Cinta Bersemi Di Langit Qatar

Cinta Bersemi Di Langit Qatar
Serangan Musuh


__ADS_3

Viona merasakan keanehan. Perutnya terasa mules, segera saja dia berlari masuk ke kamar mandi guna membuang hajat nya.


"Aduh, kenapa perutku tiba-tiba mules begini," gumam Viona seraya berlari kencang ke kamar mandi.


Semua pelayan pun heran dengan Viona. Sebab tak biasa wanita itu menyisakan makanan di piring nya.


"Aneh, kenapa Nona Viona tidak habis menyantap makan siang nya?"


"Apa jangan-jangan masakan nya tidak enak?"


Mereka semua merasa khawatir. Kalau sampai Viona melapor pada Xander tentang hal ini. Maka bisa-bisa nyawa mereka melayang.


Xander di luar sana berbeda dengan Xander di dalam rumah. Pria itu memiliki rahasia kelam yang hanya orang-orang tertentu tahu.


*


*


Xander tersenyum lebar. Pria itu telah menyelesaikan pekerjaan nya. Dia langsung saja memakai jas nya kembali lalu mengambil kunci mobilnya.


Pria itu terbiasa ke kantor dan ke manapun tanpa sopir. Dia terbiasa sendiri. Sebuah pesan masuk membuat pria itu segera membuka ponselnya.


[Nona Viona mengalami diare, Tuan. Sekarang beliau sedang tidur, setelah minum obat.]


Rasa khawatir menyelimuti pria itu. Dia tidak suka kalau miliknya terluka. Walau hanya sedikit saja.


"Oh My God, baby. Bersabarlah, sebentar lagi aku akan tiba di rumah," ujar Xander dengan nada pelan.


Dia menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi tak sabar untuk tiba di rumah. Namun, dalam perjalanan, Xander merasa aneh dengan mobil hitam yang mengikuti nya sedari tadi.

__ADS_1


Pria itu tersenyum sinis. Dia mengeluarkan pistolnya dari jok mobil. Tidak ada yang tahu apa maksud dari senyuman Xander.


"Sepertinya mereka ingin bermain-main denganku. Ha ha … tapi, sayangnya aku tidak bisa meladeni kalian. Karena kelinci kecilku sedang sakit di rumah!"


Xander berkata pelan seraya tertawa kejam. Pria itu mengemudikan mobilnya ke jalanan sepi. Agar dia lebih leluasa menyerang musuhnya.


Xander membuka jendela mobilnya. Dia mengatur kecepatan laju mobilnya, lalu mencondongkan setengah tubuhnya keluar. Langsung saja dia menarik pelatuk pistol nya.


Dor


Dor


Dua peluru berhasil di hindari oleh musuh Xander membuat pria itu terkekeh kecil. Sedikit terhibur dengan kegesitan musuh nya.


"Lumayan," gumam Xander pelan.


Dor


Musuh pun tak mau kalah. Terdapat dua orang berada dalam mobil BMW hitam itu. Satu orang menyetir dan satu orang lagi bertugas menembak Xander.


Namun, peluru tersebut berhasil mengenai mobil Xander. Beruntungnya mobil pria tampan itu anti peluru. Semua mobil Xander anti peluru, karena pria itu memiliki banyak musuh.


Dia tidak mau mati konyol saat menyetir mobilnya. Itulah sebabnya Xander membeli mobil anti peluru.


"Kurang ajar, kalau sampai ku lihat body mobil ku lecet sedikit saja. Aku tidak akan segan mencincang mayat kalian!" umpat Xander marah kembali masuk ke dalam mobilnya.


Mobil musuh pun melaju kencang. Bersandingan dengan mobil Xander. Mereka kembali menembaki jendela mobil Xander.


Sial.

__ADS_1


Xander murka karena kaca mobilnya tergores oleh dua anak peluru.


"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan segan bermain serius lagi pada kalian!"


Xander menginjak pedal gas nya. Mobil pria itu berhasil menyayangi mobil musuh. Saat di rasa musuh Xander tertinggal di belakang.


Segera saja Xander membuka kaca jendela dan mencondongkan tubuhnya kembali ke luar jendela. Xander membidik ban mobil lawan.


Dor


Dor


Dua peluru berhasil mengenai ban mobil musuh. Angin keluar dari ban membuat mobil musuh oleng dan menabrak trotoar jalan.


Brak.


Brak


Mobil musuh jungkir balik membuat Xander tersenyum cerah. Dia senang karena musuhnya berhasil ia habisi.


"Kalian telah salah pilih lawan. Yang kalian hadapi sekarang bukan Xander Dominic si pengusaha kaya. Tapi, King Geng Tiger Black!" gumam Xander pelan seraya tersenyum misterius.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2