
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Saat itu, manager masuk ke dalam bus. Dia memberitahu kalau dia sudah menyiapkan makanan untuk mereka semua di lantai 1, ruang makan hotel. Dia memesankan beberapa meja besar untuk mereka semua. Dia juga menyuruh mereka untuk lebih memperhatikan makanan dan kesehatan agar kejadian Radit tidaklah terulang lagi.
Manager kemudian memberitahu supir bus untuk berangkat, sementara dia dan Aksa akan pergi sendiri ke mobil.
"Dan juga, kalian semua harus menjaga gadis ini," ujar manager sebelum keluar.
Nian nampak sedih karena Aksa tidak naik ke bus.
Satu jam kemudian.
Nian dan anggota Ultra tiba di restoran hotel. Dengan sangat sopan, mereka mengantar Nian ke salah satu meja, dan kemudian mengerubunginya. Mereka memperkenalkan diri.
"Namaku Dimas, aku pria tampan, dan manis di antara mereka."
"Namaku Nino, aku paling kece di antara mereka semua."
"Kakak ipar, kalau aku adalah Ivan. Aku tidak seperti mereka yang suka memuji diri ku sendiri, karena aku lebih suka memaksa orang lain untuk memuji ku."
"Siapa pria yang duduk di belakang, tinggi, dan mengenakan topi?" tanya Nian.
"Oh itu Riko adik sepupu Bos. Dia sama dengan bos suka sendirian, irit bicara sudah seperti sedang menabung uang saja," jawab Dimas.
Mereka belum selesai perkenalan. Manager tiba, berdiri dan langsung menghampiri mereka.
"Ayo ikut dengan ku, Aksa ingin bertemu mu," ajak Manager.
Nian langsung bangun dan ikut bersama manager. Saat mengikuti manager dari belakang, Nian merasa minder karena manager memiliki aura yang sangat kuat dan dan dia tidaklah sepadan.
Menyadari Nian diam dan takut. Manager buka suara mencairkan suasana.
"Apakah kau sudah makan?"
"Sudah. Tadi saya minum air dan itu sudah membuat saya merasa kenyang," jawab Nian sedikit gugup.
Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah kamar.
Manager mengetuk pintu dan Aksa membukakan pintu. Nian masih saja terpesona dengan Aksa
"Masuk lah," ucap Aksa mengajak Nian masuk, tapi Nian ragu.
"Kenapa tidak bicara di ruang makan?" tanya Nian memberanikan diri bersuara.
Mendengar itu Aksa memberi tanda dengan telunjuknya agar Nian mendekat dan kemudian dia menariknya agar lebih dekat.
__ADS_1
"Kau ingin aku membicarakan masalah pribadi di tempat umum?"
Nian mundur dengan takut.
Manager sampai tersenyum melihatnya.
"Jangan takut dia memang seperti itu menakutkan seperti harimau, tapi dia tidak akan menyakiti wanita."
"Ya sudah kalian selesaikan masalah kalian, aku harus segera pergi mengurus anak-anak yang lain," lanjut nya lagi, lalu pergi.
Setelah manager pergi, Aksa memberikan
waktu 10 detik bagi Nian untuk memutuskan.
Nian diam, menarik nafas dan akhirnya memilih untuk masuk ke dalam. Dan betapa terkejutnya Nian karena di dalam ternyata ada Radit.
"Kalian berdua ... bisa beritahu yang sebenarnya sekarang?" ujar Aksa. Dia masih yakin kalau Nian adalah pacar Radit.
"Bos berapa kali sudah ku katakan kalau aku tak mengenal nya, kenapa bos terus memaksa ku mengakui yang tidak benar ada nya," sahut Radit.
"Stop berkata bohong, katakan sejujur nya. Ingat kau seorang pria jadi harus berani mengakui," ucap Aksa.
"Bos apa yang harus ku akui, jika terus seperti ini bos boleh membunuh ku sekarang juga, karena sampai kapan pun itu adalah jawaban nya aku tak mengenal gadis kecil ini."
Mendengar itu, Aksa beralih dan menatap tajam Nian.
"Kau serius? apa kau mengatakan itu karena Radit selingkuh dan memiliki pacar lain selain mu?" Aksa menatap Nian.
"Tidak. Aku tidak peduli, meski dia punya pacar atau tidak, karena aku tidak menyukai nya," Nian membantah keras tuduhan Aksa.
Mendengar itu tentu sedikit membuat Radit lega, akhirnya dia berdiri dan menarik Nian untuk mendekat.
"Katakan kau kemari untuk siapa? apa benar kau ingin menemui ku?"
"Tidak. Aku tidak datang mencari mu."
"Oke. Karena kau sudah berkata jujur, aku akan memberi mu tanda tangan," ujar Radit. menyimpulkan sendiri. "Foto bersama juga boleh. Aku menerima permintaan apapun. Anggap saja ini hadiah dari ku. Asal jangan meminta jadi pacarku saja."
"Siapa yang mau jadi pacarmu?! Aku bahkan tidak suka padamu," tegas Nian dengan suara keras.
Kepedean Radit tersebut. Nian ingin memasukkan cabe di mulut nya.
Sedangkan Aksa masih saja asyik mengupas apel. Dia mengira kalau Nian dan Radit masih saja berpura pura.
Sementara Nian, sangat bingung dengan situasinya sekarang.
"Kenapa kak Aksa tidak bicara apapun?" monolog Nian sedih.
__ADS_1
Radit melihat kalau Nian terus saja melihat ke arah Aksa kembali bersuara.
"Apa kau mengenal Bos?" tanya Radit penasaran.
Nian tidak menjawab, dia hanya mengangguk.
Melihat itu, Radit kembali bertanya.
"Apa kau kemari ingin bertemu Bos?"
Lagi dan lagi Nian hanya mengangguk.
"Jadi kau kemari ingin bertemu bos. Kau lihat itu kan Bos ini masalah cintamu sendiri," ucap Radit. "Enak saja malah mencoba melimpahkan kesalahan mu padaku."
"Hei gadis kecil katakan sejujur nya, tapi kencang kan suara mu. Agar bos mendengar dan tidak asal menuduhku lagi," perintah Radit.
Nian terdiam, sebelum berkata dia menarik nafas.
"Orang yang ku suka bukanlah Radit. Aku ... " ujar Nian dengan suara keras, "Aku datang mencari mu," tunjuk Nian pada Aksa.
Aksa tidak percaya malah semakin kesal mendengar itu, dia mengira kedua nya sedang melakukan drama. Biasa seperti sinetron.
"Kalian masih tidak mau jujur?" tanya Aksa mulai jengkel.
"Itu yang sebenarnya!" jawab mereka serentak.
Huh.
Aksa menarik nafas dan berkata. "Keluar lah."
Nian yang mengira keluar itu adalah dirinya segera keluar. Namun baru juga berapa langkah.
"Bukan kau, tapi Radit. Kau diam di tempat mu," ucap Aksa lagi.
Mendengar itu tak membuang waktu Radit segera keluar. Melarikan diri. Dia tidak ingin terlibat di antara cinta mereka.
Di tinggal berdua dengan Aksa membuat Nian takut. Apalagi Aksa mendekat padanya. Hingga kedua tak ada jarak lagi.
"Kenapa kau menyukai ku? dan bagaimana kau bisa tau kami di sini? " tanya Aksa wajah mereka sangat dekat.
"Aku melihat mu di bandara bersama sekelompok pria mengenakan seragam. Aku sangat terkejut. Lalu, temanku bilang ada kompetisi. Aku merasa kalian datang untuk kompetisi itu, jadi aku berpikir untuk datang dan melihat mu. Dan mengenai masalah Radit, aku mengira Kakak adalah Radit. Dan Kakak lah yang sakit, jadi aku hanya ingin melihat apakah Kakak baik-baik saja. Aku ... aku tidak bermaksud untuk mengganggu. Maaf," jelas Nian panjang lebar. Wajah nya keringat, dan sejak tadi terus gemetar.
"Kenapa, kau takut? Apa aku menyeramkan?"
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1