Cinta CEO Pada Lesbian

Cinta CEO Pada Lesbian
21. Aku ingin kau hidup sehat


__ADS_3

Kali ini Collete diam saja karena tak jauh dari restaurant tempat mereka makan siang tadi. Berdiri dengan gagah hotel de Richman yang berada di Idaho. Mereka berdua memasuki loby utama. Mereka berdua di sambut resepsionis yang wajahnya seperti dewi dari langit. France berbicara cepat sekali dan sesekali menunjuk Collete. Collete hanya tersenyum, sulit menangkap inti pembicaraan mereka berdua. France hanya memberi isyarat padanya untuk mendekat dan mengikutinya menuju kamar.


Mereka berada di kamar terpisah, tapi tetap bersebelahan. Collete hanya di berikan waktu sebentar untuk membersihkan diri. France hanya lebih protektif pada Collete kali ini. Itu semua di lakukannya agar tak ada celah bagi " Collete yang lain" muncul. Saat Collete membersihkan diri, France menelepon Yue untuk mendapatkan laporan akan kantornya setelah itu membersihkan diri dan bersiap. Jadwal pertama mereka adalah bertemu dengan Dr. Idaho Lawrence.


Ting...Tong..


" Lama sekali kau!" France memencet bell pintu kamar Collete.


" Iya, baik aku keluar" terdengar sahutan dari Collete yang terdengar terburu-buru dan keluar dengan pakaian casual yang telah di beli oleh Yue dan di masukkan ke koper. Collete menggunakan celana jeans berwarna biru muda dan baju kaos berwarna putih. Rambutnya di ikat tinggi dengan asal, yang memberikan kesan sexy. Pakaian Collete hanya perlu menyesuaikan diri dengan jadwal yang akan di jalankannya dengan France.


" Ayo kita berangkat. Kenapa wajahmu cemberut?" France menarik tangan Collete ingin dia bergerak cepat menuju lobi hotel.


" Kau tidak memiliki wine? di kamarku tidak ada apa-apa" Collete protes, karena tak ada nikotin tak ada alkohol. France diam saja, karena tadi sudah di jelaskan pada resepsionis. Jangan ada minuman selamat datang untuknya dan Collete. Karena Collete sedang menguranginya. France ingin Collete diet.


Mereka berdua menaiki Roll Royce Phantom Limousine. Collete menggelengkan kepalanya baginya perjalanan dengan France sangat tidak santai. Perjalanan dari hotel ke tempat Dr. Idaho ternyata hanya menempuh waktu sebentar yaitu 15 menit berkendara.


" Apa kau tidak bisa santai dalam perjalanan?" Collete mulai protes lagi.


" Apa maksudnya?" France benar-benar tidak mengerti Collete ingin membicarakan apa.

__ADS_1


" Pertama-tama tak boleh merokok lalu di kamar hotelku tak ada nikotin atau alkohol, sekarang kendaraan yang kau seperti mengangkut seorang presiden saja." Collete berjalan senewen masuk ke ruang tunggu di kantor Dr. Idaho.


" Ya, aku ingin kau berhenti dan mulai hidup sehat." Dikatakan dengan terus terang oleh France.


" Kenapa? Aku sehat." Collete berputar mengatakannya. France hanya memberikan smirknya yang menawan.


" Ayo, kita sudah bisa menemui Dr. Idaho." France berjalan di depan Collete. Mrereka memasuki ruangan Dr. Idaho.


" Tuang France Richman, senang bertemu langsung dengan Anda" Dr. Idaho ternyata sudah menunggu kedatangan France dan Collete.


Collete mendapat kesan yang agak berbeda melihat Dr. Idaho. Ternyata Dr.Idaho memiliki tinggi tubuh sekitar 170cm. Berambut pirang panjang lurus menutupi dadanya. Mata Dr. Idaho berwarna biru tua. Kulitnya putih  dan cantik. Collete sedikit menarik nafas saat bersalaman dengan Dr. Idaho. France memperhatikan Collete yang berubah sikap saat melihat Idaho.


" Kau tertarik dengannya?" mantap tanpa menutup-nutupi kecurigaannya. France memicingkan matanya, menatap curiga Collete.


" Silakan duduk" Idaho mempersilakan tamunya duduk.


" Anda datang dengan rekomendasi dari Dr. Mallabey. Saya mendengar sedikit tentang kasus nona Collete." Idaho mulai bicara, tapi dengan bahasa asing.


" Kasus apa?" Collete tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Idaho. France menyentuh sedikit lengan Collete, mengisyaratkan untuk berhenti bicara.

__ADS_1


" Collete mengalami trauma masa kecil." France menceritakan yang terjadi dengan Collete. Mulai dari perubahan raut wajah, pingsan, pekerjaan, kebiasaan menyimpang, dan tentang Collete lainnya.


" Baiklah, maukah Anda menolong saya untuk menerjemahkan perkataan saya pada nona Collete, tuan France?" kata Idaho lagi masih dengan bahasa asing bagi Collete.


" Sebelum saya mulai, saya akan menjelaskan pada Anda bahwa saya menggunakan hipnoterapi pada nona Collete. Saya akan memasuki alam bawah sadar nona Collete untuk memberikan sugesti tertentu pada saya. Sehingga saya tahu kebenaran yang terjadi pada nona Collete." Idaho menjelaskan.


Menyedihkannya adalah, Collete hanya mengangguk-angguk karena dia tidak mengerti, di tambah lagi sudah lama Collete tidak merokok. Hal ini mmebuat Collete menjadi sedikit cemas.


" Collete, apa kau percaya padaku?" France bertanya serius pada Collete.


" Ok" Collete hanya mengangkat kedua bahunya. Sebenarnya agak sedikit bingung.


Collete tertidur saat Idaho memberikan insturksi pada Collete untuk memperhatikan jam di mejanya. Saat Collete kehilangan kesadarannya, France dengan sigap menangkap tubuh Collete. Dengan hati-hati France menggendong tubuh mungil Collete ke sofa yang di tunjuk Idaho untuk Collete berbaring. Idaho mulai menjalankan tugasnya sebagai psikiater, sedangkan France duduk di sofa menyangga kepala Collete. Setelah mengetahui garis besar dari trauma yang di alami Collete, France terdiam. Kepalanya sedikit sakit merasakan emosional tak tersalurkan pada Andreas. France ingin sekali masuk ke dalam ring tinju dan menghajar siapa saja yang ada di depannya. Rahangnya mengeras menghapus air mata Collete yang tak sadarkan diri.


" Tuan France, cinta Anda akan sangat sulit dirasakan oleh Collete yang memiliki trauma mendalam terhadap pria sekarang. Anda harus bersabar dan tolong jangan menggunakan kekerasan terhadap nona Collete." Mata Dr.Idaho membesar memnatap France.


Dr. Idaho yang dari awal France masuk, tak dapat mengalihkan pandangannya. France yang sangat tampan, sudut-sudut wajahnya dalam. Matanya tajam, rahang wajahnya di pahat dengan sempurna, tubuhnya sangat tinggi sekitar 6 kaki atau lebih. Tubuhnya sangat atletis, jika dia menjadi Collete rasanya tanpa di hipnotis juga akan jatuh untuk minta peluk dengan suka rela. Bibir France penuh dan merah menggoda. Tapi Idaho harus menahan hasratnya, karena Mallabey mengatakan kalau France tertarik pada Collete. Jadi Idaho hanya menggoda sewajarnya akan tetapi dia tetap ingin bekerja profesional. Sulit berkonsentrasi berada di dekat France. Sangatlah aneh baginya kalau Collete tidak merasakan apa-apa di dekat France. Tadi Idaho sudah menanyakan perasaan Collete pada France, Collete menjawab kalau dia akan tampil di pulau pribadi keluarga Richman. Jadi kedekatannya dengan France tak lain hanya hubungan profesional saja. France yang mendengar tidak sakit hati karena ia merasa Collete memiliki keunikannya sendiri dan sulit untuk di taklukan. Karena omongan Collete yang sangat jujur tersebut membuat France makin gencar mengincar Collete.


" Aku merasa ada sesuatu terjadi yang membuat hatiku sangat sakit. Tapi aku lupa apa itu.." Collete banyak melamun setelah sesinya dengan Idaho. Saat Collete di bangunkan oleh Idaho, dia tidak bangun. Jadi terpaksa France menggendongnya ke mobil saat Collete measih tertidur.

__ADS_1


" Kau tidak ingat apa-apa?" France justru kebalikan dari Collete, karena ia senyum-senyum terus dari tadi. France mencium bibir Collete saat dia masih tak sadarkan diri di dalam mobil.


" Apa ada hal lucu yang terjadi tadi?" Collete yang melihat France senyum-senyum sendiri jadi takut kalau dirinya melakukan hal yang sangat memalukan.


__ADS_2