Cinta Bersemi Di Langit Qatar

Cinta Bersemi Di Langit Qatar
Bulan Madu


__ADS_3

Dua hari selepas resepsi pernikahan Xander dan Viona. Keduanya pun liburan ke Turki, senyuman sumringah terpasang di wajah keduanya. Mereka tampak bahagia menikmati waktu berdua.


"Lebih cepat lagi!" pinta Viona tanpa sadar saat rasa nikmat dan hasrat yang sudah memuncak ingin meledak dalam tubuhnya.


Xander tersenyum seksi. Dia langsung mencium bibir istri nya rakus. Dia tidak berani bermain kasar, meski hasrat terpendam dalam dirinya ingin di puaskan. Teringat ada calon Xander junior dalam perut sang istri.


"Xander …" Suara Viona memanggil suaminya tampak sangat seksi. Dia begitu menikmati semua sentuhan sang suami. Terasa nikmat dan geli bercampur menjadi satu dalam dirinya.


"Yes baby! Panggil namaku." Xander semakin bersemangat saat mendengar suara seksi istrinya terdengar sangat memabukkan. Memantik hasrat besar dalam dirinya untuk segera keluar.


"Lebih cepat lagi, please!" Viona meminta pada sang suami. Dia menatap penuh damba wajah tampan suaminya yang sedang berada di atasnya. Sorot mata keduanya selalu sama. Saling menginginkan satu sama lain.


"No, kalau aku cepat takutnya aku hilang kendali, Baby. Aku takut menyakiti mu dan calon anak kita!" Xander menolak dengan halus. Suaranya lembut bercampur serak. Suasana malam yang harusnya dingin menjadi panas.


"Xander," rengek Viona membuat pria itu pun hilang kendali dan langsung mempercepat tempo nya.


Tidak ada yang paling nikmat di dunia ini selain mereguk manisnya bibir sang kekasih. Memandu kasih di atas peraduan yang terus bercerita karena goncangan dahsyat asmara dua insan itu.


Gelak tawa manja terdengar, sang kekasih tampak bahagia saat sang suami memanjakan hasrat nya.


Hingga tubuh keduanya bergetar hebat menandakan puncak kenikmatan telah diraih. Senyuman lega terpasang di wajah keduanya, nafas terengah-engah dan keringat membanjiri tubuh mereka.


Xander tersenyum manis. Dia segera meraih tisu dan mengelap benih nya yang berada di atas perut istrinya.


"Haus," lirih Viona dengan suara parau. Nyaris hilang sebab berteriak sedari tadi. Pria itu pun tersenyum kecil, dia segera mengambil air putih yang telah disediakan pihak hotel.


Xander membantu istrinya minum, setelah selesai dia langsung menghadiahkan ciuman bertubi-tubi di sudut bibir istrinya. Viona tersenyum kecil, dia mendorong tubuh suaminya sedikit. Takut, Xander lepas kendali lagi. Tubuhnya sudah sangat lelah tak sanggup lagi melayani suami nya.

__ADS_1


"Kamu capek yah?" Xander bertanya dengan suara lembut. Dia membelai kening istrinya, menghapus keringat.


"Hemm." Viona hanya berdehem pelan. Dia merangsek masuk ke dalam pelukan suaminya. Mencium aroma tubuh Xander yang sangat menenangkan baginya.


"Ya sudah. Malam ini sampai di sini saja." Xander mematikan lampu kamar, lalu segera mengambil posisi tidur yang nyaman. Dia memeluk tubuh polos istrinya.


"I love you," bisik istrinya pelan.


"I love you more, Honey." Xander segera mencium kening Viona.


Keduanya tidur dalam keadaan berpelukan. Saling menikmati dan meresapi hangatnya sebuah pelukan. Mereka berdua tak menyangka bisa menjadi sepasang suami istri.


Xander tahu betul bagaimana karakter Viona yang sangat keras kepala. Tetapi, namanya jodoh tidak akan lari ke mana. Meski Xander harus memakai cara yang salah. Asalkan bisa memiliki Viona, sangat tidak masalah.


*


*


Pagi telah tiba, cahaya keemasan malu-malu masuk ke dalam celah kamar pengantin baru. Tampan Xander dan Viona telah segar, karena mereka berdua baru saja selesai mandi bersama.


Xander membangunkan Viona saat pagi-pagi buta. Dia ingin mengajak istrinya jalan-jalan.


Viona tersenyum tipis. Dia menatap lekat wajah suaminya yang sangat dekat, Xander sedang melilitkan syal di leher Viona. Agar sang istri tak kedinginan sebab salju turun.


"Sudah merasa hangat?" Xander bertanya lembut.


"Belum." Viona menggelengkan kepalanya cepat membuat Xander khawatir.

__ADS_1


"Kalau begitu, kita di hotel saja bagaimana, sayang? Di luar sedang turun salju, aku takut kamu semakin kedinginan."


Xander berkata dengan suara lembut membuat hati Viona menghangat. Pilihan menikah dengan Xander benar-benar tepat.


"Kiss dulu baru aku hangat," ujar Viona manja membuat senyuman lebar terpasang di wajah Xander.


"Kamu ini … haiss … bikin aku gemas saja!"


Xander mengacak-ngacak rambut istrinya. Segera saja dia mengecup bibir Viona lembut.


"Bibir atas susah aku kiss. Bibir bawah apa aku harus kiss juga?" Xander menggoda istrinya membuat Viona malu.


"Tidak usah." Viona salah tingkah langsung melangkah cepat ingin keluar dari kamar. Xander hanya bisa geleng-geleng kepala melihat istrinya yang sangat menggemaskan.


"Dia benar-benar istriku," gumam Xander pelan.


*


*


Bismillah bakal up rutin lagi ❤️


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2