saja," Aksa langsung berjalan meninggalkan Nian yang masih berdiri.
"Kak Aksa benar-benar aneh, tadi menghentikan ku, sekarang malah jalan lebih dulu. Syukur suka, kalau tidak, entah apa yang akan terjadi hanya di atas yang mengetahui," gumam Nian, dan segera berjalan mengejar Aksa di depan.
Tiba di dalam ruang VIP, dia langsung duduk.
kursi nya dan Aksa berjauhan tidak dekat.
Nian merasa dunia nya benar-benar hancur sekarang, tapi dia mencoba mengikhlaskan semua itu.
Pandangan Nian tidak lagi terus memandang Aksa, dia tidak mau merusak hubungan Kakak sepupu nya dengan pria idaman nya.
Sadar? Nian sangat sadar, jika sampai kapan pun dia tidak akan bisa bersatu dengan Aksa.
"Nian, jangan seperti itu," tegur Mama Hana, melihat putri nya mengaduk-aduk makanan.
"Maaf Ma. Nian ke toilet sebentar," pamit Nian dan Beranjak pergi meninggalkan mereka semua.
Ceklek!
Nian berjalan dengan pandangan ke bawa, karena tindakan nya itu membuatnya bertabrakan dengan seseorang.
Brukk!
"Auwh," Nian terjatuh.
"Maaf, apa kau baik-baik saja?" tanya orang tersebut.
"Tidak, ini bukan salah mu, ini salah saya karena tidak fokus. Seharusnya saya yang minta maaf, bukan sebalik nya," sahut Nian.
Dan.
Deg!
Nian kaget saat menyadari orang yang di tabrak nya adalah sepupu Aksa. Nian masih mengingat jelas perkataan anak-anak anggota lain pada saat itu, jika Riko sepupu Aksa, yang memiliki sifat tidak jauh berbeda dengan sifat Aksa sekarang.
__ADS_1
"Kau," ucap Riko menatap Nian, dia masih mengingat siapa Nian.
"Maaf, saya tidak sengaja," sahut Nian.
"Ya tidak apa-apa. Tapi, sedang apa kau berada di sini? dan tadi saya melihat mu keluar dari dalam, apa kau baru dari dalam?" tanya Riko.
"Iya, kalau begitu saya permisi dulu," pamit Nian dan pergi begitu saja.
Riko memandang Nian yang melangkah pergi, pertanyaan mulai keluar dari benak nya, entah itu A, B dan C. Semua keluar begitu saja dengan melihat keberadaan Nian di sini.
"Dia berada di sini, apa jangan-jangan..." Riko tidak melanjutkan lagi dan memilih segera masuk ke dalam.
Setiba di dalam, ternyata sudah banyak orang, (Banyak orang itu, hanya pihak keluarga dari Nian, keluarga Aksa hanya, Kakek, Aksa, dan dia sendiri.)
Riko langsung duduk di sebelah kursi Nian.
"Dari mana saja? kenapa jam segini baru tiba?" tanya Aksa, menoleh Riko.
"Ada sesuatu yang harus saya selesaikan tadi, tapi sekarang sudah beres. Emang nya ada apa? acara malam ini acara mu kak, bukan acara ku," sahut Riko.
"Kata siapa? ini juga acara mu, kau akan kakek jodohkan sama Nian, Bagaimana Hana? Nian belum punya kekasih, bukan?" tanya Kakek, tepat dengan masuk nya Nian ke dalam ruangan.
Nian berjalan dan kembali duduk di kursi, ekor mata nya melirik sepupu nya, menanyai apa yang mereka bahas.
Namun lirikan nya itu tidak di mengerti Eza. Pria itu menaikan bahu.
"Belum Pa, Nian masih jomblo," jawab Mama Hana.
"Apa yang mereka bicarakan? kenapa membawa namaku?" batin Nian bertanya-tanya bingung.
"Kek, kenapa harus Riko juga. Nian ini pacar kak Aksa, dan semua anak-anak anggota klub pun tau hal ini, bahkan mereka memanggil Nian dengan panggilan kakak ipar, jika Kakek tidak percaya silakan tanyakan saja, Riko tidak berkata berbohong," ujar Riko.
"Maksud mu apa? Nian dan Aksa punya hubungan? sejak kapan? kenapa Kakek tidak tau hal ini?" kaget Aksa mendengar kabar dadakan yang tidak pernah di ketahui.
"Riko tidak tau kapan itu, karena Riko baru tau baru-baru ini."
Kakek menoleh dan menatap Aksa.
"Kek, Aksa bisa jelas kan semua," ucap Aksa melihat tatapan tajam dari Kakek nya.
"Nian apa ini? kenapa Mama tidak tau hal ini? sejak kapan kalian punya hubungan?" tanya Mama Hana kaget dengan pengakuan Riko.
"Ma, semua ini sa-"
"Tante, mereka berdua sengaja menutupi hubungan mereka karena keduanya tidak mau sampai ada yang tau. Tante jangan marah," ucap Riko cepat memotong, dan menjelaskan.
"Apa itu benar Aksa?"
"Benar begitu Nian?"
Tanya Kakek dan Mama Hana bersamaan, menatap Aksa dan Nian.
__ADS_1
"Tidak Ma."
"Iya, Kek."
Sahut Aksa dan Nian bersamaan, namun dengan jawaban berbeda.
"Mana yang benar? kenapa jawaban kalian berbeda?" tanya Kakek.
"Aksa berkata benar Kek, dan maksud Nian tadi itu, tidak, bukan tidak punya hubungan, tapi tidak... tidak hanya gosip belakang seperti yang di kata banyak orang di luar sana, tapi ini benar," bohong Aksa.
Nian mendengar pengakuan palsu Aksa, menjadi bingung, dia benar-benar tidak mengerti.
Kenapa Aksa mendadak berkata seperti ini?
"Nian, jelaskan! apa benar seperti ini? kenapa kamu tutupi semua dari Papa dan Mama?"
"Ma, dengarkan dulu penjelasan Nian, jangan seperti ini," ucap Nian.
"Itu memang harus, Tante juga ingin tau penjelasan seperti apa? kenapa mendadak begini," timpal Mama Ika.
"Tante, Om, sebelum saya minta maaf, jangan marah pada Nian. Karena ini bukan salah nya. Tapi ini salah saya, saya lah yang selalu melarang Nian setiap kali Nian ingin memberitahu kalian tentang hubungan kami. Saya melakukan itu karena saat itu saya belum siap saja," ucap Aksa.
"Ada apa ini? kenapa Kak Aksa terus mengarang cerita, apa yang di pikirkan sebenarnya? kenapa aku tidak bisa menebak nya," batin Nian, semakin Aksa mengarang cerita kebohongan, semakin pusing kepala Nian bertanya-tanya.
"Kita pulang sekarang," ajak Mama Hana.
"Makan malam nya?" tanya Nian menatap Mama Hana yang sangat marah pada nya.
"Hana, kita makan sebentar baru pulang," kata Kakek.
"Iya, Pak," sahut Mama Hana.
Kakek Dani, adalah teman dekat orang tua Mama Hana, hingga dia sangat menghormati nya dan bahkan sudah menganggap Kakek Dani Papa nya sendiri.
30 menit kemudian.
"Aksa, kamu dan Nian. Perbaiki hubungan kalian, yang lain biar bersama Kakek saja," ucap Kakek.
"Iya Kek," sahut Aksa.
Nian terdiam, menoleh pada Mama nya. Dia tidak berani berkata apapun.
"Hana, kamu tidak keberatan kan?" tanya Kakek melihat Hana terdiam.
"Tidak, Pak," jawab Hana.
"Pergi lah. Hati-hati di jalan. Kita akan bicarakan ini di rumah nanti," ucap Mama Hana.
"Iya, Ma," sahut Nian.
"Pakai ini, cuaca malam sangat dingin, nanti kamu bisa sakit," Mama Hana mengenakan Switer nya untuk Nian.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...