Cinta CEO Pada Lesbian

Cinta CEO Pada Lesbian
7. Tidak jadi lenyap dari muka bumi


__ADS_3

Collete merasa berhutang pada Marry yang selalu memberikan segala kebutuhan Collete. Apapun yang Collete minta Marry akan mencoba memenuhinya. Selama ini, Marry mampu memberikan apa yang Collete inginkan. Seperti pakaian, makanan, pekerjaan, tempat tinggal , perhiasan, dan lain-lain. Collete mendapatkan rasa aman bersama Marry. Akan tetapi, Collete masih belum mampu menceritakan masa kecilnya dengan Marry.


Lane Del Rose adalah penyanyi favorit Collete. Suaranya masuk pada semua nada di lagu-lagu Lane Del Rose. Collete tidak perlu sulit-sulit untuk mencari lagu lain, semua lagu Lane bisa di bawakan di bar. Lane Del Rose sangat cantik. Collete ingin menciumnya jika bertemu dengan Lane.


" How long will I feel so empty.." Collete mulai bernyanyi, musik mendayu bertalu seirama nyanyian Collete. Tubuhnya mulai bergerak mengikuti irama. Collete menari menghayati syair. Gerakan Collete sangat erotis, lagu yang di bawakannya sebenarnya lagu sedih.


" That you're still here in heart and mind.." Collete mengakhiri lagu pertama lalu menyanyikan lagu selanjutnya hingga Collete latihan bernyanyi 7 lagu.


Bernyanyi adalah hobi Collete yang paling positif. Selesai bernyanyi Collete duduk di kursi balkon sambil menghisap nikotinnya dan menuangkan segelas wine merah. Collete meresapi aroma wine tersebut, lalu meminumnya. Collete melanjutkan mendengar lagu Lane Del Rose dengan head set nya. Collete menikmati matahari terbenam dengan damai.


Collete jadi teringat dengan France Richman. " Bagaimana dengan makan malamnya ya" Collete bertanya pada dirinya sendiri. " Apakah jika aku datang kesana akan merubah takdir hidupnya? kurasa tidak" Collete berbicara sendiri lagi.


Tidak jauh dari apartmen Collete terdapat gedung de Richman Corp. yang tinggi menjulang. Tinggi bangunannya sekitar 71 lantai kurang lebih setikar 300 meter. Di gedung setinggi itu masih terdapat seorang pria yang sedang berkutat dengan konflik batinnya.


" Sial, harusnya aku jangan sok keren tadi. Langsung saja aku bawa ke rumah untuk ku kenalkan pada ibuku. Lalu Yukiko akan malu sendiri dan pulang." France mengacak-acak rambutnya.


" Tuan, jika memang jodoh. Maka kalian akan di takdirkan untuk bertemu kembali." Yue menghibur tuannya yang salah langkah saat bertemu Collete tadi. Yue tahu jika menyangkut prusahaan, keluarga, uang, dan ketampanan. Tuannya bisa di andalkan. Akan tetapi jika soal perasaan pada perempuan yang di cintainya. France sangatlah bodoh.


" Ya, bagus sekali Yue. Aku tidak mengerti dengan fungsimu tadi di mall. Harusnya kau peringatkan ku harus bagaimana. Sebenarnya selain membawa belanjaan apa fungsimu tadi ?" France merasa kehilangan Collete tadi adalah salah Yue.


" Maafkan saya, tuan" Yue menahan tawanya agar tak terlihat oleh France, bosnya. Sudah jelas tadi itu salah France sendiri masih saja menyalahkan Yue.

__ADS_1


Yue sebenarnya bukanlah asisten France yang lembut. Yang membuat Tobias kecelakaan hingga harus di amputasi adalah Yue. Yue bebrpikir membalas Tobias karena telah melukai nona Collete atas perintah tuannya, France. Yue pikir membuatnya bangkrut atau mati sangatlah mudah. Tapi Yue berbaik hati hanya mengambil tangan yang telah melempar gelas wine pada nona Collete. Tobias tetap menjadi CEO air minumnya, dan tetap menjalani hidup normal. Tapi tidak dengan harga dirinya sebagai lelaki.


Menurut orang suruhan Yue, Tobias menyangkal telah melempar gelas di bar. Ia mengatakan tangannya terpeleset dan gelas yang di pegangnya tanpa sengaja terpental ke pelipis Collete. Sangat klasik kalau para polisi percaya cerita tersebut hingga bebas dari tuduhan penganiayaan. Bukan Yue namanya kalau tidak bisa menyelesaikan masalah dalam sekejap. Sudah untung Tobias tidak lenyap dari muka bumi.


" Tuan saatnya kita pergi ke rumah Nyonya." Yue mengingatkan France untuk tetap sadar dari mabuk Collete.


" Baiklah " France berdiri lalu Yue mengikuti tuannya sambil membawa bungkusan mewah yang berisi tas untuk ibunya. Yue berjalan di depan France merupakan protokol keamanan untuk France Richman. Yue merupakan asisten sekaligus bodyguard France.


Yue berasal dari negara Tionghoa. Yue sendiri seharusnya lahir sebagai perempuan. Saat kedua orangtuanya memeriksa kehamilan mereka, dokter mengatakan anak tersebut adalah perempuan. Maka orang tua Yue menyiapkan nama perempuan dan di doakan yang baik-baik. Akte lahir dan berkas-berkas Yue juga sudah di buat oleh ayahnya. Akan tetapi saat lahir Yue berjenis kelamin laki-laki. Jadi Orang tua Yue hanya mengganti jenis kelaminnya saja pada dokumen tersebut, bukan namanya.


Cheng Yue merupakan seorang militer Tionghoa yang di pecat karena ketahuan sedang berjudi. Yue sangat suka bertaruh. Baginya bertaruh sangatlah menantang dan menyenangkan. Setelah di pecat dan jatuh miskin Cheng Yue mencoba peruntungan di kota lalu bertemu dengan ayahnya France yaitu Oliver Richman. Yue tadinya asisten ayahnya France. Hingga Oliver hiatus dan di gantikan oleh France maka sekarang Yue bekerja sebagai asisten France.


Mereka menaiki mobil France Rolls Royce Boat Tail-nya menuju rumah Tania, ibunya France. Setelah sampai France di sambut oleh ibunya yang cantik. Tania menggunakan gaun merah klasik design terkenal. Sedangkan Yukiko menggunakan gaun putih tersenyum pada France mendekat dan mencium pipinya.


" Baik" France sengaja hanya menjawab singkat.


" Dimana Aubrey, bu?" France mencari-cari keberadaan adik perempuannya.


" Dia berada di Nepal sekarang. Jadi tidak dapat bergabung dengan kita. Ayahmu berada di ruang kerja" Tania menambahkan, kalau-kalau France mau menemui ayahnya.


" Kami selalu bertemu di kantor, aku sedikit muak melihatnya bu" Sambil nyengir pada ibunya.

__ADS_1


" Jangan bicara tidak sopan terhadap ayahmu, nak" Tania memperingatkan.


" Yeah, baik mum" jawab France buru-buru. " Sorry".


" Ayo Yukiko sayang, makan malam sudah siap." Tania menggandeng tangan Yukiko di sebelah kiri sedangkan France di sebelah kanan. Yue pergi ke dapur untuk bicara pada kepala pelayan tentang kabar orang-orang di rumah.


" Dad, bagaimana kabarmu ?" France memeluk ayahnya yang sudah duduk di kursi tempat mereka akan makan malam.


" Baik, son. Bagaimana kerja samamu dengan kerajaan Brunei Darussalam?"


" Berjalan lancar, aku sudah mengirim beberapa ahli untuk mempelajari situasi disana. Kau bisa mengandalkanku, Dad."


" Kau memangku persiapkan untuk itu." Oliver memang sudah siap dengan sepak terjang France. Apapun keputusan yang di ambil oleh anaknya, Oliver akan setuju.


" Sudah berapa persen pembangunan The Cosplay yang berada di Las Vegas ?" Oliver tiba-tiba teringat dengan proyeknya tahun lalu.


" Sudah finishing. Jadi aku mengatakan pada Stephen kita akan memberikan diskon jika ia mau merenovasi The Cosplay." Kata France penuh percaya diri.


" Aku memang bisa di andalkan ayah. Terima kasih" France mulai memakan makanan pembukanya. Tania dan Yukiko menyimak pembicaraan kedua pebisnis handal tersebut. Bagi Oliver wanita dan bisnis tidaklah cocok, karena wanita harus menyiapkan prianya untuk menjadi yang terhebat.


" Jadi, apakah kau mau berhenti bekerja jika menikah dengan France nanti?." Oliver bertanya pada Yukiko, karena ia tahu bahwa Yukiko memegang perusahaan Ishigawa.

__ADS_1


" Akan ku pertimbangkan, paman." kata Yukiko.


__ADS_2