Cinta CEO Pada Lesbian

Cinta CEO Pada Lesbian
1. KABUR


__ADS_3

Collete Scott adalah seorang wanita cantik dan sexy berusia 17 tahun yang memiliki pekerjaan sebagai penyayi di bar ternama di negaranya. Suara merdu Collete dapat membuat pendengarnya tergila-gila. Parasnya yang cantik dan bernyanyi di barlah yang membuat orang-orang salah paham menganggap Collete sebagai wanita murahan. Tidak jarang Collete mendapatkan hadiah-hadiah dari para penggemarnya. Collete juga sering mendapatkan pengakuan cinta dan dilamar sebagai seorang istri dari pria-pria tampan dan kaya. Akan tetapi semua ajakan tersebut ditolaknya karena Collete seorang Lesbian atau penyuka sesama jenis.


Masa kecil Collete yang sangat membuatnya menderita karena ulah ayahnya yang selalu menyiksanya, membuat Collete tidak menyukai lelaki sama sekali. Collete merasa lebih nyaman saat bersama kekasihnya Marry Lamaar. Marry adalah pemilik bar tempat Collete bekerja. Marry yang berusia 37 tahun jatuh cinta pada Collete saat melihatnya menangis. Collete terlihat sangat cantik.


Ketika bernyanyi di bar saat menghibur para penggemarnya, Marry selalu duduk memperhatikan dan menjaga Collete. Biasanya ada yang melempar Collete dengan gelas, botol atau sepatu. Penonton yang melempar biasanya adalah orang-orang yang mendapat tolakan berkencan dari Collete.


Collete kecil memiliki kisah suram dengan ayahnya. Andreas Scott adalah seorang pengusaha tambang ilegal. Usahanya bangkrut karena Andreas suka main perempuan dan berfoya-foya. Ketika usaha Andreas hancur,  ia sering minum-minuman beralkohol dan memukuli Collete tanpa alasan. Collete kecil sangat merana hidup dalam trauma.


Pada saat usianya 17 tahun Collete nekat kabur dari rumah karena Andreas ingin memperkosanya. Collete kabur setelah memukul kepala ayahnya dengan botol sampai pingsan. Dalam keputus asaannya Collete berteduh di bar milik Marry sambil menagis. Karena iba Marry menawarkan Collete untuk bekerja di bar miliknya sebagai tukang bersih-bersih.


Collete tipe orang yang sulit untuk mudah bergaul karena masa kecilnya. Walaupun banyak yang mulai mendekatinya tetapi Collete enggan untuk berbicara masalah pribadinya. Pribadi Collete yang tertutup dan pendiam membuat Marry tertarik padanya. Collete merasa Marry akan melindunginya dari Andreas jadi menerima saja hubungan sesama jenis.


"Byy.." panggilan sayang Marry kepada Collete.


" Iya Honey" Collete menjawab panggilan dari Marry.


" Kau hanya boleh bernyanyi setengah jam saja pada pukul 1 malam saja "


Marry dan Collete telah menjalin hubungan selama 6 bulan. Ternyata belakangan Collete baru mendengar dari para pekerja lainnya bahwa Marry seorang pencemburu. Selama berpacaran Collete sangat di manjakan oleh Marry. Terlihat sekali bahwa Marry sangat tergila-gila pada Collete.


" Kau cantik sekali dengan riasan hari ini, byy " sambil mencium Collete lalu pergi untuk mengontrol bar.


Collete dan Marry tinggal di apartmen elit di pusat kota. Pendapatan Marry selama membuka bar dan bisnis prostitusi sangatlah fantastis. Karena kebanyakan pelanggan di bar milik Marry orang-orang kaya.


Setelah selesai make up, Collete menuju garasi untuk mengemudikan mobil Mini Coopernya yang di berikan oleh Marry sebagai aniversary bulan ke 4 mereka jadian. Dalam perjalanan menuju bar Collete mendengarkan lagu kesukaannya dari Lane Del Rose.

__ADS_1


" I will stay forever with you as you wish not mine " nada tinggi Collete mengagetkan orang-orang dalam kendaraan lain. Di saat lampu merah dengan suara yang sangat bagus pengendara lainnya di buat penasaran dengan Collete saat bernyanyi mengikuti alunan musik jazz. Mereka yang terpukau merekam menggunakan handphone ada juga yang ikut bernyanyi.


" Nothing in my mind only her" Collete mengakhiri lagunya dengan indah. Ada yang bertepuk tangan ada yang berteriak histeris menyangka bahwa Collete adalah seorang artis dalam televisi. Tapi dari salah satu pengendara mobil di lampu merah tersebut ada seorang yang diam-diam menikmati nyanyian Collete hingga menitikan air mata. France Richman, seorang pria tampan dengan tubuh atletis memperhatikan penghayatan raut wajah Collete.


" Ikuti dia" kata France kepada supirnya. Mobil Rolls-Royce Boat Tail elaju dengan kecepatan penuh saat France meminta supir untuk membuntuti mobil Collete. Hingga mobil France tersebut sampai di sebuah klub malam.


France turun dari mobilnya diikuti oleh asistennya Yue Lin. Kedua pria tampan tersebut memasuki klub malam yang terkenal di pusat kota. Walau tanpa pemberitahuan saat memasuki klub, kedua pria tampan tersebut sangat mencolok sekali. Siapa yang tidak kenal France Richman. Pebisnis muda handal yang menguasai dunia IT dan Konstruksi Asia Tenggara dengan asistennya Yue Lin yang sangat setia kepada bossnya. Ia rela melakukan apa saja demi memuaskan hasrat berbisnis tuannya.


" Tuan, apakah Anda mencari nona yang bernyanyi saat lampu merah tadi ?" Yue berbisik kepada tuannya yang mengangguk.


" Nona itu bernama Collete Scott. Dia seorang penyanyi di bar ini." kata Yue.


" Aku ingin kita disini dulu sampai dia tampil." France duduk di sebuah kursi tamu VVIP.  Yue mulai mengurus segalanya. Jika France masuk ke sebuah klub malam, Yue selalu menyiapkan wanita-wanita penghibur untuk menuangkan minuman untuk France.


Tanpa menunggu lama tiga wanita cantik untuk menemani France telah datang. Mereka bertiga telah di sewa oleh Yue untuk bossnya.


"Yue, apa jadwal kita besok?" France bertanya karena Collete akan tampil jam 1.


" Kita akan ada meeting siang dengan perwakilan kerajaan Brunei Darussalam, tuan" jawab Yue.


" Baiklah, datanglah jam 7 pagi kita sarapan bersama."


" Baik tuan"


Setelah beberapa saat Collete naik ke atas panggung bar dengan sangat elegan. Cara Collete berjalan sangat anggun. Collete melambaikan tangannya dan memberikan kiss dari jarak jauh pada seseorang yang tak lain adalah Marry, kekasihnya. France dan Yue melihatnya masih biasa saja, mereka berdua berpikir bahwa Marry adalah saudara perempuan Collete.

__ADS_1


Tiba saat Collete bernyanyi semuanya mulai sunyi menikmati suara merdu Collete. Penghayatan Collete saat bernyanyi sangat mempesona. France tidak berbeda dengan semua penggemar Collete di bar. France merasa sedikit tertarik dengan Collete. " Ayolah France, dia seorang penyanyi di bar. Dia pasti sudah sering tidur dengan pria-pria ini" France berbicara pada batinnya sendiri. Berusaha tetap sadar akan perbedaan antara mereka.


Lantunan syair Collete menghipnotis semua penonton tanpa terkecuali. Yue memperhatikan Collete dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Collete memiliki tubuh yang seksi berisi, kedua bolanya pun lumayan besar. Bibir Collete yang ranum penuh daya tarik. Yue merasa usia Collete masih sangat muda untuk bekerja sebagai seorang penyanyi bar.


" Tuan, apakah Anda ingin memberikan bunga kepada nona Collete? " Yue melihat tuannya tidak berkedip melihat Collete bernyanyi. Jadi Yue mengetahui bahwa tuannya tertarik pada Collete.


" Berikan dia bunga Lili" jawab France singkat.


" Baik tuan" Yue langsung memainkan jari-jemarinya untuk memesan bunga untuk Collete.


Setengah jam berlalu, tanpa disadari Collete telah usai bernyanyi. Belum sempat Collete turun seseorang melemparnya dengan gelas wine.


" prang!" suara gelas pecah mengenai pelipis kanan Collete.


" AAKH" Collete menjerit memegang pelipisnya yang berlumuran darah.


Penonton lain yang melihat kejadia tersebut langsung meringkus tersangka pelempar gelas. Mereka tak rela jika idolanya di lempar gelas wine oleh lelaki be3re6ngse2k.


Wajah France dan Yue mengeras melihat darah segar keluar dari pelipis Collete. Marry, wanita yang di kiss dari jarak jauh oleh Collete berhambur di atas panggung menghampiri Collete lalu membawanya ke ruangan yang berada di belakang panggung.


" Yue, cari tahu apa yang sebenarnya terjadi! " France memerintahkan Yue untuk mengetahui akar permasalahannya.


" Baik tuan" Yue pun segera berlari untuk mencari keterangan.


* Halo para reader semuanya. Perkenalkan aku Lucid Hogart. Ini adalah karya pertamaku. Jika ada kesalahan mengetik atau salah kata\, readers bisa kasi tau dengan cara komen. Jika reader menyukai ceritanya\, mohon untuk di like. Terima Kasih *

__ADS_1


__ADS_2