
Xander tiba di rumah megah nya yang berada di tengah hutan. Tidak banyak yang tahu keberadaan rumah tersebut, bahkan keluarga atau sahabat nya tidak ada. Dia merahasiakan tempat ini dari orang-orang terdekat nya.
"Di mana dia?" tanya Xander pada pelayan nya.
Para pelayan membungkuk hormat pada Xander. Pria itu mengibaskan tangannya acuh tak acuh membuat para pelayan langsung pergi melakukan tugasnya masing-masing. Tersisa kepala pelayan yang berbicara dengan Xander.
"Nona Viona sedang beristirahat di kamar Anda, Tuan!" lapor pelayan tersebut. Xander pun segera melangkah dekat ke kamar nya.
Perlahan dia membuka pintu kamarnya agar tidak mengganggu waktu tidur Viona. Dia melihat pujaan hatinya sedang tidur pulas. Wajahnya tampak sedikit pucat dengan keringat dingin membasahi kening nya.
"Cantiknya pacarku," gumam Xander pelan. Pria itu duduk di dekat Viona. Dia membelai wajah Viona lembut, perlahan bibirnya menyentuh bibir Viona. Lembut dan kenyal membuat hasrat kelakuan Xander bangkit.
Dia pun memberanikan untuk mencium bibir wanita itu. Awalnya hanya kecupan, lama kelamaan menjadi ciuman panas membuat Viona yang sedang asik tidur pulas pun terkejut. Karena tak bisa bernafas dengan benar. Dia langsung membuka matanya lebar.
Wanita itu mendorong Xander kasar membuat ciuman panas itu terlepas. Pria tampan itu pun tersenyum kecil, dia melihat raut wajah ketakutan kekasih hatinya.
Wanita pujaan nya.
__ADS_1
"Jangan takut, Baby. Yang mencium mu adalah calon suami mu! Bukan pria lain." Xander tersenyum penuh arti membuat bulu kuduk Viona berdiri.
Di akuinya kalau Xander sangat tampan dan kaya. Namun, sikap pria itu yang agresif dan posesif membuat Viona mengabaikan ketampanan dan kekayaan nya. Dia sangat takut pada Xander. Tatapan pria itu seperti orang gila, hal inilah yang membuat Viona takut.
"Aku bukan calon istrimu? Aku tidak mau menikah denganmu." Viona menggeleng kepalanya cepat, dia sangat takut pada Xander saat ini.
Melihat pria itu menatapnya dengan tatapan buas membuat jantung Viona berdetak kencang. Wajahnya yang pucat karena sakit, bertambah pucat pasi karena ketakutan. Persis seperti orang yang takut karena melihat hantu.
"Mau tidak mau kau tetap harus menikah denganku, Baby. Aku tidak peduli apapun alasan mu!" tegas Xander tak ingin di bantah membuat Viona meneteskan air matanya.
"Jangan menangis!" sentak Xander frustasi tak suka melihat wanita menangis. Karena ajaran orang tuanya yang tidak memperbolehkan dirinya membuat seorang wanita menangis.
"Hey, jangan menangis! Maafkan aku karena membentak mu." Xander melembutkan suaranya, dia menarik Viona masuk ke dalam pelukannya.
Dia elus punggung wanita itu dengan lembut agar tak menangis lagi. Sedikit tenang Viona dalam pelukan pria mengerikan seperti Xander.
"Dia seperti memiliki alter ego," gumam Viona dalam hati.
__ADS_1
"Aku benar-benar sangat menginginkan mu. Jangan takut! Aku tidak akan menyakitimu selama kau patuh padaku. Aku janji akan membahagiakan mu!" bisik Xander pelan di telinga Viona membuat sebuah ide terlintas dalam benak Viona.
"Tapi, aku tidak mencintaimu. Kita baru kenal, aku tidak tahu buruk mu dan kamu tidak tahu kejelekan sikap ku!" ujar Viona dengan suara pelan berusaha menyadarkan Xander kalau cinta tak bisa di paksa.
"Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan agar kamu mencintai ku?" tanya Xander serius. Dia berusaha untuk tidak meninggikan suaranya meski harga dirinya tergores karena penolakan Viona.
Sejenak wanita itu terdiam. Dia tidak tahu harus berkata apa. Dia memberanikan mendorong Xander lalu menangkup kedua pipi pria itu.
"Buktikan kalau kamu benar-benar mencintaiku. Buat aku nyaman dan aman denganmu!" pinta Viona serius membuat Xander tersenyum penuh arti.
"Beri aku 365 hari untuk membuatmu jatuh cinta!" ucap Xander tak kalah serius.
*
*
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰 i
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏