
Xander segera mengangkat tubuh Viona membawa wanita nya ke atas ranjang. Dia menghubungi dokter untuk segera datang dengan semua alat medis yang dibutuhkan. Pria itu tidak bisa membawa Viona ke rumah sakit, takut semua orang tahu keberadaan wanita itu.
"Hey, Baby. Maafkan aku! Aku salah … please, open your eyes!"
Xander menggosokkan tangannya dengan tangan Viona, karena wanita itu berubah kedinginan. Untung saja pendarahan Viona hanya sedikit, pria itu telah mengganti pakaian Viona dengan daster berbahan sutra.
Lima belas menit menunggu kedatangan Dokter. Akhirnya mereka tiba, segera saja dokter wanita paruh baya ditemani oleh 4 perawat lainnya memeriksa keadaan Viona.
"Apa yang terjadi?" Dokter paruh baya itu bertanya.
"Dia muntah-muntah lalu pingsan dan pendarahan ringan!" jelas Xander cepat.
Sang dokter pun segera mengambil tugas untuk mengobati Viona.
Xander melihat semuanya tanpa mengganggu aktivitas dokter. Viona diinfus dan penghangat ruangan telah dihidupkan. Tak lupa selang oksigen dipasangkan ke hidung Viona.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya Xander dengan raut wajah datar menutupi rasa khawatir nya.
"Keadaan pasien baik-baik saja, muntah-muntah, pusing dan mood yang berubah-ubah memang wajar, karena pasien sedang hamil. Namun, perihal pendarahan ringan bisa dikatakan tidak berbahaya. Hanya saja bila kedepannya pasien mengalami pendarahan ringan lagi, akan membuat janin bahaya. Untung saja janin dan ibunya baik-baik saja!"
"Tubuhnya mengalami dehidrasi, tapi saya sudah menginfus nya. Jangan lupa setelah pasien sadar, beri air putih hangat. Sup daging atau buah-buahan. Jaga pola makan dan tidur, Pasien. Jangan biarkan pasien stress atau tertekan, karena itu akan memperburuk perkembangan janinnya!"
Sang dokter menjelaskan dengan raut wajah serius. Xander termangu mendengarnya, dia sendiri tidak tahu kalau Viona hamil. Rasa bahagia menyelami isi hati Xander. Namun, pria itu tersenyum samar.
Apa tadi? Mood ibu hamil berubah-ubah?, Benar saja, tadi wanita itu ingin rujak, lalu marah karena rujaknya terlambat datang. Pria itu merasa bersalah, karena telah berbuat jahat pada Viona.
Andai saja dia tidak kasar tadi, pasti kekasihnya tidak pingsan? Haiss … oh Xander, kau telah berbuat salah.
__ADS_1
"Berapa usia kandungan nya?" tanya Xander datar.
"Tebakan saya baru 5 Minggu. Namun, untuk informasi lebih tepatnya, hanya bisa saya berikan sesudah saya periksa kandungan pasien dengan USG!" jelas sang dokter.
"Aku punya alat USG di sini. Pete!" panggil Xander lada bawahannya yang berada di luar kamar.
"Saya, Tuan!" jawabnya tegas.
"Tolong ambilkan alat USG dan bawakan kemari!" titah Xander pada bawahannya.
"Baik, Tuan."
Dokter dan para perawat nya hanya mampu menganga. Mereka tidak tahu seberapa kaya dan misterius Xander. Mengapa alat medis semuanya lengkap ada di rumah Xander.
*
*
"Siapa namanya nanti ya? Kalau dia perempuan aku akan beri nama Georgina, kalau dia laki-laki aku akan beri nama George! Bagus tidak yah?"
Xander bermonolog pada dirinya sendiri. Pria tampan itu tidak sabar untuk punya anak. Melihat tampang Xander junior akan seperti apa. Kulitnya putih bersih dan Viona eksotis. Kira-kira kulit anaknya mirip siapa nanti nya?
Ahhh … membayangkan nya saja sudah membuat Xander gila karena senyum-senyum sendiri.
"Hey, Baby. Bangun! Kamu harus bantu aku cari nama untuk anak kita!"
Xander menoel pipi kekasihnya. Hal itu mampu mengusik tidur Viona. Sudah 7 jam berlalu semenjak pingsan nya Viona.
__ADS_1
"Baby, bangun. Kamu harus tahu baby kalau kamu akan punya Baby sebentar lagi!"
Xander terus mengusik tidur Viona. Alhasil wanita itu terbangun dari tidur panjangnya.
"Baby apa sih?" tanya Viona dengan suara serak bercampur parau. Dia sendiri tidak paham akan apa yang terjadi.
"Baby kamu lah. Kamu pregnant, Baby! Sebentar lagi kamu akan jadi mommy!" jelas Xander membuat Viona terkejut bukan main. Wanita itu mengerjapkan matanya polos.
"Pregnant? Who?" Viona bertanya siapa yang hamil.
"You!" tegas Xander.
"What?!" pekik Viona tak mampu menahan keterkejutan nya.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰
*
*
__ADS_1