Cinta CEO Pada Lesbian

Cinta CEO Pada Lesbian
4. Anak manja


__ADS_3

France memejamkan matanya, kembali mengingat Collete bernyanyi. Mendengar suara merdunya, penghayatan pada tiap syair. France bagai terpanah dewa cinta. " Tuhan mempertemukan kita karena ada sesuatu." kata France dalam hatinya. " Kau milikku Collete" kata France pelan.


Meeting dengan utusan kerajaan Brunei Darussalam berjalan dengan lancar. France berhasil menjadi vendor membangun jalan di pelosok negara Brunei Darussalam. France sangat bersemangat saat meeting tadi. Membuat utusan kerajaan menyambut positif bekerja sama dengan de Richman Corp. Yang padahal belum tentu Collete akan menyukai France.


Di mall..


Collete berjalan sendirian sambil menikmati es kopinya. Dia ke mall bermaksud membeli sepatu, tas, dan pakaian baru untuknya. Sambil mendengarkan musik jazz kesukaannya. Sambil masuk ke butik yang menurutnya memajang pakaian yang mengikuti style Collete.


Collete sangat stylish, gaya berpakaiannya mengikuti trend setiap musim. Karena bekerja di klub malam, Collete harus memakai pakaia yang mengekspos dadanya. Collete juga seorang perokok dan peminum. Karena masa lalunya selalu membuat Collete mendapatkan mimpi buruk. Nikotin yang di hisapnya dapat menenangkan pikirannya, kalau tidak berhasil juga Collete akan minum minuman keras. Gangguan tidur yang di alami oleh Collete yang selalu membuat Marry merasa sedih akan kekasihnya itu. Walaupun hampir setiap malam Collete mendapatkan mimpi buruk. Collete tetap tidak ingin bercerita apapun kepada Marry.


" Halo manis, aku ingin mencoba pakaian yang disana dengan sepatu ini." Collete memanggil salah satu pramuniaga yang ketawan memandangi Collete dengan tatapan takjub. Walaupun cantik dan sexy, Collete tetap saja tidak percaya diri di tempat umum. Sangat berbanding terbalik dengan profesinya sebagai penyanyi klub malam. Collete merasa kepercayaan dirinya lenyap jika tidak menggunakan lipstik warna kesukaannya, merah cherry.


" Silakan nona." Dengan senyum termanisnya, pramuniaga itu melayani Collete dengan senang hati.


" Terima kasih. " Collete juga tersenyum dan segeran mencoba pakaian tersebut di ruang ganti.


Setelah puas mencoba beberapa pakaian dan sepatu lalu membeli beberapa gaun dan pakaian kasual. Collete memutuskan untuk mencari toko make up.


Di lain tempat..


" Kita makan siang di luar." France memutuskan pergi ke pusat berbelanja.


" Baik tuan. Apakah Anda ingin membeli sesuatu untuk nyonya Tania?" Yue langsung pada intinya. Karena Yue tahu tuannya tidak terlalu suka makan di tempat ramai seperti mall.


Mereka berjalan memasuki mall, tentu saja bukan hanya cara mereka berdua berjalan. Tapi juga wajah tampan France dan Yue yang sangat mencuri perhatian para pengunjung lainnya. Perhatian yang di rasa aneh bagi Yue biasanya sangat mengganggu. Aneh melihat pria tampan masuk mall. " Pria tampan juga manusia " kata Yue dalam hatinya. Tapi sekarang perasaan tidak enak menjadi pusat perhatian itu telah lama hilang. Karena terlalu bosan pada setiap ekspresi orang lain yang terlalu mengaggumi mereka berdua di manapun.


" Anda ingin makan apa, tuan? " tanya Yue pada bossnya.


" Sushi " jawab France Richman singkat.

__ADS_1


" Baik tuan " Yue patuh dan memimpin jalan menuju kedai terenak sushi di mall.


Tak jauh dari France dan Yue, Collete keluar dari toko make up.


" Ah, rasanya perutku mulai keroncongan. Aku mau makan ramen sepertinya enak." Kata Collete sambil senyum-senyum merasakan kuah ramenĀ  saat membayangkan Collete menyeruputnya.


Collete memasuki kedai sushi yang sama di masuki oleh France dan Yue. Collete kebingungan bagaimana seharusnya. Biasanya Marry langsung inisiatif menarik Collete untuk duduk. Tapi karena Collete sendirian, maka dia akan mencoba melakukan apa yang biasanya di lakukan oleh Marry.


Dengan tenang Collete mencari kursi kosong dan duduk. Yue memperhatikan dan langsung mengetahui bahwa itu adalah Collete. Sang penyanyi klub malam.


" Tuan, ternyata kita satu ruangan lagi dengan nona Collete." Yue memberi tahu tuan France kedatangan Collete di resoran sushi. France langsung mencari-cari dimana gadis cantik tersebut duduk.


Collete memesan makanannya pada pramusaji, memberitahu Collete ingin makan ramen tanpa telur. Collete sangat menikmati waktu luangnya. Hanya saja kepalanya masih sering sakit karena Tobias melempar gelas dan mengenai pelipis Collete.


" Terlihat parah sekali Yue." France sangat frustasi melihat pelipis Collete.


" Iya Tuan"


" Baik tuan."


France dan Yue memesan sushi, soba, udon dan ramen untuk mereka berdua. Akhirnya mereka makan siang sambil menonton Collete makan.


" Oh tuhan, mengapa aku menghabiskan banyak uang hari ini " wajah Collete terlihat sedih setelah menghitung total belanjaannya hari ini. Tiba-tiba France menghampiri Collete.


" Maaf nona, dimana Anda membeli tas ini ?" France memberanikan diri mencari bahan pembicaraan pada Collete. Kebetulan, France ingin memberikan hadiah kecil untuk ibunya nanti malam.


" AH " Collete menjerit kaget seorang pria menghampirinya. France juga kaget dengan reaksi berlebihan Collete.


" Maaf, saya membelinya di toko lantai 3 tadi." Collete berusaha untuk tenang kembali.

__ADS_1


" Maafkan jika kehadiranku mengganggu Anda, nona" France ingin kembali ke kursinya.


" Tuan, maafkan aku. Eh, saya.. saya tidak bermaksud " Collete mengatakannya dengan sungguh-sungguh.


" Tidak apa-apa." France bermaksud pergi untuk duduk kembali.


" France Richman de Richman Corp. ? " Collete mencoba mengingat artikel tentang France tadi malam. Collete tidak menyadari wajah rupawan di depannya.


" Apa kita saling mengenal ? " tanya France kaget juga Collete mengetahui namanya.


" Kau orang terkenal. Kau orang yang ada di artikel yang ku baca semalam, France Richman." Collete tidak sungkan mengatakannya.


" Apalagi yang artikel itu katakan tentangku ?" tanya France sembarangan pada Collete.


" Kau anak manja " Collete mengangkat kedua bahu nya.


" Apa !" France tidak menyangka ada artikel yang berani mengatakan bahwa ia adalah anak manja. Yue yang tak bisa lagi menahan tawanya mendengar bos nya di katakan anak manja. Baru kali ini ada yang berani mengatakan hal tersebut.


" Apa nama penerbitnya ?" France masih tidak terima kalau ada sebuah majalah atau blog maupun koran yang mengatakan ia anak manja. Collete tertawa terbahak-bahak melihat reaksi France yang panik menutupi image nya. Collete tertawa sampai keluar air mata. Rasanya sudah lama sekali Collete tidak tertawa selepas ini.


" Maafkan aku tuan, maafkan aku. Aku hanya bercanda tuan France." Collete menyeka air matanya dan berusaha untuk tetap tenang.


" Sialan dia hanya bercanda rupanya." Kata France di dalam hatinya. Yue tertawa lebih keras lagi sekarang mendengar Collete mengatakan hanya bercanda. Seorang Richman di candai oleh gadis.


" Untunglah kau mengatakan bahwa itu hanya bercanda, aku baru saja ingin membuktikannya kepadamu " kata France mengetuk jarinya di meja Collete.


" Maafkan aku" Collete mengatakannya sambil menghela nafas panjang.


" Baiklah nona" France tidak mau memperpanjang canda gurau Collete lagi. Memang cantik melihat Collete tertawa. Tapi menertawai dirinya, seorang Richman. Bagi France itu adalah sebuah tindak kriminal.

__ADS_1


" Berhentilah minta maaf karena aku sudah memaafkanmu. Sekarang katakan padaku, bisakah kau mengantarku ke toko yang menjual tas itu ? Karena aku ingin memberikannya pada ibuku."


__ADS_2