
Pingsannya Collete membuat pengunjung yang lain ikutan panik. Para gadis-gadis bekerja ekstra keras menenangkan pengunjung yang lainnya. Mereka sepakat mengatakan Collete memang tidak enak badan lalu jatuh pingsan. Kekisruhan di bar tentu saja di ketahui oleh Marry. Salah satu pegawai bar menelepon Marry menjelaskan apa yang sedang terjadi.
Oliver dan France Richman juga Yue yang membawa Collete cepat-cepat ke rumah sakit. Baileys menelepon ambulan dengan cepatnya. Hingga tidak butuh menunggu waktu yang lama untuk ambulan tersebut menjemput Collete dan di bawa ke rumah sakit, France minta pada supir ambulan untuk membawa Collete ke rumah sakit milik keluarga Richman, de Richman Hospital Centre. Vermouth, Campari dan gadis-gadis lainnya begitu mendengar kata Richman langsung menajamkan telinganya. Manusia yang bernama belakang Richman adalah manusia berdarah emas. Limoncello tadi memperhatikan ada yang menghamburkan bergepok-gepok uang yang pecahannya paling besar saat Collete menari. Jadi yang menghamburkan tadi benar adanya.
Collete dibawa di dalam mobil ambulan. Sedangkan France dan ayahnya menyusul menggunakan Roll Royce milik France. Yue mengemudikan Bugatti milik Oliver secepat mungkin, karena kunjungan mendadak bos besar Richman yang di luar jadwal alias dadakan ke de Richman Hospital Centre.
" Aku mendengarnya menyebut 'papa'." France bingung dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Collete tadi.
" Mungkin dia melayani .. Kau tahu, 'sugar daddy'nya ." Oliver hanya berpikiran seperti itu. Di tambah kepalanya yang sudah sangat berat, ia minum banyak di klub tadi. Oliver tidak tahan dengan suasana di klub, jadi terbawa suasana dan merasa sedikit mabuk.
" Tunggu saja sampai ibu tahu. Habislah kau, Dad" France geleng-geleng kepala melihat ayahnya yang menyandarkan kepalanya sambil memijat-mijat keningnya. France sedikit tertawa mengingat tingkah ayahnya tadi di klub.
Mereka berdua sampai di de Richman Hospital Centre dan bergegas masuk lalu menuju ruangan VIP rumah sakit. Semua perawat, dokter, keamanan, dan sseluruh pegawai rumah sakit yang melihat mereka berdua langsung menundukan kepala memberi hormat pada pemlik rumah sakit tempat mereka bekerja. France dan Oliver hanya mengangguk dan meminta mereka melanjutkan pekerjaan. Sebenarnya seluruh pegawai yang sedang bekerja kaget akan kedatangan secara tida-tiba selarut ini. Pastilah ada suatu kepentingan yang mendesak.
" Tuan, nona Collete sedang diperiksa oleh Dokter Mallabey" Yue memberikan laporannya. Dr. Mallabey adalah dokter pribadi keluarga Richman, Mallabey di tempatkan di de Richman Hospital Centre sebagai kepala rumah sakit. Ia yang akan melaporkan segala sesuatunya pada France. Akan tetapi segala keputusan tetap pada France.
" Baiklah" France memilih untuk menunggu di luar ruangan Collete sampai Dr. Mallabey keluar dari sana. Ternyata Mallabey keluar dari ruangan Collete dan melihat ke France dan Yue yang berdiri dan Oliver sedang duduk di kursi tunggu.
" France, siapa dia?" Mallabey bertanya pada France, sangat penasaran dengan wanita yang sedang menjadi pasiennya. Pasalnya France sangat jarang terlihat bersama seorang wanita. Membawa wanita ke rumah sakit pada larut malam benar-benar mencurigakan bagi Mallabey.
__ADS_1
" Collete, bagaimana keadaannya" wajah France jauh lebih pucat dari pada Collete sendiri.
" Collete, nama yang indah. Dia cantik sekali France" Mallabey mengakui bahwa Collete benar-benar seksi ditambah dengan pakaian yang sedang di pakai Collete saat ini. Benar-benar seperti bidadari jatuh dari langit bagi Mallabey.
" Kau ingin ku pindah tugaskan besok pagi? " France tidak ingin mengulangi pertanyaannya, ditambah lagi Mallabey menatap tubuh Collete saat memeriksanya. Dua poin tersebut membuatnya ingin memindahkan Mallabey ke Afrika atau Nepal untuk membantu Aubrey di Badan Amalnya. Mallabey geleng-geleng kepala.
" Collete pingsan, dilihat dari tubuhnya yang masih gemetar dia memiliki trauma mendalam. Entahlah, jantungnya berdetak lebih cepat dari normalnya, matanya menguning. Dia terlalu banyak minum alkohol, France. Mungkin minuman itu jalan pintasnya agar tidak mengingat trauma psikologis yang di alami Collete." Mendengar penjelasan dari Mallabey benar-benar membuat kaget France. Harusnya ia menyadari keadaan Collete sejak awal gejala itu kambuh di depannya.
" Sial" kata France yang di dengar oleh Mallabey.
" Apa kau penyebabnya?" Mallabey bertambah curiga.
" Sorry" kata Mallabey pelan.
" Kau pergilah. Urus ayahku! " France melambaikan tangannya pada Mallabey. Mallabey pun pergi mengurus Oliver yang tertidur di kursi tunggu.
France berjalan masuk, memandang kasur pasien yang di tiduri oleh Collete. Collete terlelap karena obat tidur yang di berikan oleh Mallabey. Collete yang berada di bawah pengaruh obat penenang sekarang. France menutupi tubuh Collete dengan selimut sampai leher. France menyentuh pipi Collete yang dingin.
" Apa yang terjadi padamu" France bicara pada Collete yang tidur. France menjaga Collete hingga pagi hari, Yue masih setia berada di luar menunggu intruksi selanjutnya dari France.
__ADS_1
Marry berjalan kasar menuju ruangan Collete, semalaman setelah mendapatkan kabar dari pegawainya bahwa Collete pingsan ia langsung menuju klub. Tapi ternyata Collete di bawa pergi. Marry bertanya dengan siapapun tapi ternyata para penari tersebut tidak memberitahukan kalau Collete di bawa ke de Richman Hospital Centre. Dengan marahnya Marry pergi untuk menyusul Collete.
" Maaf nona, Anda tidak boleh masuk." Yue ,yang melihat kedatangan Marry buru-buru menahannya. Ia juga tidak ingin tuannya di ganggu.
" Minggir kau, pacarku ada di dalam. Mau ku laporkan pada polisi atas kasus penculikan?" Marry mendorong tubuh Yue. Yue hanya diam saja, tapi tetap pasang badan agar Marry tidak masuk ke ruangan Collete.
" Silakan nona Marry. Anda akan tahu konsekuensinya jika mencoba melawankeluarga Richman." Yue tak gentar.
" Omong kosong, keluarga Richman hanya memiliki uang tapi tidak memiliki otak pintar. Dasar bodoh." Marry tidak peduli dengan ancaman Yue. Menurutnya keluarga Richman hanya mengancam tanpa bukti nyata dari ancaman tersebut.
" Maaf, Anda tetap tidak di perbolehkan masuk. Saya akan panggil keamanan jika Anda terus memaksa." Yue tetap berdiri di tempatnya.
France yang menyadari ada keributan di luar ruangan Collete hendak mengecek. Dari malam Collete tak sadarkan diri France menjaganya sambil bekerja dengan laptopnya. France hendak berdiri, namun melihat Collete mulai bergerak. Collete sadarkan diri.
" Dimana aku?" Collete bertanya pada France, dan hendak bangkit untuk mencoba duduk.
" Biarku bantu, kau masih di infus. Jangan banyak bergerak dulu. Kau di rumah sakit" kata France.
" Kenapa aku di rumah sakit, aku kenapa?" Collete masih bingung kenapa dia sampai tidur di rumah sakit.
__ADS_1
" Kau pingsan, makanya aku takut kau kenapa-napa. Jadi aku membawamu ke rumah sakit" France menjawab. Collete diam saja mencoba mencari ingatannya semalam. Stetelah dia menari dia hanya minum dan mengobrol dengan France.