
Xander tersenyum manis, ketika melihat istrinya sedang mengganti popok Gabriel, anaknya itu semakin hari semakin aktif. Banyak sekali tumbuh akal, lihatlah betapa tampan bayi itu saat tersenyum dan menghentakkan kakinya.
"Anak mommy udah mandi dia! Iya, Nak? Hemm … iya! Udah mandi, Nak. Udah wangi dia!" Viona mencium leher bayi mungil itu membuat Gabriel tertawa lepas seperti bayi pada umumnya.
Xander yang baru saja selesai mandi pun segera melangkah mendekati anak dan istrinya. Dia mencium puncak kepala Viona membuat sang istri tersenyum.
"Morning, Babe!" sapa Xander pada Viona di balas senyuman oleh Viona.
"Morning, Dad. Kamu berangkat kerja hari ini?"
Viona bertanya pada sang suami, membuat Xander menggelengkan kepalanya. Pria itu sudah memutuskan untuk tidak bekerja dengan waktu yang belum di tentukan. Dia ingin menemani dan mendukung istrinya dalam merawat anak pertama nya.
Takut kalau sang istri tiba-tiba terkena sindrom baby blues. Apalagi kata teman-teman nya yang sudah punya bayi, seorang istri setelah melahirkan, kalau dibiarkan mandiri dalam merawat anak, akan membuat mereka stress. Suami harus memberikan dukungan pada istri.
"Nggak, aku akan kerja di rumah saja, Babe. Tapi, hanya beberapa jam saja. Maybe cuma dua jam, selebihnya aku akan menemani mu merawat, Gabriel. Aku tidak ingin melewatkan perkembangan dan pertumbuhan putra kita ini!"
Xander berkata dengan lugas, dia menghempaskan bokong di ranjang. Lalu menciumi pipi gembul Gabriel, membuat bayi itu kembali tertawa. Aroma bayi memang sangat menyenangkan, membuat hati Xander dan Viona menghangat setiap kali mencium harum tubuh bayi mereka.
"Biarkan aku saja yang menjaganya, Babe. Kamu mandi sana! Setelah itu kita sarapan dan bawa Gabriel jalan-jalan di taman!" suruh Xander lembut membuat Viona menganggukkan kepalanya. Dia patuh pada perintah Xander, merasa sangat senang sebab sang suami begitu pengertian padanya.
"Baiklah, Dad. Aku mandi dulu ya! Terima kasih karena sudah mau menjaga, Gabriel!" balas Viona menghadiahkan ciuman kecil di bibir Xander.
__ADS_1
Keduanya tersenyum, segera ibu satu anak itu masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan putranya dengan Xander.
Ayah muda itu tersenyum manis melihat bayinya. Dia mengajak Gabriel kecil berbicara membuat bayi itu tertawa hampir setiap saat.
"Apa anak Daddy satu ini hemm? Apa ketawa-ketawa? Mana giginya? Kenapa ompong hemm?"
Xander menggesekkan hidung mancungnya dengan hidung kecil Gabriel.
"Aha … Daddy tahu kenapa kamu masih ompong. Karena kamu masih bau kencur, 'kan? Ha ha … benar! Burung kamu saja masih kecil, belum ada bulunya!" Xander bercanda dengan anaknya, seolah bayi sekecil itu temannya.
Andai saja Viona mendengar ucapan Xander tadi, sudah pasti dia akan memberi pelajaran pada suaminya itu, berani sekali dia berbicara kotor dengan Gabriel yang masih kecil.
"Nanti waktu kamu dewasa jangan seperti, Daddy ya. Karena Daddy banyak dosa, sukanya main masuk lubang singa betina! Kamu ikutin jejak, Mommy. Sangat baik dan tidak pernah neko-neko!"
Tak butuh waktu lama, Viona telah selesai membersihkan dirinya. Dia memakai pakaiannya terlebih dulu, hanya kemeja putih dipadukan dengan jeans biru langit.
Begitupun dengan Xander yang ikutan memakai kemeja putih dan celana pendek berwarna biru langit.
"Ih, kok kamu pake baju samaan warnanya sama aku, Dad?" tanya Viona tersenyum malu-malu membuat Xander tertawa lebar.
"Biar serasi saja, Babe!" balas Xander seraya melabuhkan ciuman pada kening Viona.
__ADS_1
Mereka bertiga pun keluar dari rumah, berjalan kaki mendorong kereta dorong bayi. Mengitari sekitaran taman yang tak jauh dari rumah Xander. Mentari pagi bersinar dengan cerah, membuat mereka mengambil kesempatan itu untuk jalan-jalan bersama.
"Babe, kamu bahagia menikah sama aku?" tanya Xander pada Viona membuat wanita itu tersenyum senang.
"Bahagia lah," jawab Viona ceria.
"Aku juga bahagia nikah sama kamu," ujar Xander tersenyum cerah.
"Aku nggak nanya tuh!" goda Viona membuat Xander cemberut.
"Ih, kamu nggak asik!" sungut Xander membuat Viona langsung mengecup bibir pria itu.
Keduanya pun berciuman beberapa detik, lalu kembali melanjutkan langkah mereka menikmati cuaca pagi hari.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️