
Empat bulan berlalu pasca bulan madu Xander dan Viona. Keduanya tampak sangat romantis dari hari ke hari, wanita hamil itu sangat di manjakan oleh Xander. Dia sendiri tak mampu menahan rasa bahagia bercampur rasa harunya.
Sang suami sangat pandai memperlakukan nya seperti seorang ratu. Padahal, dulu dia di perlakukan seperti seorang babu oleh ayahnya sendiri.
Seperti saat ini, perut Viona mengalami kontraksi. Xander begitu pandai mengelus punggung Viona, agar ras sakit yang di derita istrinya berkurang.
"Masih sakit?" tanya Xander lembut tak mengurangi gurat kekhawatiran di wajahnya.
Viona tersenyum lembut. Dia memegang pundak sang suami, hatinya menghangat mendapatkan perhatian bertubi-tubi dari sang suami.
"Sudah tidak sakit lagi, karena kamu elus punggung aku," balas Viona tak kalah lembut membuat Xander tersenyum.
Dia melabuhkan ciuman di kening istrinya. Bukan Viona saja yang beruntung memiliki Xander, tetapi Xander juga. Di barat, sangat jarang ada perempuan feminim yang mau memasak dan melayani suaminya dengan baik.
Mereka lebih memilih berkarir, dan angka pernikahan pun sangat sedikit. Mungkin di antara mereka ada yang sudah tidak percaya dengan pernikahan, karena trauma akan masa lalu.
Kembali lagi pada Viona dan Xander. Pria tampan itu mengambil minyak zaitun lalu ia tuangkan ke kaki Viona.
"Kaki kamu sudah mulai bengkak, Babe," ujar Xander mendongak menatap wajah Viona. Tangan nya bergerak lincah mengurut kali Viona. Menciptakan rasa geli dan nikmat secara bersamaan. Otot-otot kakinya terasa lebih rileks.
"Kata dokter tidak apa-apa. Ini adalah efek kehamilan dan terkadang ada ibu hamil yang mengalami flek hitam pada wajahnya," jawab Viona santai membuat Xander meringis melihat nya.
"Terima kasih ya, karena kamu sudah mau bersusah-susah mengandung anak kita!"
__ADS_1
Sungguh ungkapan terima kasih Xander membuat hati Viona berbunga-bunga. Sangat jarang seorang suami berterima kasih pada istrinya akan apa yang telah dilakukan oleh seorang istri.
Beruntung nya Viona memiliki Xander yang sangat peka dan tak sungkan berterima kasih padanya.
"Sama-sama, terima kasih juga karena sudah mau Daddy ku," balas Viona menirukan suara anak kecil seraya mengelus perut besarnya.
Sontak saja Xander tergelak mendengarnya. Dia langsung menghadiahkan ciuman mesra di perut istrinya.
Saat sedang asik bercanda dengan sang istri. Dia menerima telepon dari sahabatnya yang tak lain adalah Adam. Tampaknya ada hal penting yang ingin di bicarakan.
"Halo, Dude! Ada apa kau menghubungi ku?" tanya Xander penasaran, tangannya tak berhenti mengusap perut istrinya.
[Tidak ada! Aku hanya ingin menganggu mu saja. Bagaimana kabar istrimu? Apa dia baik-baik saja?]
Adam bertanya dengan santai membuat hati Xander di kuasai cemburu. Temannya itu benar-benar sangat menjengkelkan, dia tak suka Adam menanyakan kabar istrinya.
Xander segera mematikan nya, membuat Viona mengerutkan kening, menatap Xander dengan raut wajah kebingungan.
"Siapa yang menanyakan kabarku, Xander?" tanya Viona penasaran membuat wajah Xander semakin masam.
"Adam! Kenapa? Kamu senang di tanya-tanya sama, Adam? Kamu bahagia, karena dia peduli? Kamu suka sama dia, ya?" tuduh Xander tak mampu menahan rasa cemburunya.
Viona tersedak ludah mendengarnya, dia pun tertawa geli melihat raut wajah sang suami yang sangat masam.
__ADS_1
"Kamu cemburu ya?" goda Viona membuat Xander melengos pergi. Dia terlalu malu mengakui rasa cemburunya.
Tetapi, Viona segera bangkit langsung memeluk tubuh suami tersayangnya itu. Dia mengelus perut kotak-kotak Xander yang tersembunyi di balik baju kemeja.
"Aku senang kamu cemburu. Artinya kamu cinta sama aku! Tidak usah khawatir, atau marah. Karena aku cuma suka sama kamu! Dan kamu yang pertama kali menyentuhku, kamu juga ayah dari anakku. Jadi, tidak usah khawatir!"
Viona berkata dengan lembut, dia sangat senang dengan kecemburuan suaminya. Tetapi, juga takut kalau Xander kembali seperti dulu. Dingin dan kalau cemburu pasti berubah kasar dan kejam.
Hati Xanderr menghangat. Dia berbalik lalu membalas pelukan Viona. Benar apa yang di katakan oleh istrinya, Xander yang pertama kali menyentuh Viona, Xander juga yang berhak atas kandungan Viona, karena dia adalah ayahnya.
"Maafkan aku karena cemburu tidak jelas padamu, Babe. Percayalah! Aku sudah sangat gila, karena terlalu mencintaimu. Jadi, aku sangat peka dan tak suka kalau ada pria yang perhatian padamu, selain aku!" jelas pria tampan itu mengeluarkan isi hatinya pada Viona.
"I love you," bisik Viona pelan.
"I love you more," balas Xander seraya melabuhkan ciuman di kening istrinya.
*
*
Ceritanya Xander santai, karena konfliknya ringan. Kasihan dia udah babak belur di ceritanya Adam wkwkwkwk 🤣
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️