Cinta Beda Usia Terhalang Restu

Cinta Beda Usia Terhalang Restu
Bab 8: Hotel


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Aksa mengerti, karena memang benar sejak tadi mereka belum makan. Pasti sekarang sudah sangat lapar.


"Bersiap lah, kita akan kembali ke hotel," ujar Aksa.


Sedangkan Nian masih di luar, melihat mereka.


"Bawa dia juga untuk ke hotel," perintah Aksa pada Dimas, yang di balas anggukan.


"Dan kau cari manager, katakan padanya jika aku mencari dan menunggu nya. Ada hal yang ingin ku bicarakan," sambung Aksa memerintah Nino mencari keberadaan Eni.


Aksa langsung pergi meninggalkan mereka setelah mengatakan semua.


Dan Dimas langsung menghampiri Nian yang masih berdiri di luar.


"Ayo Kakak ipar, ikut dengan ku, kita akan makan bersama," ajak Dimas. Mengambil koper dan jaket di tangan Nian. Sejak tadi Nian selalu bawa ke mana-mana dari awal datang.


"Makan? dengan ku juga? di mana?" tanya Nian bingung.


"Di hotel, kita akan kembali ke hotel sekarang. Bos meminta ku membawa Kakak ipar juga, makanya aku mengajak Kakak ipar," jawab Dimas. Kedua langsung berjalan masuk ke dalam.


"Kak Aksa meminta mu mengajak ku juga? kau tidak bohong kan?" tanya Nian masih tidak percaya, dia kaget mendengar perkataan Dimas.


"Tentu saja, aku tidak berbohong Kakak ipar. Bos yang bilang sendiri padaku, membawa Kakak ipar. Mungkin Bos tidak bilang langsung, karena Bos harus segera menemui manager ada pembicaraan penting, jadi meminta ku yang berbicara, mewakili," jawab Dimas, menjelaskan.


Nian mendengar itu jelas senang, dia tersenyum sepanjang perjalanan nya. Dia bahagia, selangkah maju sekarang dia dekat dengan Aksa.


"Rasanya semua seperti mimpi, aku di ajak makan bersama, di hotel, semoga ini menjadi awal yang baik untuk ku agar lebih dekat dengan Kak Aksa," batin Nian doa penuh harap di lancar semua hari ini.


Dia tidak akan menyiakan kesempatan yang indah ini. Nian akan melakukan semua dengan baik.


*****


Eni menemui Aksa. Dia tersenyum karena mendengar kabar dari Nino kalau pacar Aksa datang.


"Kenapa kau tersenyum, menatap ku?" tanya Aksa, bingung dengan tatapan Eni.


"Tidak. Aku senang saja, setelah sekian lama kau bisa membuka hati mu kembali, tapi kenapa aku menjadi orang terakhir mengetahui kau punya pacar? apa kau tidak menganggap ku teman lagi?" jawab Eni dan balik bertanya.

__ADS_1


"Jadi kau sudah mendengar nya?"


"Ya, aku sudah mendengar nya dari Nino tadi, kenapa aku mengetahui paling akhir?"


"Lalu kau percaya begitu saja dengan berita itu?"


"Tentu. Kenapa harus tidak percaya. Lagian bukan hanya Nino tadi yang berbicara tapi ada yang lain, pasti mereka tidak berbohong bukan?"


"Semua yang kau dengar itu salah. Gadis itu sebenarnya pacar nya Radit, tapi karena satu problem, kedua sama-sama tidak berani mengatakan hubungan mereka sebenarnya," ujar Aksa. Dia masih mengira jika Nian adalah pacar Radit. Dan Nian tidak berkata jujur karena ingin melindungi Radit.


"Jadi seperti itu sebenarnya. Pasti semua itu karena kau Aksa. Dia takut makanya tidak berani mengakui nya," sahut Eni, tersenyum.


"Takut padaku makanya memilih di salah pahami."


"Di salah pahami?"


"Iya, Dimas memanggil nya Kakak ipar. Dia bahkan bilang kalau gadis itu adalah istri ku," jawab Aksa. Menjelaskan kesalahpahaman yang di buat Dimas, hingga berimbas pada semua anak-anak yang lain, tidak tau apa-apa jadi ikut memanggil Nian, Kakak ipar.


Mendengar itu Eni tertawa, dia merasa lucu dengan semua cerita Aksa. Dia jadi penasaran seperti apa gadis yang membuat semua anak-anak klub memanggil Kakak ipar, dan seperti nya mereka sangat menyukai gadis itu.


"Di mana dia sekarang?"


"Lupakan, jangan membahas nya sekarang. Bagaimana keadaan Radit?"


"Baik. Kau, terlihat kejam, tapi sangat peduli pada orang lain di belakang. Kau bahkan tidak tau bagaimana cara menjadi orang baik," ucap Eni, berkomentar.


"Tentu saja."


"Ya."


"Apa hanya ini yang ingin kau katakan padaku?"


"Tidak, tolong perhatikan anak-anak lebih dari sebelum nya. Beri mereka istirahat untuk bersantai agar tidak stress," ujar Aksa.


Eni tersenyum mendengar itu, karena Aksa sangat peduli pada para anggota klub, tapi sok bersikap cuek.


"Baiklah, aku akan melakukannya. Hanya itu bukan, tidak ada yang lain lagi?" tanya Eni memastikan lagi.


"Iya. Apa kau akan pergi sekarang?"


"Ya. Aku ingin menemui seseorang," jawab Eni.


"Siapa?"


"Kakak ipar cantik yang jatuh dari langit," jawab manager, menggoda Aksa.

__ADS_1


"Cih. Sebelum kau pergi, sebaiknya pergi temui anak-anak, bawa mereka kembali ke hotel untuk makan. Kemudian, ikut dengan ku, CEO penyelenggara mencari kita seperti nya ada hal penting yang ingin di bicarakan. Kita akan pergi beberapa menit lagi, tapi sebelum itu kau pergi urus anak-anak klub dulu."


*****


Dimas membawa Nian masuk ke dalam bus.


"Kakak ipar ayo masuk," ajak Dimas, dan semua para fans Ultra mendengar itu menjadi bingung.


Kakak ipar? Siapa wanita itu? Menikah dengan siapa,hingga salah satu anggota Ultra memanggilnya Kakak ipar.


Nian masih berdiri di depan, belum masuk naik ke bus, mendapat tatapan tajam dari para fans Ultra, dia menunduk, dia seakan mau di terkam jika di artikan dari tatapan mereka semua.


Dan akhirnya Nian memberanikan diri untuk masuk ke dalam bus. Dan dia tampak sangat gugup melihat semua anggota Ultra. Apalagi semua anggota menatap nya dengan mata berbinar dan terus memanggil nya kakak ipar.


"Katakan pada mereka jangan memanggil ku Kakak ipar," bisik Nian pada Dimas, karena dia tidak ingin membuat orang-orang semakin salah paham padanya.


"Diam lah, tadi Kakak ipar bisik padaku. Dan meminta pada kita semua untuk tidak memanggil nya Kakak ipar lagi. Dia merasa malu," ujar Dimas, yang membuat semua orang jadi salah paham.


Mendengar itu, Nian jadi pusing. Padahal bukan itu maksud nya.


"Bagaimana ini, mereka jadi salah paham," batin Nian, pusing.


Dan dari luar terdengar suara para fans yang berteriak memanggil Riko, yang berjalan ke arah bus.


Riko mengenakan topi dan masker hitam. Dan dia juga berpapasan saat ingin duduk di kursi nya.


Nian belum pernah melihat Riko, jadi dia tampak biasa saja. Tidak dengan Riko ini sudah menjadi kali 3 ketemu dengan Nian.


"Riko, sejak kapan bos mencari pacar? bukan nya bos selalu berada di klub 24 jam?" tanya Nino, penasaran.


"Saya tidak tau. Tanya kan saja langsung pada yang bersangkutan," jawab Riko.


"Jika Riko tidak tau, apa Bos sengaja menutupi semua ini, agar kita tidak meniru nya untuk mencari pacar?" Ivan menyimpulkan dan di benar mereka anggota lain nya.


"Mungkin saja begitu, bos takut persiapan kompetisi kita terganggu kalau memiliki pacar," sahut Nino.


"Kenapa terus membahas? Dia sudah tidak muda lagi. Pacaran adalah hal yang normal," ucap Riko.


"Kau benar. Bos sudah tidak muda lagi. Bos sudah tua," sahut Dimas setuju dengan apa yang di katakan Riko.


Mendengar itu, Nian menggerutu dalam hati.


"Siapa yang tua? Kak Aksa masih muda bahkan dia lebih tampan dari kalian semua, mata kalian saja yang buta, orang yang jelas mempesona di bilang tua."


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2