Cinta Bersemi Di Langit Qatar

Cinta Bersemi Di Langit Qatar
Tiga Hari Lagi


__ADS_3

Viona teringat bagaimana kejam nya sang ayah dulu. Gara-gara bentakan Alex, dia langsung lemah dan tubuhnya bergetar ketakutan. Dia menjatuhkan kepalanya pada pundak Xander.


"Hey, kamu kenapa, Baby?" Xander bertanya dengan panik sebab merasa kalau calon istrinya sedang tak baik-baik saja. Buktinya wajah Viona berubah pucat pasi dan telapak tangannya dapat merasakan tangan Viona bergetar saat menggenggam tangannya.


Alex dan Eliza berubah khawatir. Melihat calon menantu mereka kesakitan, sungguh Alex tidak bermaksud jahat. Hal normal baginya membentak putranya bola kesal, namun itu hanya bentuk kekesalan nya saja.


"Apa harus Daddy hubungi dokter?" tanya Alex dengan suara lembut bercampur khawatir.


Mendengar suara Alex yang lebih bersahabat membuat Viona mendongakkan kepalanya. Tatapan matanya bertubrukan dengan mata Alex, tidak ada kebencian dan kemurkaan di sana. Membuat tubuh gadis itu lebih baik.


"Tidak usah, Tuan. Aku baik-baik saja, hanya sedikit lemas saja. Mungkin karena aku sedang hamil," bohong Viona tak mungkin kalau dia trauma dibentak oleh pria tua yang umurnya hampir setara dengan ayahnya.


Mendengar jawaban Viona membuat Alex dan Eliza lega bercampur khawatir. Bagaimana pun Viona saat ini sedang mengandung calon cucu mereka.


"Kalau begitu kamu harus istirahat, Sayang! Dan satu lagi, jangan panggil Suamiku, Tuan. Panggil dia Daddy dan panggil aku Mommy! Sebentar lagi kamu akan menjadi menantu kami!"


Eliza berkata dengan nada lembut membuat hati Viona menghangat. Matanya berkaca-kaca, merindukan sosok ibunya yang telah tiada. Sudah lama dia tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu.

__ADS_1


Melihat bagaimana sorot mata Viona yang berkaca-kaca membuat Eliza tak enak hati. Mengira kalau dirinya dan suami telah berbuat salah pada calon menantu nya.


"Are you okay, honey?" Suara Ekiza semakin halus dan lembut penuh keibuan. Dia bahkan menghampiri Viona dan duduk di samping wanita itu.


"Aku hanya teringat mendiang ibuku saja," gumam Viona pelan membuat hati Eliza bagaikan tertusuk duri tajam. Dia teringat masa lalunya yang sangat menyedihkan bila menyangkut orang tua.


"Suttt ….jangan sedih lagi, Sayang! Sekarang ada aku yang akan menjadi mommy mu. Percayalah aku akan adil padamu, jangan takut kalau aku akan condong sebelah! Kalau suatu hari nanti ada yang menyakitimu baik itu orang luar atau putra ku sendiri, aku sendiri yang akan menghukum nya."


Eliza berkata dengan nada tegas bercampur kelembutan di dalam nya. Wanita paruh baya itu benar adanya, dia tidak berbohong.


Viona merasa terlindungi mendengar ucapan calon mertuanya. Tanpa sadar dia berani memeluk tubuh Eliza. Menyembunyikan wajahnya dalam pelukan sang calon mertua. Hal itu di saksikan oleh Alex dan Xander. Kedua pria itu tersenyum lega.


Benar kata orang kalau semakin tua sebuah hubungan yang di perlukan bukan hanya rupa yang menawan. Tapi, sikap bijak dalam menjadi pendengar dan pembicara.


"Lihatlah! Istriku sangat cantik dan baik!" puji Alex pada putranya sendiri.


Xander tersenyum manis.

__ADS_1


"Wanita cantik dan baik itu juga ibuku," balas Xander setengah berbisik.


Memiliki ibu yang baik sangatlah menyenangkan. Namun, memiliki seorang ibu yang tak hanya baik pada anak-anaknya juga baik pada anak orang lain itu lebih menyenangkan.


Karena di dunia ini sangat jarang Adan seorang ibu yang baik pada anak orang lain. Lebih tepatnya dunia kekurangan mertua yang baik.


"Siapa nama kamu, Sayang?" tanya Eliza lembut.


"Viona," cicit Viona pelan membuat Eliza gemas. Teringat dengan dirinya di masa lalu.


"Kalau begitu, Viona kamu harus istirahat. Karena tiga hari lagi kalian akan menikah!" tegas Eliza membuat Viona terkejut bukan main.


*


*


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2