
" Maaf nona, Anda adalah teman tuan France. Jadi saya harus memanggil Anda, nona. Jika tidak tuan France akan memarahi saya." Yue sangat keren saat mengendarai Bugatti. Yue menjawab pertanyaan Collete dengan matanya yang tetap fokus mengawasi jalanan.
" Kau kaku sekali, kan France tidak bersama kita." Collete berusaha untuk duduk nyaman di kursi tersebut, ada rasa tegang pada dirinya di mobil mahal milik Oliver. Yue hanya tersenyum pada Collete. Lalu sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam saja.
Mereka berdua sampai di gedung apartemen milik France. Bangunannya tinggi menjulang, mulut Collete terbuka lebar. Kagum dengan megahnya loby utama.
" Selamat pagi tuan Yue" kata seorang resepsionis yang cantik.
" Isabella, kenalkan ini adalah nona Collete. Tuan France ingin nona Collete tinggal dengan nyaman disini. Mohon bantuannya. Aku akan bersiap ke kantor, tolong jaga nona Collete dengan baik." Yue bicara pada Isabella, resepsionis gedung apartment. Collete masih tercengang melihat sekeliling lobi utama di apartment milik France Richman. Yue melihat sesekali ke arah Collete yang masih membuka mulutnya, ia tersenyum lagi.
" Kau terbiasa bekerja dengan fasilitas mewah dari keluarga Richman ya" Collete mulai sadar dari kagumnya.
" Anda akan mendapatkan lebih dari pada yang Anda bayangkan, nona" Yue tersenyum.
" Cih, France bilang apartemennya tidak terlalu bagus. Ini sih namanya mewah." Collete mengangkat kedua bahunya.
" Jika Anda mengatakan ini mewah, mungkin sesekali Anda berkunjung ke mansion tuan France " Yue selalu tersenyum ramah jika berbicara dengan Collete. Karena jika France tidak menginginkan Collete, maka Yue orang pertama yang akan mengambil Collete dari sisi tuannya.
" Oh ya, aku penasaran dengan keluarga Richman." Collete memiringkan kepalanya.
" Seiring dengan berjalannya waktu Anda akan paham, nona. Mari, saya antar Anda ke apartemen Anda." Yue berjalan di depan Collete yang menurut apa kata Yue dan mengikutinya.
__ADS_1
Collete akan tinggal di lantai paling atas gedung apartemen milik France. Collete menutup wajahnya dengan tangannya, tidak tahan dengan keindahaan pemandangan di luar jendela. Sungguh menakjubkan, tanpa Collete sadari air matanya menetes.
" Yue, ini sangat indah" kedua tangannya turun memnutup mulutnya tak bisa berkata-kata lagi.
" Maafkan aku tuan, aku melihat pemandangan yang sangat indah hari ini. Mengamati Collete jauh lebih menyenangkan. Sedangkan kau harus ke kantor" kata Yue dalam hatinya, ia tersenyum melihat Collete.
" Baiklah nona, aku pamit dulu. Harus segera bersiap ke kantor mendampingi tuan France. Gunakan apartment ini senyaman yang Anda inginkan. Tuan tidak akan marah, saya permisi" Yue menundukan kepalanya memberi hormat pada Collete, lalu pergi menutup pintu.
Collete di tinggalkan sendiri oleh Yue. Lalu melihat sekeliling lagi, dan mulai berjalan mencari di mana letak kamar mandi. Collete sangat ingin membersihkan dirinya dan mengganti pakaian. Dia masih mengenakan pakaian untuk menari semalam. Dia tidak tahu lagi harus mencari kabar dari siapa. Hanya untuk memastikan para penarinya baik-baik saja. Collete menemukan kamar mandi, lalu menutup pintunya dan menanggalkan pakaian. Masuk ke dalam bathup dan mengisi airnya dengan air hangat. Sangat nyaman, Collete menggunakan wewangian yang telah disediakan disitu. Collete menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya, dia tertidur.
Di kantor..
" Sungguh ibu, aku tidak tahu apa yang terjadi pada ayah. Mungkin ini kelakuan lawan bisnisnya, atau temannya yang mengajak bercanda. Aku tak tahu bu" France berdebat dengan ibunya, Tania. Lantaran ayahnya pulang larut sekali semalam dan bau minuman. Tania pikir pasti ada hubungannya, maka dari itu Tania ke kantor France.
" Selamat pagi, tuan. Selamat pagi Nyonya besar." Yue masuk ke ruang kerja France.
" Yue kau pasti tahu kenapa Oliver bisa pulang dengan aroma minuman beralkohol begitu" Tania emosi lagi begitu melihat Yue.
" Iya nyonya besar. Tuan besar tersiram minuman saat kami pulang dari meeting. Saya hampir gelap mata ingin menghajar orang tersebut. Akan tetapi tuan besar mengatakan jangan di hiraukan. Jadi saya urungkan niat saya untuk menghajar orang itu. Saya marah karena tahu akan menimbulkan kesalahpahaman antara Anda dan tuan besar, nyonya. Saya minta maaf. " Yue menunduk pada Tania, walaupun ia sadar betul kalau Oliver mabuk dan itu bukan salahnya sama sekali. Tapi tetap harus menanggung akibatnya.
" Oh, baiklah kalau begitu. Aku bisa keluar dari kantor ini dengan tenang karena jawabanmu, Yue. Aku pulang dulu " Tania beranjak pergi tapi France tak bergeming. Tak peduli dengan ibunya untuk saat ini, karena yang paling di nantikannya adalah laporan Yue atas Collete yang berada di apartment nya.
__ADS_1
" Bagaimana dengan Collete?" France mulai bertanya saat ibunya sudah menutup pintu dan pergi dari ruangannya.
" Tuan, lain kali Anda bisa mengantar nona Collete sendiri. Maka Anda dapat melihat secara langsung bagaimana nona sangat senang berada di dalam Bugatti tuan Oliver. " Yue tidak tahan untuk memulai menceritakan betapa sangat girangnya Collete dengan mobil Bugatti.
" Oh ya, lalu bagaimana dengan apartment nya?" France ikut girang mendengarkan cerita tentang Collete.
" Dia menangis saking bahagianya tuan. Apartment yang Anda berikan pada nona Collete sangat indah" Yue mengangkat kedua tangannya setinggi bahu. Menggambarkan kebahagiaan Collete.
" Ah, akhirnya aku bisa dekat dengannya" kata France tidak sabar ingin mengunjungi Collete.
" Tuan, sebaiknya Anda memberikan nona Collete ruang untuk beradaptasi pada lingkungan barunya dulu." Kata Yue yang sepertinya sudah membaca pikiran France.
Yue sangat mengenal France, sejak Yue menjadi asisten pribadi France. Yue banyak mempengaruhi keputusan France lebih menuju hal yang positif. Sangat berbeda dengan sifat ayahnya France yang sulit untuk di arahkan Yue. Dengan kata lain, France menjadi sangat sukses tak lain dari peran penting dari Yue.
" Mengapa aku harus mendengarkanmu?" France memamerkan senyum smirknya yang menawan.
" Karena Anda mendengar Dr. Mallabey, tuan France. Nona memiliki masalah mental, apa Anda tidak tertarik pada orang yang mengancam nona Collete pagi ini?" Yue mengingatkan France bahwa ada batu kerikil disekitar mereka.
" Kau benar, kita urus Marry. Lalu kau cari tahu latar belakang keluarga Collete. Aku ingin laporannya siang ini Yue" France kembali pada mode seriusnya.
" Baik tuan. Hari ini kita ada makan siang dengan management The Cosplay" Yue mengingatkan France.
__ADS_1
" Mereka ingin membayar seluruh biayanya. Aku ingin semua berkas The Cosplay." kata France, ia ingin menganalisa kembali kerja sama de Richman Corp. dengan The Cosplay.
" Baik, segera saya lakukan tuan." Yue tak pernah membuang waktu, semua yang di perintahkan padanya akan langsung di kerjakannya.