
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Hujan sedang turun dengan deras dan Aksa membawa semua anggota Ultra ke taman. Semua jelas bingung.
"Bos, kenapa membawa kita ke sini? Apa kita akan piknik atau mau melihat bunga?" tanya Dimas, hujan sedang turun deras, malah mereka di ajak ke taman. Mereka kedinginan meski sudah memaksa jaket yang lumayan tebal.
"Stop mengeluh. Saya mengajak kalian bukan untuk piknik atau melihat bunga! Apakah kalian semua lupa dengan tugas lari 7 km?" marah Aksa, mengingatkan mereka akan tugas yang harus mereka lakukan karena kalah pertandingan kemarin.
"Bos sekarang sedang hujan, bagaimana kami melakukan nya? Tunggu hujan berhenti setidaknya baru kami kerjakan," protes Dimas dan di setuju mereka semua.
"Ya sudah jika itu keinginan kalian, lakukan lari 20 km setelah hujan berhenti," ucap Aksa santai.
"Riko, lakukan sesuatu jangan diam saja, Bos sepupu mu jadi kau bisa melakukan negosiasi agar kita tidak berlari sekarang," bisik Nino berharap Riko dapat menolong mereka semua dengan membantu membujuk Aksa.
Tapi, sayangnya, Riko tidak melakukan itu, dia malah memilih berlari sesuai dengan dengan perintah Aksa.
Aksa menatap mereka sambil menaikan alis, mereka masih diam di tempat, sedangkan Riko sudah berlari.
Mendapat tatapan seram itu, akhirnya semua mulai berlari di tengah hujan dan tentu saja bersama dengan Aksa di belakang berlari sambil mengawasi mereka.
"Lari lebih cepat, jangan malas-malasan!" teriak Aksa tegas. Dan semua langsung lanjut berlari dengan lebih cepat, walaupun sambil menggerutu karena Aksa begitu ketat mengawasi mereka.
Saat sedang mengawasi anak-anak berlari menjalani hukuman, ponsel Aksa berbunyi, lagi dan pagi pesan dari nomor yang sama itu lagi, nomor tersebut masih juga kekeh mengirim pesan agar Aksa membalas, tapi sangat di sayangkan Aksa tak berniat untuk membalas.
Aksa mengabaikan dan kembali berlari.
Akhirnya, lari pun terselesaikan. Semua tentu saja masih protes apalagi Aksa mengancam mereka menggunakan hari libur akhir tahun baru mereka. Menurut mereka itu sangat kejam.
"Kenapa, apa masih protes? tidak terima? atau mungkin ada yang ingin menetap di markas berlatih lebih giat agar tidak kalah? sejak kemarin di lihat kalian terlihat biasa, nampak seperti tidak terjadi apa-apa, bahkan tak ada satu pun dari kalian yang merenung, semua kerja keras kita selama ini pun tak pernah kalian anggap penting. Dan kalian masih ingin protes sekarang?" marah Aksa.
"Bos, meski kita kalah dan mendapat juara 2, itu tidak lah memalukan, di tambah kalah dari Black team, apalagi Bos mereka itu bertahun-tahun... " ujar Radit yang masih belum puas protes sudah langsung di hentikan Nino.
"Kalah dari Black team tidak memalukan! Salah! Hal paling memalukan adalah kalah dari Black team!" tegas Aksa.
"Kau saja yang tidak mau kalah dari Felix kan?" ujar Radit menghina Aksa.
Mendengar itu semua langsung panik, tapi Radit malah tidak merasa salah dengan ucapan barusan dapat membuat keadaan yang sudah panas menjadi semakin panas.
__ADS_1
Aksa menatap Radit dengan sangat tajam.
"Biar ku katakan, dalam kamus ku, kata kalah tidak ada! Dan kalian sudah bersekolah bertahun-tahun, apa kalian masih ingat siapa juara 1 di kelas kalian?"
Semua yang tadi diam ketakutan, dengan cepat menjawab pertanyaan Aksa.
"Masih Bos," jawab mereka semua kompak.
"Beri satu alasan kenapa hingga sekarang kalian masih mengingat, padahal sudah lama kalian tidak sekolah," ujar Aksa meminta salah satu dari mereka mewakili untuk menjawab pertanyaan nya.
"Guru selalu membanggakan juara 1," jawab Dimas.
"Lalu bagaimana dengan juara 2? apa guru kita membanggakan?" tanya Aksa lagi.
"Tidak," jawab mereka kompak.
"Jika sudah seperti itu, apa yang harus kalian perbuat agar guru selalu membanggakan kalian?"
"Belajar lebih giat lagi dan menunjukkan jika kita bisa menjadi terbaik."
"Dan sekarang itu juga yang harus kalian lakukan, tunjukkan yang terbaik jika kita bisa," ujar Aksa.
*****
Menyadari hal itu, Riko mengajak Aksa untuk bicara berdua.
"Aksa, jangan terus bersikap keras pada mereka, jika sikap mu terus seperti ini, ini sama saja kau membuat mereka tak konsen, karena kau secara tak langsung membuat mereka merasa tertekan," ujar Riko.
"Aku tau itu, tapi jika mereka tidak bisa bertahan dengan tekanan seperti ini, bagaimana mereka bisa berkompetisi secara professional?" sahut Aksa.
"Aku mengerti itu, tapi... "
"Sudah, jangan bahas ini sekarang. Bantu aku untuk menarik uang, password nya adalah 123456," ucap Aksa cepat menghentikan Riko yang belum selesai berbicara.
Huft.
Riko menghela nafas panjang.
"Tarik berapa?"
"Terserah, kau putuskan saja. Berikan ini sebagai angpau tahun baru mereka."
"Baiklah, aku sebagai sepupu termuda mu juga dapatkan?" tanya Riko.
__ADS_1
"Iya, ambil bagian mu setelah membagikan pada mereka," jawab Aksa.
"Oh iya, apa kau tau bagaimana caranya memblock orang di WhatsApp?"
(Wkwk, jangan di hujat ya, Aksa jarang bermain WhatsApp, waktu nya habis untuk bermain games, dan mengajari anggota ultra team, dan WhatsApp pun dia gunakan untuk keperluan mendesak saja, karena semua keperluan lain dia selalu menggunakan SMS biasa.)
"Kenapa emang nya? apa kau sedang ikut kencan buta, hingga kau mendapat teror dari para wanita di luar sana?" tebak Riko.
"Jangan asal bicara kau, mana ada seperti itu," bantah Aksa dan mulai menceritakan kejadian di warnet.
"Kalau gitu, blok atau delete saja. Itu sangat mudah, biar ku bantu," ujar Riko menawari diri untuk melakukan itu.
"Tidak perlu. Biarkan saja. Terlalu merepotkan," tolak Aksa membatalkan.
"Kau urus saja makanan mereka semua, kalau kurang tambah saja. Aku akan keluar kota," sambung Aksa lagi.
"Baiklah. Berapa hari kau akan pergi?"
"1 minggu," jawab Aksa dan langsung pergi.
Para anggota yang dari tadi dari mengintip dari jendela, langsung bingung karena Aksa pergi. Begitu Riko masuk, mereka langsung bertanya.
"Bos pergi kemana? Kenapa tidak ikut makan?" tanya Dimas.
"Aksa ada urusan hingga harus segera pergi. Dan untuk beberapa hari ke depan Aksa tidak akan mengawasi kita, tapi kita akan tetap latihan," jawab Riko.
"Memang nya bos pergi kemana?"
"Luar kota, selama seminggu."
"Kalau gitu sekarang kami sudah boleh makan? kami lapar" tanya Ivan.
"Silakan," Riko mengangguk dan semua langsung menyerbu makan.
Mereka menikmati makan dengan lahap, merdeka itu lah yang mereka rasakan sekarang, Aksa akan pergi selama satu minggu dan satu minggu itu tidak akan ada lari pagi, dan mereka bisa istirahat lebih banyak dan tentu puas.
"Jika kurang apa kita boleh tambah?"
"Silakan, asal di habiskan saja."
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1