
"Beri aku waktu 365 hari untuk membuat mu jatuh cinta, bila aku gagal, kau bisa pergi dariku!" pinta Xander penuh harap menatap Viona.
Pria tampan itu telah mengatur strategi untuk mendapatkan Viona seutuhnya. Dia sudah menembak benih dalam rahim Viona, kalau benih nya bagus, maka bisa jadi takkan lama lagi Viona akan hamil.
Bila tidak, maka dia akan membuat Viona hamil agar wanita itu terikat dengan nya seumur hidup. Xander gila, benar-benar gila.
"Kamu serius akan melepaskan ku setelah 365 hari, bila nantinya aku tidak jatuh cinta padamu?" tanya gadis itu serius membuat Xander tersenyum penuh arti.
Dia senang sekali dengan jawaban Viona. Tidak sadar telah jatuh ke dalam perangkap licik yang telah di siapkan oleh Xander.
"Aku serius … aku ini seorang pria! Pelantang mengucap janji bila tidak bisa ku tepati."
Xander berkata tegas berusaha meyakinkan Viona. Alhasil wanita yang sudah tak lagi perawan itu pun menganggukkan kepalanya semangat. Dia mendapatkan secercah harapan untuk lepas dari Xander.
Pria itu tersenyum puas. Rencananya berjalan lancar.
"Good girl." Xander mengusap puncak kepala Viona membuat wanita itu risih. Namun, dia tak berani memberontak, karena takut membuat Xander marah.
"Sekarang katakan apa yang kamu mau? Aku akan berikan semua yang kamu mau! Berlian? Tas branded? Prada, Gucci atau Hermes? Katakan saja. Apa yang kamu mau sekarang?" tanya Xander serius pada Viona membuat wanita itu termangu.
Dia merasa terkejut bukan main mendengar pertanyaan Xander. Seumur hidup baru kali ini ada orang yang bertanya apa keinginan nya.
Ada sebuah kebahagiaan hinggap dalam hatinya. Dia merasa di istimewa kan.
"A-aku tidak ingin apapun. Hanya saja aku ingin jalan-jalan," gumam Viona pelan malu-malu.
Ahhh … dia sangat menggemaskan, pekik Xander dalam hati. Dia sangat gemas dengan ekspresi wajah Viona.
__ADS_1
"Baik, akan aku kabulkan. Tapi, kamu harus mencium ku!" titah Xander serius membuat Viona terkejut.
Wanita itu langsung menggelengkan kepalanya cepat. Dia tidak mau mencium Xander karena tak suka bersentuhan dengan lelaki asing.
"Tidak mau, kalau begitu aku di kamar saja." Viona menolaknya dengan cepat. Xander langsung berdecak kesal dalam hati. Sepertinya wanita di hadapannya ini tak kalah jauh dengan Zara.
Sama-sama jual mahal. Namun, dia suka, karena semakin sama Viona dan Zara, maka semakin besar obsesi nya untuk memiliki Viona.
"Tidak bisa, kamu sudah bilang ingin jalan-jalan, maka harus jalan-jalan."
"Ta-tapi …" Viona melebarkan matanya saat Xander menarik tengkuk lehernya. Mencium rakus bibirnya, awalnya memang sedikit kasar dan rakus. Tetapi, lama kelamaan menjadi lembut.
Saat di rasa Viona hampir kehabisan nafas. Barulah pria itu melepaskan ciuman tersebut. Tersenyum senang, karena sudah mendapatkan suntikan vitamin dari wanita yang ia suka.
Hah … hah.
"Aku tidak suka penolakan, Baby. Di saat aku suruh kau mencium ku, maka kau harus bergegas mencium ku. Jikalau tidak, terpaksa aku harus mengambil sikap."
Xander berkata dengan suara serak. Dia menghapus jejak air liurnya di bibir Viona. Wanita itu hanya bisa bergidik ngeri melihat sorot mata mematikan Xander.
Demi apapun, Xander lebih menakutkan daripada ayah nya.
"Mengerti," ujar Xander lembut.
Viona diam saja, tak menjawab ucapan pria itu.
"MENGERTI?!" bentak Xander dengan suara keras membuat Viona terkejut.
__ADS_1
Tubuhnya bergetar hebat. Dia menganggukkan kepalanya cepat, tak ingin membuat Xander semakin murka.
"A-aku mengerti," jawab Viona terbata-bata menundukkan wajahnya tak berani menatap Xander yang tampak menakutkan.
"Nice, kalau begitu kamu siap-siap, jangan lupa minum obat mu agar tidak sakit saat jalan-jalan nanti."
Setelah berkata demikian, Xander segera masuk ke ruang rahasianya yang berada di balik lemari kamar Viona. Sebenarnya kamar Viona merupakan kamar Xander. Pria itu ingin tidur bersama dengan Viona.
Di dalam ruang rahasia.
Xander tersenyum lebar melihat gambar pernikahan Zara terpajang di dinding ruangan. Dia telah mengedit foto pernikahan Adam dan Zara, menjadi fotonya bersama Zara. Seolah-olah dirinyalah yang menjadi pengantin pria.
"Well, sebentar lagi aku akan mendapatkan pengganti mu, Zara! Dia sangat mirip denganmu dan itulah yang membuatku suka padanya," ujar Xander santai menatap foto di hadapannya.
Tidak ada yang tahu sisi gelap dari Xander. Pria itu bagaikan bunglon yang pandai menyamarkan tubuhnya dan berubah warna sesuai lingkungan nya.
Satu kata untuk Xander yaitu berbahaya.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1