Cinta Beda Usia Terhalang Restu

Cinta Beda Usia Terhalang Restu
Bab 17: Tidak merestui


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Di dalam mobil, duduk di samping mengemudi, Nian diam, tidak mengeluarkan sepatah mata pun.


Pandangan nya lurus ke depan, tanpa menoleh kiri-kanan. Otak nya masih bekerja keras memikirkan semua yang baru terjadi.


Aksa sadar akan suasana yang hening sejak masuk mobil, tidak terdengar suara apapun lagi.


"Kamu gapapa?" tanya Aksa menoleh menatap Nian.


"Gapapa?" tanya balik Nian bingung pertanyaan Aksa tersebut.


"Iya. Dari tadi kamu diam, saya pikir kamu ada kenapa-napa," ujar Aksa.


"Tidak, saya baik-baik saja Kak. Maaf, kalau lancang, tapi saya bingung, sejak tadi kepala saya tidak berhenti berpikir mengenai ini," jujur Nian tidak tenang.


"Kenapa? silakan katakan," ucap Aksa dengan santai.


"Kejadian tadi, kenapa berkata seperti itu? kita tidak memiliki hubungan apapun, kenapa Kakak berkata bohong?" Tanya Nian minta penjelasan.


"Apa kau tidak suka?" tanya balik Aksa, menoleh sekilas ke arah Nian.


Nian terdiam mendengar ucapan Aksa, bukan mendapatkan jawaban malah mendapat pertanyaan baru.


Wajah Aksa sama sekali tidak terlihat bingung seperti nya, hal tersebut membuat Nian pusing dan bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi dengan Aksa.


Dia tidak bisa menebak apa yang di pikirkan Aksa sekarang.


"Kenapa? apa ada yang salah?" tanya lagi Aksa bingung melihat Nian memandang nya dengan wajah kebingungan.


"Apa alasan kakak melakukan ini?" Nian menatap Aksa, tanpa menjawab pertanyaan nya.


"Saya tidak mau di jodohkan dengan Kakak mu, kamu tidak keberatan bukan, jika saya memilih kamu. Tapi kamu jangan khawatir, saya akan berusaha melakukan yang terbaik, kita akan menjalankan hubungan kita seperti orang di luar sana yang menjalin hubungan. Apapun kebutuhan mu nanti katakan saja pada saya, sebisa mungkin nanti akan saya berikan," ucap Aksa serius.


"Maksud Kakak?" tanya Nian lagi bingung, belum bisa sepenuhnya mencerna omongan Aksa.


"Kita coba jalani ini, biarkan semua berjalan seperti air," jawab Aksa.


"Kakak serius?" Nian menatap Aksa dengan keraguan.


"Iya, kamu gak keberatan kan?" tatap balik Aksa menatap Nian.


"Tapi, kenapa mendadak?"


"Apa perlu saya jawab? bukan nya seharusnya kamu senang dengan keputusan ini? kamu bisa lebih dekat dengan saya?"

__ADS_1


"Benar sih yang di kata kak Aksa, tapi apa aku gak terlihat seperti cewek murahan?" batin Nian bertanya.


"Bagaimana? jika masih ingin berpikir silakan saya tidak akan memaksa," ucap Aksa.


"Tidak Kak, saya tidak akan berpikir lagi, saya mau mencoba menjalani hubungan ini," sahut Nian cepat dan penuh keyakinan.


"Bagus lah kalau begitu. Tapi jika suatu saat nanti kau ingin menyudahi katakan saja, saya tidak akan melarang apapun itu."


Nian langsung menoleh ke arah Aksa, setelah mendengar ucapan nya itu. Dia berpikir apakah hubungan mereka ini hanya main-main hingga Aksa dengan santai dan mudah mengatakan itu.


Namun apa daya Nian? dia tak memiliki pilihan lagi. Dia hanya bisa mengangguk meski semua tidak di harapkan seperti yang baru di katakan Aksa.


Melihat Nian menatap nya, Aksa menaikan alis bertanya.


"Ada apa?"


"Tidak," Nian menggeleng kepala.


Selama perjalanan tidak ada obrolan lagi, kedua sama-sama diam dengan pikiran masing-masing.


Aksa fokus menyetir.


Tidak lama kemudian, mobil yang di kemudi Aksa tiba di depan halaman rumah Nian.


Saat hendak keluar dari mobil. Aksa menghentikan Nian.


"Kakak juga, hati-hati di jalan, nyetir nya pelan-pelan saja, jangan ngebut," ujar Nian.


"Iya."


Saat langkah kaki ingin melarikan diri dari sang ibu yang akan mengintrogasi nya, Nian sudah lebih dulu mendengar suara lantang ibu bendahara.


"Mama," Nian berbalik dengan wajah cengengesan berjalan menghampiri kedua orang tuanya.


"Cepat duduk, jangan coba-coba menghindar, sekarang kamu harus jelaskan semua yang terjadi hari ini. Apa benar kamu punya hubungan dengan Aksa?"


"Ma, kenapa tidak di bahas besok pagi saja, sekarang sudah malam, Nian ngantuk," Nian menguap seraya tangan menutup mulut.


"Tidak bisa!" tolak Mama Hana.


"Pa," panggil Nian menoleh pada sang Papa, dia berharap akan mendapat pembelaan dari Papa tercinta seperti biasa.


Namun semua tidak terjadi saat ini, Papa malah meminta nya untuk menjelaskan seperti yang di kata Mama.


"Jelaskan sekarang, semua pasti ingin tau apa sebenarnya yang terjadi," ucap Papa mengangguk.


Huft...

__ADS_1


Nian menghela nafas panjang, seperti nya dia tidak bisa menghindar lagi semakin menghindar, semakin gencar keluarga nya mendesak.


"Iya. Nian jelaskan semua sekarang. Nian dan Kak Aksa memang memiliki hubungan, maaf Nian gak pernah cerita, tapi Nian gak bermaksud untuk menutupi semua ini dari kalian, Nian hanya sedang mencari waktu yang pas saja untuk menceritakan," bohong Nian.


"Sejak kapan kalian menjalin hubungan?" tanya Mama Hana.


"Ma, itu tidak penting untuk Nian katakan, yang terpenting Nian sudah katakan kejadian tadi semua memang benar. Sekarang Nian rasa semua sudah selesai, biar kan Nian istirahat sekarang, jika masih ada yang ingin di tanya kan, besok saja sebelum Nian berangkat kuliah."


"Duduk!" tegas Mama Hana dan Nian yang tadi berdiri ingin melangkah tidak jadi melangkah dan kembali duduk.


Glek!


Ini lah hal yang di takuti Nian, Mama Hana memiliki sikap yang keras, berbeda dengan Papa nya.


"Berapa umur Aksa sekarang?" tanya Mama Hana.


"Hah?" kaget Nian mendengar pertanyaan konyol dari Mama Hana menyuruh nya kembali duduk untuk menanyai usia Aksa.


"Katakan, berapa?"


Nian tersadar dan mulai menghitung dalam batin usia Aksa sekarang, dari data di Google yang di search saat itu.


"Tahun ini masuk kepala tiga," jawab Nian.


"Apa?" kaget Mama Hana mendengar jawaban Nian.


"Kepala tiga, syukur aku gak bersama nya, jika tidak makan apa aku hidup bersama pria yang menghabiskan waktu nya untuk bermain komputer tanpa bekerja keras mencari uang," batin Nita.


"Bagaimana bisa anakku bersama pria yang usia nya sangat berbeda jauh? dan saat ini pria itu tidak memiliki kerjaan tetap dan selalu menghabiskan waktu nya dengan komputer," batin Mama Hana khawatir pada hubungan yang di jalani Nian.


"Sudahi hubungan kalian sekarang, Mama tidak akan merestui kalian, jangan coba-coba untuk melawan, paham itu," tegas Mama Hana memperingati Nian.


"Tapi Ma."


"Tidak ada tapi-tapian Nian, apa kurang jelas yang Mama katakan?"


"Jelas dan sangat jelas, tapi Nian tidak bisa melakukan itu, Nian mencintai Kak Aksa," jujur Nian.


"Cinta? apa gak salah kamu bilang cinta? tau apa kamu tentang cinta Nian? kamu masih muda belum terlalu mengerti tentang apa itu arti cinta, jadi buang semua rasa itu, karena sampai kapan pun Mama tidak akan merestui hubungan kalian."


Perkataan Mama Hana yang tegas tidak ingin mendengar penjelasan Nian, membuatnya frustasi, tapi tetap saja dia tidak ingin mengakhiri begitu saja, hubungan nya dan Aksa baru saja di mulai.


"Maaf Ma, Nian tidak bisa," Nian bangkit dan beranjak pergi meninggalkan mereka, masuk ke kamar.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2