Cinta Beda Usia Terhalang Restu

Cinta Beda Usia Terhalang Restu
Bab 5 : Di namakan takdir


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Malam hari.


Nian tidak bisa tidur, sama hal dengan Aksa, dia juga tidak bisa tidur malam. Dan kemudian dia memutuskan untuk keluar kamar. Melihat komputer yang ada di lantai bawah, membuatnya teringat masa lalu.


Aksa turun dan memutuskan untuk bermain game sebentar. Dia menyalahkan komputer. Dan sebelum bermain, dia punya kebiasaan untuk memakai permen, itu menandakan jika perasaan nya sedang tidak baik.


Nian masih belum tidur dan tiba-tiba dia terpikir sesuatu. Hari itu Aksa ke warnet tengah malam, mungkin sekarang dia lagi online. Dan karena itu setelah memastikan kedua orang tuanya tidur, Nian baru menyalakan laptop untuk bermain.


Nian sangat senang karena Aksa ternyata benar online. Dia segera mengirim pesan untuk bermain dengan Aksa, tapi bukan sebagai musuh.


Tak berselang lama, notifikasi masuk, dan ternyata itu dari Aksa yang menerima bermain bersama nya.


Meski tidak mengerti mengenai game, Nian tetap bermain, hingga dua orang pemain lain, melihat pemainan Nian tampak aneh dan amatir padahal game nya adalah akun tingkat tinggi mengatai jika Nian adalah pencuri akun.


Namun komentar kedua pemainan itu, tidak Nian peduli kan, dia terus mengirim game pada Aksa. Bahkan mempamerkan kalau dia tau semua tombol pemainan dan berjanji akan melindungi Aksa.


Tapi semua terbalik, Aksa lah yang terus melindungi Nian, Nian tidak menyadari jika sudah berulang kali hampir mati di bunuh pemainan lain, karena banyak bicara.


Aksa yang menyadari jika Riko baru saja pulang.


"Dari mana? Kenapa baru pulang?"


"Tumben bermain? Apa mood mu lagi jelek?" Riko berbalik tanya tanpa menjawab pertanyaan Aksa padanya.


"Tidak, hanya sesekali bermain," jawab Aksa.


"Benar seperti itu?" Riko memastikan lagi, dia tertarik pada satu akun yang menjadi teman game Aksa, yang terus mengirim pesan.


"Apa kau kenal?" tanya Riko lagi.


"Tidak, seperti nya dia hanya anak-anak," jawab Aksa.

__ADS_1


"Tapi, itu akun level tinggi."


"Mungkin dia bermain dengan akun anggota keluarganya. Aku sudah pernah berada dalam situasi seperti ini sebelumnya."


"Lalu kenapa tidak kau buat akun mu sendiri? Daripada harus selalu menggunakan akun Radit?"


"Jika aku membuat akun, apa yang akan kalian lakukan?" tanya Aksa balik.


"Aku mau mandi dulu, gantikan aku bermain. Oh iya, tambahkan dia di dalam daftar teman," sambung Aksa dan pergi.


20 menit kemudian.


Aksa kembali dan Riko segera pindah duduk di samping kursi Aksa.


"Kenapa kau menerima nya untuk bermain?" Riko menatap Aksa, dia penasaran apa alasan nya.


"Menurut ku bermain dengan anak kecil lebih menyenangkan, karena menegangkan. Yang seharusnya 5 VS 5, menjadi 4 VS 5, karena dia yang tidak mengerti game," jawab Aksa.


Riko mengangguk mengerti sekarang, dia tidak lagi berkomentar.


"Teruslah bermain, kau lebih tampan jika bermain game," puji Riko, lalu beranjak pergi dari tempat nya menuju kamar.


*****


Tiba di Kota B, Nian turun dari pesawat, dia melihat banyak orang yang mengerubungi para pria berpakaian hitam. Itu adalah team Ultra. Nian mengira itu adalah anggota team basket yang pasti sangat populer, hingga memiliki banyak fans.


Tapi saat dia melihat lebih dalam lagi, dia melihat Aksa, di antara segerombolan orang tersebut.


Nian sangat terkejut melihat Aksa yang ada di team para pria berpakaian hitam, Dia segera mengejar nya. Dan karena langkah nya yang kecil, Nian tidak berhasil mengejar dan tertinggal. Tapi dia tidak menyerah, dia bertanya pada orang-orang yang ada di sekitar sana.


"Permisi, maaf menganggu sebentar, saya ingin tanya, mungkin saja Kakak-kakak pada tau kemana gerombolan pria berpakaian hitam tadi pergi?" tanya Nian sopan.


"Maksud kakak team Ultra?"


Nian yang tidak tau mengenai team Ultra apa yang mereka maksud hanya mengangguk.


"Iya, apa Kakak pada tau kemana pergi nya mereka?"


"Kakak jalan lurus saja ke depan, di sana ada bus Ultra Team sedang menanti mereka, karena mereka akan segera pergi ke tempat kompetisi," terang orang tersebut memberi arahan pada Nian.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Nian dan langsung pergi mengikuti petunjuk yang di berikan orang tadi.


Nian tiba di depan bus ultra dan langsung mencari sosok Aksa. Kebetulan sekali Aksa duduk di dekat jendela, tapi sayang nya dia sibuk melihat ponsel nya sambil memakai earphone.


Aksa tidak menyadari Nian yang berdiri di samping jendela bus. Menatap dan melambaikan tangan ragu-ragu padanya. Yang melihat malah para anggota Ultra. Mereka mengira Nian adalah fans mereka.


Tapi hal yang membuat mereka bingung dan bertanya-tanya, bagaimana Nian tau jadwal Penerbangan mereka. Riko juga melihat Nian dan kelihatan nya tertarik.


Bus melaju pergi, dan Nian hanya bisa melihat dan tidak berani berteriak menyapa Aksa. Malah Nino yang melambaikan tangan pada Nian.


"Jangan asal melambai, lihat lah dia tidak menatap kita, yang ditatap itu Bos. Apa kau tidak bisa lihat itu," tegur Dimas menyuruh Nino perhatikan baik-baik tatapan Nian pada siapa.


"Ya, kau benar. Tapi tidak masalah, jika saya yang melakukan itu, anggap saja sedang menggantikan Bos," sahut Nino.


"Terserah kau saja," ucap Dimas, bus mereka sudah melaju pergi.


Sementara itu, seorang wanita bernama Mei, panik karena Nian tidak menelpon dan tidak bisa di hubungi, padahal acara jumpa fans mereka sudah mau di mulai.


Kru juga bahkan sudah memberitahu agar Mei segera bersiap.


Setelah bus Ultra menjauh, Nian baru tersadar dengan tujuan nya datang ke Kota B. Dan baru membaca pesan dari Mei.


Tanpa berpikir apapun lagi, Nian segera bergegas mencari taksi dan untung ada taksi yang lewat, hingga dia langsung menghentikan dan naik, meminta pak sopir mengantar nya ke alamat tempat acara berlangsung.


Tak lama kemudian, Nian tiba di gedung acara dengan buru-buru. Dia meminta maaf pada kru sudah datang terlambat.


Acara jumpa fans berlangsung selama 3 jam. Dan sekarang acara sudah selesai.


"Penampilan mu yang sekarang, jauh lebih baik dari sebelum nya, pertahankan terus," puji Mei.


"Kau juga, tapi aku masih sedikit gugup tadi, tapi syukurlah semua berjalan lancar," ucap Nian senang, tidak ada kesalahan sedikit pun tadi.


"Eh, Mei kau tau tidak, kompetisi apa yang ada di dekat sini? misal nya lomba basket atau sepak bola, gitu? Apa mereka ada latihan? Kau tau kemana mereka latihan," tanya Nian, teringat akan perkataan orang-orang tadi.


"Kau sakit ya? Kenapa tiba-tiba tanya mengenai lomba basket?"


"Tidak ada. Aku hanya asal tanya saja, emang nya tidak boleh?"


"Ya, gapapa. Aku gak tau lomba mengenai basket atau apalah yang kau tanya kan tadi. Aku hanya tau ada kompetisi CTF, di dekat sini, karena suami ku adalah pengemar setia mereka."

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2