
Seorang bocah laki-laki berlari dengan kencang. Suara gelak tawanya terdengar sangat menyenangkan bagi orang tuanya. Sang ayah yang berlagak seperti raksasa mengejarnya. Sedangkan sang ibu asik merekam video mereka berdua.
"Ha ha … Daddy, kejar aku, Dad!" pekik bocah laki-laki itu semangat. Wajahnya yang sangat tampan perpaduan antara mancanegara dan Asia membuat dia semakin rupawan.
"Jangan lari anak muda! Kamu akan menjadi santapan ku malam ini! Ha ha …"
Xander tertawa menyeramkan membuat anak laki-lakinya itu semakin tertawa kencang. Tidak ada suara yang paling merdu bagi orang tua, kecuali suara anaknya yang baru belajar berbicara.
Gabriel berumur 5 tahun, dia masih berusaha belajar berbicara. Karena bahasa yang digunakan campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Viona mengajarkan anaknya bahasa bahasa Indonesia. Sedangkan Xander mengajarkan anaknya bahasa Inggris.
Semakin hari usia Gabriel bertambah, maka kepintarannya juga semakin pesat. Ternyata benar apa kata orang, bila menikah dengan orang jauh akan membuat anak kita lebih pintar. Sama halnya dengan Gabriel di usianya lima tahun sudah bisa menghafal perkalian 1 sampai perkalian 10.
Dia juga sudah pintar mewarnai gambar. Sesuai dengan warna yang seharusnya, Xander dan Viona tidak bisa menutupi kebahagiaan mereka. Punya anak selucu dan setampan Gabriel membuat orang-orang iri melihat keluarga kecil mereka.
"Mommy! Ha ha …" Gabriel memutuskan berlari ke arah ibunya, karena sudah terlalu lelah berlari. Viona pun segera meletakkan kamera di meja. lalu menggendong anak laki-lakinya itu.
Mencium gemas leher Gabriel yang berkeringat, sudah menjadi kebiasaan Viona.
"Harumnya keringat anak, Mommy! Capek main lari-lari ya? Hemm mau makan? Minum?" tanya Viona pada putranya membuat itu.
"Minum susu coklat," balas Gabriel manja membuat Xander segera bangkit untuk mengambil minyak untuk anaknya.
"Oke, kalau begitu, Daddy ambil minum dulu!" balas Xander cepat membuat Gabriel tersenyum bahagia.
Setelah membuat susu untuk putranya. Xander mengambil air mineral untuk istrinya juga.
"Ini, Boy!" Xander memberikan dot susu untuk Gabriel.
Putranya memang sudah berumur lima tahun, tetapi, dia masih minum susu dan dot. Bila tidak ada dot, maka Gabriel akan menangis dan mogok minum.
Seperti biasa, lelah bermain membuat Gabriel nyaris mengantuk. Dia memegang dada Viona, dia meraba-raba dada ibunya, melihat itu Xander mengerucutkan bibirnya. Dia segera memindahkan tangan Gabriel dari sana, tetapi, bocah itu kembali menaruh tangannya di dada sang ibu.
Viona hanya bisa tertawa. Terkadang dia terkejut saat anaknya tiba-tiba datang memegang dadanya. Dalam hati dia bertanya-tanya mengapa anaknya bisa memegang dadanya.
Lalu Viona menceritakan hal itu pada ibu Xander. Jawaban dari mertua perempuan nya membuat Viona tertawa, ternyata Xander masih memegang dada ibunya sampai umur enam tahun.
"Ini kesukaan, Daddy, Boy. Kamu tidak boleh memegang nya!" larang Xander tak membuat Gabriel mengindahkan peringatan ayahnya.
__ADS_1
Mata Gabriel memandang ayahnya dengan mata sayu. Dia tetap asik memegang dada ibunya.
Viona yang melihat ekspresi wajah Xander pun tertawa kecil. Dia tahu kalau suaminya saat ini sedang cemburu dan kesal, sebab Gabriel memegang dadanya.
Viona pun berbisik ke dekat telinga Xander.
"Sabar, Dad. Setahun lagi, pasti Gabriel tidak akan memegang dada ku lagi!" bisik wanita cantik itu pada suaminya.
Xander mengerucutkan bibirnya.
"Setahun lagi itu lama, Babe!" sungut Xander dengan nada kesal.
Dia teramat sangat cemburu pada anaknya. Mengapa Gabriel memegang dada istrinya? Padahal pria itu telah membeli banyak mainan untuk anak nya agar tak lagi memegang dada istrinya.
"Ingat, Dad. Dulu kamu juga begitu! Kat Mommy, kamu sangat suka memegang dada mommy mu dulu. Mungkin apa yang kamu rasakan sekarang, sama seperti yang Daddy mu rasakan dulu! Anggap saja ini karma."
Viona berbisik pada suaminya membuat wajah Xander semakin masam. Dia sangat kesal, istrinya tidak membela nya.
*
*
Pria tampan itu pun tersenyum cerah. Dia merasa sangat senang, karena bisa berpacaran dengan istrinya lagi.
"Babe, kiss me," pinta Xander membuat Viona langsung mengecup bibir suaminya. Xander menahan tengkuk istrinya, memperdalam ciuman singkat itu.
"I love you," bisik Xander di telinga Viona, membuat gadis cantik itu tersenyum malu.
Mereka telah lama bersama dalam ikatan pernikahan, tetap saja Viona sering malu-malu kucing bila Xander menyatakan cinta padanya.
"I love you too," balas Viona pelan.
Pada akhirnya gempa lokal pun terjadi. Ranjang king size itu berderit, serasa seperti di guncang hebat oleh api asmara keduanya.
Suara merdu Viona terdengar di telinga Xander. Membuat pria itu semakin semangat menerjang pusat inti istrinya.
Keduanya baru berhenti saat tubuh mereka bergetar hebat.
__ADS_1
Nafas keduanya memburu, Viona memeluk erat tubuh suaminya untuk meresapi sisa-sisa kenikmatan.
"Terima kasih, Babe," ujar Xander lembut membuat Vion tersenyum manis.
Dia sangat bahagia,karena Xander selalu menghargai nya. Pria itu tidak segan mengucapkan maaf atau terima kasih.
Dia memeluk erat tubuh istrinya. Mereka melanjutkan menonton televisi, cukup satu ronde setiap malam, karena Xander tahu istrinya pasti kelelahan menjaga anak mereka di siang harinya.
"Apa Gabriel selalu aktif seperti tadi, saat aku tidak ada di rumah?" tanya Xander lembut pada sang istri.
Viona menganggukkan kepalanya. Membenarkan pertanyaan Xander. Anaknya itu sangatlah aktif, kadang juga tiba-tiba sudah berenang di kolam.
Masih membekas dalam ingatan Viona, saat Gabriel belajar renang pertama kalinya. Ada rasa takut dalam hati, tetapi kata Xander, sudah biasa bayi di Barat belajar berenang saat masih bayi.
Alhasil, sekarang Gabriel sudah pandai berenang.
*Aktif sekali dia, Dad. Kadang aku sedang masak, tiba-tiba dia udah basah di kolam renang! Kadang juga dia berenang di kolam ikan, terus dia tangkap ikan mas, dia kasih ke aku minta di goreng!" cerita Viona membuat Xander tertawa kecil.
Dia tidak menyangka kalau anaknya bisa sangat aktif. Apa yang diceritakan oleh Viona, membuat Xander merasakan Dejavu. Di masa lalu dia juga sama seperti Gabriel, sangat lincah dan aktif. Kadang dia juga melepaskan burung beo yang dipelihara oleh ayahnya.
Membuat sang ayah tak bisa berkata-kata lagi. Dia hanya mampu mengelus dada. Sekarang Xander merasakan apa yang dulunya hanya dirasakan oleh ayahnya.
"Gabriel, sama seperti aku, Babe. Dia sangat aktif dan penasaran akan semua hal!" balas Xander membuat Viona tersenyum lebar.
"Nggak apa-apa, aku malah senang. Itu artinya Gabriel tumbuh kembang dengan sangat baik! Boleh penasaran banyak hal, tapi, jangan sampai penasaran sama isi celana lawan jenisnya nanti, seperti kamu!" balas Viona seraya tertawa kecil.
Xander yang mendengarnya pun tertawa lepas.
*
*
Bersambun❤️
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1