
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Hari ini Viona mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Dia berada di atas ballroom bersama dengan suaminya yang telah menjadi mualaf sekaligus suaminya.
Viona memberi syarat pada Xander untuk masuk Islam agar pernikahan mereka sah di mata hukum dan Tuhan. Xander tak mempermasalahkan sebab dia sudah lihat Adam yang masuk Islam sebelum menikah dengan Zara.
"Aku tidak percaya kalau semuanya berjalan begitu cepat," gumam Viona pelan membuat Xander terkekeh kecil. Pria itu mengecup pipi istrinya dan hal itu di saksikan oleh tamu undangan.
Abraham dan Adam hanya menyaksikan dari kejauhan. Mereka senang akhirnya Xander menemukan pawangnya.
Kembali lagi pada Xander yang kini menatap Viona penuh cinta dan damba.
"Semakin cepat semakin baik, agar putra atau putri kita bisa ku jenguk setiap malam," bisik Xander frontal membuat pipi Viona bersemu.
Wanita itu merasa malu mendengarnya, dia mencubit pinggang sang suami membuat Xander sedikit meringis pelan.
"Auch … jangan kencang-kencang, Sayang! Nanti dia bangun," ujar Xander memberi kode pada Viona untuk melihat benjolan di bawah perutnya.
Sontak saja wajah wanita eksotis itu merona. Kulit coklatnya tampak semakin bersinar. Aura kecantikan alami wanita Indonesia memang sangat mempesona.
__ADS_1
"Bagaimana bisa dia bangun, yang aku cubit pinggang mu, bukan dia," gumam Viona pelan membuat Xander hampir lepas tawa nya.
Namun, pria itu tetap tertawa lebar tanpa suara.
"Semua yang kamu lakukan pada tubuhku tetap membuatnya bangun, Baby. Mau kamu tampar pipi ku, kamu pukul badan ku. Dia tetap akan bangun, karena sentuhan mu sangat memabukkan untukku," balas Xander menggoda istrinya membuat Viona malu lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Iihhh malu … malu … macam gadis perawan saja," ledek Xander terus menggoda istrinya membuat Viona langsung mencubit pinggang pria itu lagi.
Xander tertawa lebar. Dia hanya fokus pada istrinya di hari itu, tidak ia pedulikan para tamu dan awak media mengabadikan momen nya bersama Viona.
Mereka sangat terharu dengan kedekatan anak dan menantunya. Hampir mereka frustasi karena Xander tidak mau menikah dan sukanya bermain wanita.
Nyatanya Tuhan berkehendak lain. Pria yang suka menjelajah ke berbagai goa itu telah menemukan goa pribadi yang siap membuatnya mabuk kepayang.
"Do you get Deja Vu?" tanya Diego pada sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Max, Damian dan Alex.
Ketiga pria paruh baya itu tersenyum kecil mendengar pertanyaan sahabatnya. Tentu saja mereka merasakan Dejavu. Ternyata buah takkan jatuh jauh dari pohonnya itu benar, faktanya anak-anak mereka yang sempat salah jalan tak ingin menikah. Pada akhirnya menemukan pawang nya masing-masing sama seperti kisah mereka dulu.
__ADS_1
"Yeah … perjalanan asmara mereka sama seperti kita dulu. Bastard, jahat, licik dan manipulatif! Tapi, kita semua taubat saat wanita yang tepat datang ke dalam hidup kita," balas Damian datar menatap putrinya sedang tertawa bersama Abraham.
"Begitulah hidup! Akan datang suatu masa di mana prinsip yang kita pegang, runtuh dalam sekejap lalu berganti dengan prinsip baru. Sama halnya kita dulu yang punya prinsip konyol tak mau menikah. But, see!! Kita punya keluarga, kita punya anak-anak yang menyayangi kita!" tambah Max tersenyum manis melihat putrinya sedang memijat pundak istrinya.
"Kita tidak tahu masa depan," kata Diego menatap lurus istrinya yang sedang tertawa bermain dengan cucu pertamanya. Dulu dia sangat tak suka pada Juliet, tapi sekarang. Dia cinta mati pada istrinya itu.
"Dan aku bahagia dengan hidupku yang sekarang," ujar mereka serempak dalam hati bersyukur atas apa yang telah mereka dapatkan.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1