
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Aksa sedang bersiap-siap bersama Riko untuk menjemput kakek.
Riko engan ikut, Aksa memaksa karena dia malas berdua saja dengan kakek, itu tidak baik untuk kuping nya.
"Kenapa tidak kau sendiri saja kak? kenapa harus mengajak ku?" Riko menatap kesal Aksa.
"Malas, kau tau kakek seperti apa? dia akan terus menanyakan kapan aku menikah? sedangkan kau tau aku tidak ingin menikah sekarang."
"Lalu kapan kau akan menikah? ingat usia mu tak lagi muda kak, sudah kepala tiga," Riko mengingatkan itu.
"Diam lah, cepat masuk jangan banyak bicara."
"Hmmm."
Mobil mereka pun melaju pergi menuju bandara.
Di toko buku Nian mencari buku. Nian hobi mengoleksi buku, entah sudah berapa banyak uang yang di habis kan untuk membeli buku, Nian tak peduli.
Nian berusaha keras menyibukkan diri agar tidak mengingat Aksa, tapi otak nya itu sulit untuk melakukan.
"Aku harus apa sekarang? wajah Kak Aksa terus memutari benak ku. Apa aku harus menemui nya di markas Ultra? oh no itu tidak mungkin, nanti dia akan marah dan mengganggap ku murahan."
"Lalu bagaimana? aku benar-benar tidak bisa fokus dengan yang ku kerjakan sekarang?"
Berbicara dan bertanya pada diri sendiri, Nian akhir nya memutuskan untuk pulang menenangkan diri.
Malam hari Nian duduk menatap ponsel nya, dia benar-benar rindu pada Aksa, pria dingin dan tak banyak bicara itu berhasil mencuri hati Nian.
Eza datang tanpa mengetuk pintu langsung masuk membuat Nian yang sedang melamun menjadi sadar.
"Eza, kamu apaan sih, kenapa masuk gak ketuk dulu? kaget tau," ucap Nian dengan wajah cemberut.
"Maaf, habis nya buru-buru. Mending siap gih, calon kak Nita bakal datang hari ini. Kita di minta ikut makan malam," ujar Eza.
"Malas, kalian saja," tolak Nian. Dia engan ikut.
"Tidak, cepat siap atau tante akan naik nanti."
__ADS_1
"Iya, iya, siap nih. Sana keluar," usir Nian. Dia bangkit buka pintu meminta Eza keluar.
"Lima menit, enggak lebih," Eza memperingati dan Nian mengangguk.
Bukan bersiap seperti apa yang di katakan Eza, Nian malah duduk kembali. Dia malas ikut makan malam. Otak nya saat ini benar-benar sedang kacau, bayangan wajah Aksa terus menghantui benak nya.
Eza berdiri di luar dan melihat jam di pergelangan tangan. Waktu yang di berikan Eza sudah habis malah lebih, Nian juga belum keluar dari dalam.
"Apa yang di lakukan Nian di dalam, kenapa lama? apa dia sedang berdandan? sejak kapan Nian suka berdandan? seperti nya ada yang tidak beres ini," ucap Eza. Membuka pintu dan benar saja Nian belum bersiap.
Nian duduk santai di sofa.
"Nian!" teriak Eza. Melihat Nian asyik mendengar musik dengan hand seat membuat nya kesal. Sudah lama menunggu di depan, ternyata orang yang di nanti kedatangan nya bersikap acuh.
Eza merampas paksa hand seat itu.
"Eza, kamu apa-apaan sih, cepat kembali kan."
"No, bersiaplah, kita harus ke bawah. Dengar itu, seperti nya mereka sudah datang," ucap Eza. Mendengar suara mesin mobil.
"Tap-"
"Tidak ada tapi-tapian, ayo," ucap Eza cepat memotong perkataan Nian. Dia langsung menarik Nian keluar dari kamar tanpa memberi waktu untuk bersiap lagi.
Nian amat kesal, Eza tidak memberi nya sedikit waktu, sekedar sisir rambut.
"Kau? kenapa bisa berada di sini? apa ini rumah mu?" tanya pria tersebut. Dia adalah Aksa.
Tanpa menjawab pertanyaan Aksa, Nian berbalik dan berlari cepat masuk ke kamar nya.
Nian sangat malu dengan penampilan nya saat ini, dia tak tau jika tamu mereka yang akan datang adalah Aksa.
Dia terus menggerutu kesal pada diri nya. Nian juga menyalahkan Eza, karena Eza tidak memberitahu siapa tamu mereka.
"Dasar Eza, dia benar-benar selalu membuat ku malu, bukan yang pertama tapi ini sudah yang kedua," ucap Nian.
Aksa bingung melihat Nian tiba-tiba pergi meninggalkan nya.
"Nak, ayo duduk tidak baik berdiri terus," ucap Mama Ika mengajak Aksa untuk duduk. ( Mama Nita dan Eza.)
"Iya, terima kasih," sahut Aksa. Dia pun duduk di samping Kakek nya.
30 menit sudah mereka berbicara, dan Nian baru keluar, dia sangat gugup karena Aksa datang ke rumah nya.
__ADS_1
Dan tepat sekali mereka semua ingin pergi ke cafe untuk makan malam.
"Kenapa lama sekali? kita sudah mau pergi, ayo cepat kemari," ucap Mama Hana. (Mama Nian.)
"Maaf, sekarang langsung berangkat saja," ujar Nian.
"Kalian, anak-anak naik di mobil Aksa, kita para orang tua dengan mobil sendiri," ucap Mama Ika.
"Iya Tan."
Aksa duduk di kursi mengemudi, dia tak mengizinkan siapa pun untuk duduk di samping kursi tersebut, dia meletakan jaket nya.
Eza yang sudah membuka pintu tersebut, tak jadi masuk duduk, dia kembali menutup dan duduk di kursi penumpang.
Nian tak melihat Aksa, dia seolah tak mengenal Aksa. Menurut nya itu yang terbaik sekarang.
Dalam perjalanan, tak ada pembicaraan, hingga Nita buka suara bertanya.
"Apa kesibukan mu saat ini?"
"Kesibukan?"
"Iya, kesibukan mu," ucap Nita.
"Tidak banyak, saya hanya mengurus dan mengajari anak-anak mengembangkan bakat mereka dalam bermain," jawab Aksa.
"What? jadi benar kau terus bermain dengan komputer. Apa sebegitu penting komputer bagi mu? kenapa tidak kau cari kesibukan lain saja," sahut Nita. Dia tidak suka pria yang tidak memiliki kerjaan tetap.
"Kak jangan berkata seperti itu. Bermain komputer yang mereka lakukan tidak buang waktu. Karena itu sangat berguna, juga dapat mengharumkan nama negara. Asal Kakak tau banyak negara di luar sana berlomba-lomba berkompetisi untuk jadi juara, semua itu karena mereka ingin jadi juara dan menunjukkan pada semua orang yang memandang buruk kerjaan mereka, jika apa yang mereka lakukan tidak buang waktu," ujar Nian panjang lebar, menjelaskan agar Nita tidak berpikir buruk.
Aksa terdiam, tidak menyangka masih ada orang yang dapat berpikir jernih mengenai kerjaan nya sekarang. Dari banyak orang luar yang di kenal, semua selalu berpikir jelek, tapi tidak dengan Nian, orang yang baru beberapa kali berjumpa sudah dapat mengerti nya.
"Tau apa kamu Nian, tidak usah membela nya. Kamu masih kecil jadi tidak perlu ikut campur, oke," ucap Nita menegur Nian.
"Tapi, aku berkata ben-"
"Sudah tiba, ayo kita masuk," ucap Aksa. Dengan cepat memotong perkataan Nian saat tiba di area parkiran.
Nita dengan wajah kesal langsung keluar terlebih dahulu dan di susul Eza.
Nian pun keluar tak lama dari itu.
"Tunggu," Aksa menghentikan Nian yang akan masuk ke dalam.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...