
Xander mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pria itu merasa sangat khawatir, rasa bersalah pun menjalar dalam hatinya. Andai saja dia tidak membuat istrinya khawatir, pasti sang istri tidak melahirkan secara mendadak.
Setengah jam perjalanan, Xander berhasil tiba di rumah sakit tempat istrinya melahirkan. Pria itu turun dari mobil dan segera masuk ke dalamnya.
Dia melihat kepala pelayan rumahnya berdiri dengan raut wajah khawatir di ruang persalinan.
"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Xander dengan suara bergetar. Karena terlalu khawatir.
"Nona Viona." Baru saja kepala pelayan berbicara, suara tangisan bayi yang baru lahir terdengar membuat lutut Xander lemas.
Tanpa sadar dia jatuh ke lantai. Berpegangan erat pada lengan kepala pelayan nya. Rasa senang bercampur khawatir, karena dia sudah menjadi ayah.
"Anakku sudah lahir … anakku sudah lahir, ya Tuhan. Anakku sudah lahir … ha .. ha.",
Xander berkata dengan nada tak percaya. Matanya berkaca-kaca, sekuat tenaga dia bangkit berdiri, lalu masuk secara paksa ke dalam ruang bersalin.
Semua perawat dan dokter melihat Xander masuk pun tak bisa berkata-kata lagi. Karena pria itu merupakan donatur tetap di rumah sakit mereka.
"Anakku. Di mana anakku?" tanya Xander tak sabar ingin melihat sang buah hati.
Sedangkan Viona sudah pingsan tak sadarkan diri, karena kelelahan.
Xander melihat istrinya sesaat, hatinya tenang sebab melihat istrinya baik-baik saja. Bahkan, para dokter pun tidak ada yang panik. Semuanya berjalan normal.
"Di mana anakku?" tanya Xander sekali lagi tak sabaran.
Bayi mungil yang masih berdarah itupun di perlihatkan pada Xander. Pria itu terpana melihat makhluk mengenaskan sedang menangis.
__ADS_1
"Anakku kok berdarah," gumam Xander pelan lalu jatuh tak sadarkan diri, karena terkejut melihat anaknya berdarah.
Dokter dan perawat di sana pun tertawa kecil. Tentu saja anak yang baru lahir berdarah.
*
*
Hari sudah pagi, seorang pria tampan membuka matanya lebar. Dia baru saja bermimpi anaknya bisa berjalan, dia terduduk di brankar rumah sakit.
"Haiss … mimpi apa aku ini! Anakku baru lahir, kenapa langsung bisa lari," gumam Xander bermonolog pada dirinya sendiri.
Pria tampan itu mengucek matanya. Berusaha mengumpulkan nyawanya.
"Auh geli."
Terdengar suara istri tercinta membuat Xander langsung menoleh ke samping. Terkejut melihat istrinya kini sedang memberi ASI untuk anak mereka.
"Hai, Sayang," balas Viona tersenyum ceria.
Xander segera turun dari ranjang rumah sakit. Tak sadar kalau pria itu memakai pakaian rumah sakit. Semalam Xande pingsan karena kelelahan juga. Dokter terkejut saat memeriksa badan Xander yang lebam.
Mereka pun akhirnya mengobati luka Xander.
"Anak kita laki-laki atau perempuan?" tanya Xander penasaran. Senyuman manis tersemat di wajah tampannya.
Pria itu mendudukkan diri di ranjang istrinya. Viona pun memperlihatkan burung puyuh yang dimiliki oleh anak laki-lakinya membuat Xander berdecak kagum.
__ADS_1
"Waw … burung nya terlihat tak memiliki dosa!" puji Xander membuat Viona tergelak mendengarnya, dia pun mencubit pinggang suaminya.
"Kamu ini! Emang burung yang punya dosa seperti apa hemm?" tanya Viona seraya terkekeh kecil.
"Ya seperti burungku. Sudah masuk goa di usia remaja!" balas Xander jujur dengan nada bercanda.
"Dasar," dengus Viona membuat Xander tersenyum.
Pria itu mencium pipi istrinya penuh cinta.
"Terima kasih karena sudah memberiku anak laki-laki," ujar Xander tulus pada istrinya.
Viona tersenyum manis, dia merebahkan kepalanya di pundak sang suami. Sedangkan putranya meminum ASI dengan lahap.
Xander yang melihatnya pun sedikit tak rela.
"Sabar, Xander … sabar … yang di depan mu ini anakmu. Bukan, anak kucing. Jadi, kau tidak boleh cemburu. Dia hanya numpang minum sampai 2,4 tahun. Kamu bisa minum itu seumur hidup!" batin Xander di ambang batang kesabaran nya.
*
*
Wkwkwkwk 🤣🤣
Babang Xander cemburu Ama anak sendiri.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏