
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Satu minggu berlalu.
Nian sudah kembali ke kampus, sampai sekarang, dia masih berharap ada pesan balasan dari Aksa. Namun itu tidak terjadi.
Jesy, sahabat Nian, yang melihat Nian sibuk terus memandangi ponsel nya menjadi bingung mengerutkan kening.
"Kau kenapa? Sejak tadi aku perhatikan sibuk pandangi ponsel, emang nya kau lagi tunggu kabar dari seseorang?" tanya Jesy. Menatap Nian.
"Iya, tapi hingga sekarang tidak ada kabar. Jes, bagaimana rasa nya ketika kau menyukai seseorang?" tanya Nian ingin tau pendapat teman nya, mungkin saja Jesy dapat menggambarkan seperti apa rasanya jatuh cinta.
"Hah? Kau lagi suka seseorang?" Jesy kaget dan menatap tajam Nian minta penjelasan.
"Tidak, aku hanya bertanya saja, emangnya salah kalau aku bertanya? Aku hanya ingin tau saja seperti apa rasanya," bantah Nian dan berbalik menatap keluar jendela.
Pas pula, ada seorang pria lewat, melambai tangan menatap Nian dan Jesy. Pria tersebut juga memengang dua botol minum di tangan nya.
Jesy melihat pria tersebut yang merupakan senior mereka di kampus, mengira perkataan Nian tadi untuk Rio. Mengingat kembali yang terjadi, Rio sangat baik pada mereka, terkhusus nya pada Nian, bukan padanya.
"Nian, Jesy, apa yang kalian lakukan di sini?" Rio seraya menyodorkan dua botol minum pada kedua wanita di depan nya.
"Terima kasih," ucap mereka kompak menerima minum pemberian Rio.
"Hanya berbincang kecil, kakak sendiri sedang apa?" tanya Nian.
"Cari kalian," jawab Rio.
"Cari? untuk apa?" tanya Nian, menatap Rio, dia bingung ada keperluan apa Rio mencari mereka.
"Kenapa? Apa tidak boleh?" Rio malah balik bertanya, tanpa menjawab pertanyaan Nian.
"Bukan seperti itu kak," Nian menggeleng kepala.
"Hahaha, sudah gak usah terlalu serius Nian. Aku kesini ingin berbicara dengan Jesy, apa boleh aku pinjam sebentar?" Rio menatap Jesy lalu menoleh pada Nian.
"Silakan kak, gapapa. Di bawah pulang juga gapapa, asal Jesy nya mau," goda Nian dan segera kabur sebelum Jesy mengamuk dengan ledekan nya.
"Tunggu kamu Nian, akan ku balas nanti."
__ADS_1
Jesy bingung ada apa dengan Rio, kenapa mendadak ingin bicara dengan nya.
Mereka masih diam, salah satu dari mereka belum ada yang ingin membuka suara. Jesy tidak tau harus berkata apa, sedangkan Rio dia bingung harus mulai dari mana pembicaraan nya.
Diam, dan terus berdiri menatap pemandangan di luar jendela, sedikit membuat Jesy bosan.
*****
Di sisi lain, Nian sedang galau, dia meninggalkan Jesy berdua bersama Rio, dan dia memilih pulang lebih dulu tanpa memberi kabar.
Nian tidak pulang ke rumah melainkan ke warnet sepupunya, dia berharap penuh bisa melihat Aksa di sana.
Namun lagi dan lagi dia harus kecewa, karena Aksa tidak ada.
Eza melihat Nian tidak semangat menghampiri dan menghibur nya agar tidak sedih.
"Kamu kenapa Nian, kok wajah nya di tengkuk gitu?" tanya Eza basa-basi.
"Tidak, aku duluan. Maaf gak bisa bantu jaga," pamit Nian tidak semangat untuk melakukan apapun hari ini.
Nian pergi begitu saja, Eza melihat sepupu nya terus murung dan sedih menjadi tidak tega. Akhirnya Eza memutuskan untuk membantu Nian, meski belum tau dengan apa dia akan membantu nya nanti.
Eza berjalan menghampiri seorang pelanggan yang sedang bermain game.
"Hei kau serius tidak tau mengenai game? bagaimana kau menjadi pemilik warnet kalau pengetahuan mu tidak ada," ejek orang tersebut.
"Kenapa emangnya? Pemilik warnet tidak selalu tau tentang game. Jika tidak ingin memberitahu tidak apa-apa, tidak perlu juga mengejek ku," ujar Eza dengan ketus, dia kesal di tanya baik-baik malah di katain.
"Jangan marah anak muda, baiklah saya akan memberitahu mu. Game yang sedang saya mainkan adalah game chamber Storm."
"Lalu bagaimana cara saya tau siapa yang bermain game ini?" tanya Eza.
"Selama kau tau nama akun nya, kau akan tau dia bermain atau tidak."
"Bagaimana cara saya tau nama akun nya?" tanya Eza lagi.
"Datang temui orang itu dan tanya nama akun nya," jawab pelanggan tersebut, kembali fokus bermain komputer nya.
Eza terdiam, dia membenarkan perkataan pelanggan nya. Tapi dia tidak hilang akal, dia menatap CCTV yang mengarah ke komputer pelanggan nya. Dia tersenyum penuh arti.
*****
Nian tiba di rumah. Papa dan Mama heran melihat putri nya pulang dengan wajah murung.
"Kenapa pulang sendiri? Dimana Eza?" tanya Mama melihat Nian datang seorang diri.
__ADS_1
"Di warnet. Nian lelah jadi pulang duluan," jawab Nian.
"Nian ke kamar dulu mau istirahat," sambung Nian, pergi meninggalkan kedua orang tua nya.
Kamar Nian di dominasi dengan warna biru. Tiba di kamar Nian berjalan dan berdiri di dekat jendela sambil menatap ponsel.
"Apa nomor ku sudah di blokir?" tanya Nian yang semakin galau dengan pertanyaan nya sendiri.
Beberapa jam kemudian, Eza pulang.
"Tan, Nian mana?" tanya Eza.
"Di kamar, sejak pulang Nian belum juga keluar, padahal sudah tante ajak makan, tidak ada jawaban dari dalam," jawab Mama Hana.
"Yah sudah biar itu jadi urusan Eza, Eza pamit ke atas dulu."
Tiba di kamar, Eza langsung menghampiri Nian yang duduk melamun.
"Nian, aku punya kabar baik untuk mu, ku rasa kau akan senang mendengar ini," ucap Eza.
"Aku tidak tertarik apapun kabar baik yang ingin kau sampai kan Za," tolak Nian tidak tertarik, dia mengira kabar baik yang akan di sampai kan Eza itu tidak penting, jadi Nian langsung menolak.
"Kau yakin tidak tertarik? Kau akan rugi Nian, kabar yang ingin ku sampaikan ini berkaitan dengan pria itu, tapi tak apalah jika kau tidak tertarik aku akan pulang saja, aku ingin istirahat, hari ini sangat melelahkan," ucap Eza berbohong.
"Tidak," Nian dengan cepat menahan Eza, yang akan pergi meninggalkan kamar nya. Tangan Nian memengang pergelangan tangan Eza.
"Tadi kata nya tidak tertarik kenapa mendadak jadi tertarik?" tanya Eza dengan senyum menggoda.
"Eza jangan becanda tidak lucu, cepat katakan," desak Nian penasaran, dengan Eza menunda seperti sekarang membuat nya semakin penasaran.
"Iya, iya," sahut Eza.
Dia pun mulai menceritakan semua dari awal apa yang di lakukan tadi, hingga di ejek pelanggan nya.
Nian mendengar semua cerita Eza, tersenyum, dia tidak menyangka jika Eza melakukan semua karena dia.
"Kau sepupu ku yang terbaik Eza, aku menyayangi mu. Sekarang ajarkan aku cara bermain," ucap Nian tidak sabar ingin segera tau cara bermain game, apalagi game itu di sukai pria idaman nya.
"Baiklah dengar baik-baik penjelasan ku ini," kata Eza meminta Nian mendengar kan penjelasan nya.
Eza menjelaskan tombol untuk bermain, di tombol tersebut adalah W A S D, untuk maju, kiri, kanan dan belakang. Kalau mau tembak, klik kiri mouse. Eza menjelaskan semua yang di ketahui dari apa yang di ingat pada penjelasan teman nya padanya.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1