Cinta Bersemi Di Langit Qatar

Cinta Bersemi Di Langit Qatar
Menikah?


__ADS_3

"What? I'm pregnant?" tunjuk Viona lafa dirinya sendiri. Suara wanita itu masih parau, dia juga sebenarnya masih kantuk, namun ia paksa buka matanya saat mendengar dirinya hamil.


"He'um, kamu hamil, Baby! I'm Verry-Verry happy … maafkan aku yah karena tadi sudah jahat dan kasar sama kamu! Aku janji akan merawat kamu sepenuh hati."


Xander berkata serius penuh rasa bersalah. Pria tampan itu meminta maaf dengan tulus, dia merasa kalau Viona telah lama tersakiti olehnya. Tanpa sadar rasa obsesi di masa lalu berkembang menjadi cinta sejati yang ingin memiliki seutuhnya.


Viona termangu untuk beberapa saat! Wanita itu hanya bisa terdiam, tak tahu harus menjawab apa, karena memang dirinya tidak berharap hamil.


Hamil di luar nikah? Ya ampun … bukankah itu sangat buruk.


"Kenapa wajah kamu begitu, Baby? Kamu tidak senang punya baby?" tanya Xander dengan suara serius membuat Viona menggelengkan kepalanya cepat. Wanita itu senang hamil, namun ini bukanlah saat nya.


"Kita belum menikah dan aku sudah hamil. Apa kata orang-orang nantinya?" tanya Viona dengan suara parau. Dia lupa kalau wanita itu berada di benua Eropa.


Di mana wanita hamil tanpa suami sangatlah banyak. Ratusan bahkan ribuan anak tanpa ayah lahir di sana setiap harinya.


Berbeda dengan Indonesia, yang tentunya akan menjadi aib bila hamil tanpa suami.


Namun, tidak apa! Bukankah ini menguntungkan bagi Xander. Pria itu bisa memiliki Viona seutuhnya.

__ADS_1


Ha ha … otak cerdik bercampur licik itu berjalan dengan sempurna, memikirkan rencana-rencana yang akan dia lakukan.


"Benar juga yah! Kamu hamil di luar nikah. Kalau begitu ayo kita menikah, Baby?" ajak Xander lembut menatap Viona dengan sorot mata penuh keyakinan.


"Kamu kira menikah itu gampang? Banyak hal yang harus kita pikirkan nantinya. Kita harus bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak kita. Kalau masalah finansial aku percaya kamu sanggup menafkahi aku dan anak-anak nantinya. Tapi, kalau tentang ego? Bagaimana? Kamu bisa menahan ego kamu?"


"Tadi siang saja kamu membentak ku seperti kamu tidak cinta padaku! Bagaimana di masa depan? Kalau kamu membentak ku di depan anak kita? Dit you think that?"


"Xander, aku bukan anak yang lahir di keluarga Cemara! Aku adalah anak broken home. Ayahku gemar mabuk-mabuk dan berjudi, dia sering memukul ibuku setiap hari. Kadang juga dia melampiaskan kekesalannya padaku!"


Viona menjelaskan nya dengan air mata yang menetes dari sudut matanya. Wanita itu mengingat betul bagaimana perilaku ayah nya dulu pada sang ibu.


"Aku mencintaimu, aku tidak akan menyakitimu!" Xander berkata dengan sungguh-sungguh seraya mengusap pipi Viona. Pria itu menghapus jejak air mata yang turun membasahi pipi sang kekasih.


Pria itu tidak tahu apa itu broken home. Karena dia lahir dari keluarga Cemara, pria itu biasa dimanjakan oleh orang tuanya dan selalu mendapatkan kasih sayang yang utuh.


Berbeda dengan masa lalu Viona yang tumbuh kembang sendirian.


"Ayahku dulu juga begitu. Dia bilang cinta sama ibuku, tapi dia tetap menyakitinya!" balas Viona dengan suara bergetar mampu membuat Xander terdiam.

__ADS_1


Ternyata menikah bermodalkan cinta juga tidaklah cukup. Dia tidak tahu harus berkata kata apa, sebab yang ia tahu menikah karena cinta itu akan bahagia. Seperti ayah dan ibunya.


"Aku tidak tahu apa yang kamu rasakan saat hidup bersama orang tuamu. Yang aku dengar adalah kamu tidak bahagia! Tapi, aku janji akan membuat mu bahagia. Cukup lihat pembuktian ku saja. Jangan berpikir yang tidak-tidak! Karena tidak semua laki-laki seperti ayahmu di dunia ini!"


Xander menatap dalam sorot mata Viona. Entah mengapa kalimat terakhir yang keluar dari mulut Xander terdengar meyakinkan. Viona mencari keseriusan di dalam mata Xander.


Ternyata pria itu memang serius.


"Will you marry me, Viona?" tanya Xander serius membuat Viona terkejut.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️

__ADS_1


__ADS_2