Cinta Beda Usia Terhalang Restu

Cinta Beda Usia Terhalang Restu
Bab 6: Pacar?


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Di arena, Radit sakit perut. Semua anggota jelas cemas. Tapi Radit dengan wajah pucat sangat keras kepala, dia berkata jika dia baik-baik saja.


Aksa pusing, Radit keras kepala tetap ingin ikut bertanding. Tidak ingin memarahi nya lagi, Aksa pergi ke UKS untuk mengambilnya obat.


Belum lama keluar, Dimas datang memanggil nya.


"Bos, Radit tidak ingin di ganti, dia memaksa untuk tetap tanding," lapor Dimas mengadu pada Aksa.


Mendengar itu, Aksa kembali ke ruangan tempat Radit beristirahat dengan wajah panik, karena cemas akan kesehatan Radit.


"Aku baik-baik saja, aku masih bisa bermain," ucap Radit kekeh, dia tidak mau mengecewakan Aksa.


"Tidak Radit, kau istirahat saja jangan mengkhawatirkan pertandingan, kita akan menggunakan pemainan cadangan, jadi kau tetap di sini, dokter sebentar lagi akan datang," ujar Manager khawatir dan juga memberi saran.


"Tidak! Saya akan tetap bermain," tolak Radit dengan tegas, dia bangkit dan berjalan menunju arena dengan tertatih.


Aksa melihat itu bingung harus berkata bagaimana lagi, Radit memang memiliki watak sedikit keras, sehingga susah di ajak bicara baik-baik.


"Seperti nya dia tidak ingin membuat mu kecewa, tapi kita akan tetap berjaga takut mendadak keadaan Radit drop. Aku sudah memanggil dokter dan mungkin sebentar lagi akan tiba, jadi tenang lah jangan cemas, kita akan terus mengawasi nya," ucap Eni, manager Ultra menenangkan Aksa.


*****


Nian tiba di gedung acara. Dengan pede, dia berjalan masuk, tapi langsung di hentikan oleh penjaga.


"Maaf, Nona tidak boleh masuk sebelum menunjukkan tiket terlebih dahulu," ucap penjaga menghentikan langkah Nian.


"Tiket? Dimana saya harus membeli nya? saya tidak mempunyai tiket," sahut Nian.


"Oh kalau begitu maaf, Nona tidak bisa masuk, karena tiket di jual sebelum hari pertandingan di mulai, dan sekarang tiket tidak lagi di jual," jelas penjaga.


"Ayo lah beri saya masuk, pasti di dalam ada sisa tiket yang tidak terjual atau batal di beli, saya akan membeli sekarang juga," bujuk Nian memohon pada penjaga agar di beri izin.


Tapi, lagi dan lagi penjaga itu, tidak mengizinkan Nian dan malah mengusir Nian pergi dari sini.


Sarah yang kebetulan keluar dari gedung bersama salah satu kru. Dia sedang mengatur mobil bus untuk team Black nanti. Saat itu, dia mendengar Nian yang memohon pada penjaga agar di izinkan masuk karena ingin melihat pertandingan di dalam.

__ADS_1


"Kau fans Ultra?" tanya Sarah.


"Ya," jawab Nian.


"Apa kau kenal dengan mereka? Apa kau kontestan juga?"


"Tidak, aku staff di sini. Apa kau mau masuk?"


"Ya, aku sangat ingin masuk, tapi tidak di beri izin, tiket habis. Yang masuk hanya untuk orang yang memiliki tiket."


"Begitu. Tapi kompetisi hampir habis. Kau yakin masih mau masuk?" tanya Sarah memastikan. Menatap Nian berdiri di depan nya.


"Iya, tidak masalah, aku hanya ingin melihat putra sekilas," jawab Nian. Dia masih belum tau nama panggil Aksa bukan lah Putra.


Nama Putra adalah nama tengah Aksa. Yaitu Aksa Putra Dela regard. Dan Sarah salah mengartikan maksud Nian. Dia mengira Putra yang di maksud Nian itu adalah Radit, karena Id game nya bernama putra. Putra Radit Angkasa.


"Kalau begitu kau tunggu di sini, biar saya Yang bicara dengan penjaga nya," ucap Sarah.


Setelah berbicara dengan penjaga, akhirnya Nian di izinkan masuk dengan indentitas sebagai tamu dari Black Team.


Nian sangat senang, dia terus tersenyum masuk ke dalam.


"Terima kasih, jika kau tidak ada, aku tidak akan di beri izin dan mungkin akan terus membujuk penjaga itu, entah sampai kapan baru di setujui, mungkin bisa saja sampai lumutan," ucap Nian asal dan Sarah mendengar itu tersenyum.


"Iya, sama-sama, sekarang, lebih baik-baik kau segera masuk, sebelum kompetisi selesai,"ujar Sarah mengingatkan Nian.


"Sarah, kau bisa panggil Kak Sarah, seperti nya usia mu masih 20-an," ujar Sarah.


"Baik Kak Sarah. Senang bertemu dengan Kakak. Sampai jumpa," ucap Nian, berbalik pergi meninggalkan Sarah.


Nian masuk ke arena dan langsung maju ke kursi paling depan. Dia duduk di sana dan melihat sekeliling.


Takdir ternyata, Aksa duduk di baris kursi yang sama dengan nya. Nian tentu hanya fokus menatap Aksa dan tidak melihat jalannya pertandingan.


Pertandingan berakhir dengan Ultra sebagai pemenang. Aksa langsung tersenyum senang. Nian masih menatap nya. Pas sekali, Aksa menoleh ke samping dan terlihat lah Nian.


Dan dengan cepat, Nian langsung memalingkan muka dan bingung harus berbuat apa. Saat itu juga Riko yang ada di atas panggung melihat mereka.


Aksa mendekati Nian.


"Apakah kau datang untuk melihat pertandingan?" tanya Aksa dan Nian yang gugup, hanya mengangguk iya.


"Dimana pacarmu? Orang yang ada dengan mu di warnet? Tidak ikut?" tanya Aksa.

__ADS_1


Dan Nian dengan cepat langsung menoleh dan menatap nya.


"Kakak ingat padaku?" tanya Nian balik bertanya, dia bingung harus menjawab apa. Sedangkan Aksa mengira kalau dia sudah menakuti Nian.


"Jangan takut. Aku hanya ingin mengucapkan halo saja. Tidak masalah jika kau sudah tidak ingat. Silakan nikmati pertandingan nya," ujar Aksa dan beranjak pergi.


Namun saat itu juga, Nian langsung menarik baju Aksa.


"Aku ingat padamu Kak. Saat itu Kakak ke warnet, dan saat itu juga Kakak terpilih sebagai pemenang di warnet," ucap Nian.


Mendengar itu, Aksa baru teringat kalau dia ada menang hadiah.


Para anggota Ultra yaitu, Dimas, Nino, Ivan dan Riko melihat Aksa sedang berbicara dengan Nian di kursi penonton. Ketiga orang tersebut mulai bergosip, kecuali Riko.


*****


Eni, menghubungi Aksa memberitahu kalau Radit collapsed tepat saat meninggalkan panggung.


Beberapa menit kemudian Aksa datang.


"Bagaimana keadaan nya? apa dokter sudah datang?" tanya Aksa, melihat Eni.


"Belum, seperti nya dokter terjebak macet," sahut Eni.


"Lalu bagaimana sekarang?"


"Ikut lah dengan ku, ada yang ingin ku bicarakan," Eni mengajak Aksa untuk keluar sebentar.


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


"Aksa seperti nya, Radit harus segera di bawa ke rumah sakit, lambung nya sudah sangat parah, itu tidak bisa di biarkan lagi," ujar Eni.


"Ya sudah langsung kita bawa saja," ucap Aksa.


"Itu masalah nya, Radit keras kepala tidak mau di bawa ke rumah sakit. Dia terus berkata baik-baik saja, tapi kenyataan tidak seperti itu."


Dan Nian masih berada di arena. Dia menunggu Aksa kembali, tapi Aksa tidak juga kembali. Hingga dia memutuskan untuk pergi.


Saat dia keluar dari arena, tanpa sengaja Nian mendengar orang yang membicarakan mengenai Putra yang sedang sakit perut, tapi tetap bermain dan menang. Mendengar itu Nian panik dan sedih.


Nian mau masuk lagi ke dalam, tapi satpam menghalangi Nian. Satpam menjelaskan kalau Nian baru saja keluar menonton pertandingan, dan dia tidak bisa masuk lagi, karena satu tiket hanya untuk satu orang dan satu kali masuk, jika sudah keluar dan ingin masuk lagi harus menggunakan tiket baru, tiket lama tidak bisa di gunakan lagi.


Nian mendengar penjelasan penjaga, tidak terima, dia memaksa ingin masuk, ingin melihat keadaan Putra. Tapi penjaga tersebut tidak peduli apapun alasan Nian, dia tetap mengusir Nian.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2