
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Nino kembali ke tempat duduknya dan mengumpulkan semua anggota. Dia pun mulai bergosip, mengatakan apa yang di dengar barusan.
"Hei, semua kemari lah. Ada berita hot untuk kalian. Saya yakin setelah mendengar ini pasti kaget."
"Berita apaan emangnya hingga kita akan kaget mendengar nya?" tanya Ivan.
"Dengar baik-baik ya, tadi saya di minta Bos membawa kakak ipar ke sini. Dan tahu tidak, kakak ipar baru bertemu bos sebanyak 2 kali dan hari ini adalah hari ketiga. Jadi, kemarin adalah pertemuan yang kedua. Yang artinya, bos mendapatkan kakak ipar hanya dari pandangan pertama," jawab Nino. Menjelaskan panjang lebar dari apa yang di dengar.
Eni, yang ada di situ mendengar mereka langsung memukuli Nino.
"Stop berbicara omong kosong seperti itu. Bersiaplah sebentar lagi kalian akan naik," ucap Eni.
Di tempat yang berbeda, Mei terus saja mendorong Nian untuk bicara pada Aksa.
"Cepat hampiri dia telah selesai telpon," desak Mei. Dan mau tidak mau Nian pun menghampirinya.
Aksa melihat Mei. Nian menyadari itu segera menjelas kan.
"Dia adalah teman ku," ujar Nian paham arti tatapan Aksa.
"Hmmm, duduk lah," kata Aksa memerintah.
Dengan nurut, Nian segera duduk di bangku belakang bersama dengan Mei. Tapi, Aksa memberi tanda pada Nian agar datang padanya.
"Pergilah, suami mu memanggil," ucap Mei semangat dan menyuruh Nian untuk duduk di depan. Nian juga senang, mengira Aksa mau duduk dengannya.
"Anggota team-ku benar-benar menyukaimu, jadi mereka ingin kau melihat kompetisi secara gratis," ujar Aksa.
Nian kaget, lebih karena dia sudah salah paham.
"10 menit lagi, kita akan masuk ke arena," lanjut Aksa.
Mengabaikan Nian, Aksa kemudian sibuk bermain bricks dengan game boy-nya. Nian jadi bingung. Apa Aksa tidak mau bicara lagi? dan dia mulai memperhatikan wajah Aksa
"Hidung nya sangat mancung, wajah nya juga putih bersih," puji Nian dalam hati kagum dengan ketampanan Aksa.
"Mencintai nya begitu muda, memiliki nya sangat sulit, sudah mengalah kan membuat Skripsi kuliah saja."
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Aksa, melihat Nian terus menatapnya.
"Aku hanya berpikir kalau aku harus menjelaskan kesalahpahaman ini pada mereka," jawab Nian.
"Salah paham?"
"Mereka mengira aku adalah pacarmu. Hal itu tidak bagus untukmu. Meskipun aku ... "
"Meskipun kau menyukaiku, kau tidak ingin menyebabkan masalah," tebak Aksa. Nian mengangguk dan mengiyakan.
"Lakukanlah."
__ADS_1
Nian langsung berdiri. Tapi, Aksa tiba-tiba kembali bersuara.
"Jelaskan semua tapi tidak boleh lebih dari satu menit, agar tidak menganggu mood mereka yang akan bertanding."
"Satu menit? bagaimana bisa? itu tidak akan cukup," ucap Nian.
Mengingat kemarin, dia menjelaskan, tapi mereka masih belum juga mengerti. Jadi, dia perlu waktu setidaknya 5 menit untuk menjelaskan.
"Kalau gitu, jelaskan setelah kompetisinya usai" ujar Aksa.
Lalu pergi mengajak semuanya untuk masuk ke arena. Nian bingung tapi dia mengikuti mereka bersama dengan Mei.
"Jangan lupa minta nya untuk ku," bisik Mei mengingatkan agar Nian tidak lupa.
"Kenapa tidak kau saja yang meminta? jangan meminta ku yang melakukan, sumpah aku gak berani," jujur Nian. Dia takut Aksa akan marah dan melempar mereka keluar.
"Apa salahnya meminta tanda tangan suami sendiri?" ujar Mei.
"Dia bukan suami ku. Aku suka padanya, tapi dia tidak suka padaku."
"Jadi, kau yang mengejarnya? Kau belum mendapatkannya?" kaget Mei.
"Iya, dia menolak ku. Jadi ku mohon padamu untuk tidak membahasnya lagi," pinta Nian.
"Baiklah."
Beberapa menit kemudian. Mereka tiba di arena. Aksa duduk di bangku paling depan. Mei dan Nian ingin duduk di bangku belakang dan menyuruh anggota Ultra yang duduk di bangku belakang pindah ke depan (hanya tersisa 1 bangku kosong).
"Kakak ipar, jangan memaksa kami untuk duduk di samping Bos. Kenapa tidak kakak ipar saja, kan kakak ipar pacar Bos," tolak Dimas dan anggota lain nya membenarkan perkataan Dimas itu.
Nian duduk dan tidak lama team Black juga masuk. Nian langsung melambaikan tangan pada Sarah.
Dan Aksa melihat itu bertanya.
"Apa kalian saling kenal?"
"Tidak, hanya saja kemarin Kak Sarah yang membawa ku masuk ke dalam gedung," jawab Nian.
"Kau tahu dia siapa?"
"Iya, aku tau siapa kak Sarah," jawab Nian. Wajah nya seketika menjadi sedih. Dia merasa minder karena Sarah yang di sukai Aksa sangat cantik.
Felix pun sama dengan Aksa bertanya pada Sarah.
"Apa kau mengenal gadis di sebelah Aksa?"
"Tidak, kemarin aku bertemu dengan nya dan sepertinya dia adalah fans dari Ultra, makanya aku bawa masuk kemarin."
"Apa Aksa sudah punya pacar?"
"Seperti nya tidak, kau tau Aksa bagaimana," kata Sarah kurang yakin.
"Kak, aku akan pergi dari sini. Aku tidak ingin kak Sarah salah paham jika aku duduk di sini," ucap Nian.
__ADS_1
"Salah paham apa?" tanya Aksa balik. Dia tidak mengerti maksud perkataan Nian.
"Duduk di sini ... bagaimana kalau dia mengira aku adalah pacarmu, dia akan tidak senang dan Kakak akan kena masalah. Maka akan lebih sulit bagimu untuk mendapatkannya kembali. Aku tidak akan merepotkan mu lagi. Aku mengerti. Aku akan mencari tempat duduk lain," ujar Nian dan langsung bergegas pergi.
"Kau bercanda hah?" ujar Aksa yang membuat langkah Nian terhenti.
"Apa hubungannya aku dengan nya kalau dia salah paham? Juga ..., " ujar Aksa dan memberi tanda agar Nian mendekat. "Nona kecil, informasi mu sudah salah. Bukankah kau bilang suka padaku? Bagaimana bisa kau tidak tahu kalau aku masih single dan tidak tertarik pada wanita?"
Nian kaget. Dia sudah salah info.
"Duduk," perintah Aksa.
Dengan linglung, bagai boneka, Nian kembali duduk.
"Oh ya, tidak hanya wanita. Aku juga tidak tertarik pada pria," ujar Aksa, memperjelas (mungkin takut nanti di kira gay).
Ekspresi Nian tidak bisa terkatakan.
Satu jam sudah, kedua tak saling bicara.
Kompetisi masih berlangsung. Babak pertama di menangkan oleh Black tim. Babak kedua di menangkan oleh Ultra tim. Dan babak terakhir di menangkan oleh Black tim.
Dan dengan begitu, maka kompetisi di menangkan oleh Black tim.
Aksa menundukkan kepala kecewa. Nian hendak menepuk pundaknya menenangkan, tapi dia mengurungkan niatnya karena tahu kalau mereka tidak punya hubungan apapun.
Aksa langsung beranjak pergi. Dan Nian mengikutinya.
Dia berusaha menghibur Aksa.
"Tidak masalah kalah kali ini, untuk selanjutnya pasti bisa menang. Semangat!"
"Bukannya kau ingin menjelaskan?" ingat Aksa
"Sekarang?"
"Ya. Sekarang" tegas Aksa. Melihat ekspresi bingung Nian, dia kembali bersuara.
"Kau tidak tahu harus bagaimana menjelaskan? Maka tidak usah jelaskan apapun." lanjut Aksa.
"Tidak usah jelaskan?"
"Kita juga tidak akan saling bertemu lagi di masa mendatang. Tidak masalah jika mereka salah paham," ujar Aksa. "Jujur saja, aku tidak punya pikiran untuk pacaran. Anak-anak ini, mimpi mereka dan masa depan mereka ada di tanganku. Aku Ingin mewujudkan impian mereka bisa membawa bendera negara kita sebagai juara dunia. Membuktikan pada orang tua mereka bahwa pilihan mereka tidaklah salah. Terlebih lagi, aku tidak punya waktu dan tenaga untuk melayani orang-orang diluar team Ultra. Mengerti?"
"Mengerti," ujar Nian dengan ekspresi sedih.
"Kau bisa pergi."
"Ya. Sampai jumpa."
"Tidak perlu sampai jumpa. Kita mungkin tidak akan bertemu lagi," tegas Aksa.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...